BPJPH teken MoU Halal dengan 26 negara, Haikal: Babak baru
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan, memberikan pidato dalam pembukaan acara Indonesia International Halal Festival yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, di JCC, Senayan Jakarta, Jumat (20/6/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai duta besar dan perwakilan, pejabat pemerintah, hingga pelaku industri halal dari seluruh dunia.

Elshinta.com - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan, memberikan pidato dalam pembukaan acara Indonesia International Halal fFstival yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai duta besar dan perwakilan, pejabat pemerintah, hingga pelaku industri halal dari seluruh dunia.
Dalam sambutannya, Haikal menekankan pentingnya memandang halal tidak hanya sebagai bagian dari kewajiban agama, melainkan sebagai gaya hidup modern yang menjawab kebutuhan global.
“Halal adalah gaya hidup. Halal akan berubah. Tidak hanya agama. Halal diubah menjadi gaya hidup peradaban modern. Halal adalah simbol kesehatan, simbol kebersihan. Halal adalah transparansi, ketertelusuran, dan kepercayaan,” tegas Haikal Hassan dengan bahasa Inggris d ihadapan para pengusaha UMKM Indonesia, serta perwakilan dari Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara lainnya.
Lebih lanjut, Haikal berbagi pengalaman pribadi dari tahun 1992 saat pertama kali ia bepergian ke luar negeri untuk studi di Western Australia. Saat itu, dirinya secara khusus diberi makanan halal oleh pramugari meskipun belum pernah mengaku sebagai Muslim.
“Saya tidak pernah mengaku bahwa saya adalah Muslim. Bagaimana kamu tahu? Dari nama kamu sendiri. Nama kamu adalah Ahmad Haikal Hassan. Kamu adalah Muslim,” ujar Haikal menceritakan pengalamannya.
Ia juga menceritakan pengalamannya di Amerika Serikat dan Rusia pada tahun 2025. Di sana standar pelayanan halal telah diterapkan secara luas di hotel-hotel internasional. “Di hotel di Amerika, pelayan berkata, ‘Tuan, ini sarapan khusus untukmu.’ Di Rusia, di hotel Kepinski, saat sarapan ada tulisan besar sekali, halal,” tambahnya
Namun, Haikal menyayangkan bahwa layanan halal di Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar justru masih belum maksimal. “Dunia sudah berubah. Dan yang belum berubah, bangsa kita yang terbesar Muslimnya. Di pesawat kita, belum saya temukan halal-nya. Dari restoran, dari hotel-hotel kita, belum saya temukan halal,” Jelas Haikal.
Dalam acara ini, BPJPH juga telah melakukan penandatanganan 16 nota kesepahaman (MoU), termasuk 11 Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, Jerman, dan Korea Selatan. Total, Indonesia menjalin kerja sama halal dengan 26 negara. “Indonesian halal for the world. Ketika ini ditandatangani, dimulailah babak baru. Terima kasih telah hadir,” tutupnya.
Sebagai tambahan informasi, acara ini diikuti oleh lebih dari 8.000 peserta dan menghadirkan lebih dari 400 tenant yang menampilkan produk halal unggulan Indonesia.
Penulis: Rizky Rian Saputra/Ter