400 ekor anjing berlagak di event internasional NUSATIC NUSAPET 2025
Para pencinta hewan, khususnya, penggemar anjing, mengikuti ajang kompetisi NUSATIC NUSAPET 2025 yang digelar oleh Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN), Jumat 20 Juni 2025 di ICE BSD, Tanggerang Selatan.

Elshinta.com - BSD - Para pencinta hewan, khususnya, penggemar anjing, mengikuti ajang kompetisi NUSATIC NUSAPET 2025 yang digelar oleh Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN), Jumat 20 Juni 2025 di ICE BSD, Tanggerang Selatan, Banten. 400 ekor anjing dari berbagai trah mengikuti kontes ajang internasional ini.
Event ini, menampilkan kategori Dog show pada 20-22 juni 2025. Kategori Grooming Competition 20 Juni 2025 serta kategori Agility 21-22 Juni 2025.
Di antara peserta anjing yang mengikuti pertandingan ini, terdapat anjing Voudecuria yang sudah keliling dunia. namanya; Apple, Conor dan Camellia. Ketiga anjing yang mengikuti kontes tersebut dimiliki oleh peserta Calista Beatrice.
"Ini adalah perjalanan yang sangat emosional dan membanggakan bagi saya. Apple, Conor, dan Camellia adalah anak-anak dari breeding pertama saya. Mereka lahir dari visi saya untuk memperkenalkan standar Bison ( Bichon Frisé) terbaik dari Indonesia ke dunia. Sejak usia 3 bulan, mereka sudah aktif di dunia dog show—belajar ring presence, disiplin, dan membangun koneksi dengan publik," jelasnya usai menampilkan anjingnya pada perhelatan NUSATIC NUSAPET 2025 yang digelar oleh Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) di hadapan peserta dan penonton dari berbagai negara di dunia.
Urai Calista, Conor adalah definisi “gentleman show dog”. Ia punya struktur yang maskulin, movement yang kuat, dan headpiece klasik. Setelah show Nusatic 2025 ini, ia akan langsung diberangkatkan ke Eropa dan dihandle oleh Valentina Zupan, handler ternama asal Kroasia.
"Saya yakin dia akan bersinar di panggung Eropa," jelas Calista peserta yang juga peternak ini.
Adapun, Apple memiliki karisma yang tidak bisa dipelajari, natural, ekspresif, dan memiliki aura “the one to watch”. "Ia akan berangkat bersama handler lokal kami, Agus Riyanto, langsung dari Indonesia menuju World Dog Show. Adapun, Camellia mewakili ekspor pertama saya ke Eropa. Ia dibesarkan dengan penuh cinta dan didedikasikan untuk prestasi. Bersama Ana Vladimirov sejak akhir tahun lalu ke Serbia, Camellia telah meraih gelar prestisius “European Winner 2025” dan kini bersiap menuju Helsinki," ungkap Calista.
Urai Calista, tantangan yang dihadapi, mulai dari membangun garis keturunan yang stabil, memastikan kesehatan optimal, training sejak dini, dan tentu biaya serta logistik untuk perjalanan internasional.
"Tapi yang paling menantang justru menjaga esensi, saya ingin tetap menjadi breeder yang bertanggung jawab, bukan sekadar komersial. Saya percaya, saat kita mencintai breed ini dengan sepenuh hati, hasilnya akan berbicara sendiri," jelasnya.
"Saya tidak hanya membawa Apple, Conor, dan Camellia. saya membawa nama Indonesia. Saya ingin dunia tahu bahwa breeder Indonesia bisa menghasilkan anjing dengan kualitas dunia. Saya berharap ini menjadi awal semangat baru bagi para pemilik dan breeder di Indonesia untuk lebih serius dan bertanggung jawab dalam breeding. Dunia sedang melihat kita," ungkapnya.
Nanang Hadiwijaya, Ketua Umum Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) Pusat, mengatakan anjing-anjing di Indonesia ini, kualitasnya sudah baik sekali.
"Ada pun event ini, mempertandingkan kategori dog show, menampilkan kecantikan, kesempurnaan standar FCI. Kategori agility, menampilkan ketangkasan, kepinteran dari anjing tersebut. Kalau grooming, adalah Kecantikan," paparnya.
Pameran yang digelar ratusan kali ini, urai Nanang diharapkan dapat meningkatkan kualitas Anjing di Indonesia. "Harapan dari event ini, sebagai anggota Perkin dapat meningkatkan kualitas anjing sehingga, di dunia kita bisa ikut kegiatan, dan nama Indonesia ada di tingkat dunia," jelasnya.
Event internasional ini diikuti dari beberapa negara di dunia, Vietnam, Malaysia, Philippine, Thailand, Italia. "Peserta pertandingan kontes ini, diikuti 69 ras anjing yang diakui FCI," ujar Nanang.
Rencananya pada Agustus 2025, Perkin mengikuti pertandingan kontes anjing di Helsinki, Finlandi dan membawa ras anjing dari Bali yang belum dikenal namanya di dunia.
"Agustus kita akan ke Helsinki dan saya akan bawa anjing anjing Indonesia, Biston. Saya juga akan bawa anjing Indonesia dari Bali yang belum di kenal di dunia," tuntas Nanang. (Dd)