Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kemen-LH dorong kolaborasi nasional di expo dan forum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025

Dalam semangat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyelenggarakan Expo dan Forum Lingkungan terbesar tahun ini, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.

Kemen-LH dorong kolaborasi nasional di expo dan forum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025
X
Sumber foto: M Irza Farel/elshinta.com.

Elshinta.com - Dalam semangat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyelenggarakan Expo dan Forum Lingkungan terbesar tahun ini, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.

Mengusung tema global “Ending Plastic Pollution” dan tema nasional #HentikanPolusiPlastik, ajang ini menjadi momentum krusial untuk menghentikan ancaman polusi plastik melalui aksi nyata lintas sektor.

“Polusi plastik bukan sekadar isu lingkungan—ini adalah krisis yang mengancam ekosistem, kesehatan, dan masa depan kita. Kita harus bergerak bersama dengan aksi nyata yang kolektif dan kolaboratif,” tegas Menteri Hanif saat membuka acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 Expo dan Forum di Jakarta International Convention Center (JICC) seperti dilaporkan Reporter Elshinta, M Irza Farel, Senin (23/6).

Rangkaian kegiatan HLH 2025 telah dimulai sejak 5 Juni lalu di Bali melalui apel nasional dan aksi bersih pantai yang melibatkan lebih dari 10.000 peserta. Puncaknya, Expo dan Forum yang berlangsung pada 22–24 Juni 2025 di Jakarta menampilkan 78 booth dari berbagai mitra pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, komunitas, serta akademisi.

Expo ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk ramah lingkungan dan teknologi hijau, tetapi juga forum edukatif yang menghadirkan talkshow, workshop, dan coaching clinic dengan 28 tema layanan publik. Mulai dari AMDALNET, baku mutu air dan tanah, pemulihan gambut, hingga Adiwiyata dan Kalpataru, semuanya dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi panggung peluncuran berbagai kebijakan baru seperti Proper dan Adipura versi terbaru, serta sistem penilaian kinerja pemerintah daerah dalam perlindungan lingkungan. Sebuah sinyal kuat bahwa KLH/BPLH tak hanya menargetkan kesadaran publik, tetapi juga reformasi struktural dalam tata kelola lingkungan hidup nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Hanif mengutip data global dan nasional yang mengkhawatirkan. “Pada 2023 saja, Indonesia menghasilkan 10,8 juta ton sampah plastik,dan lebih dari 6 juta ton di antaranya tidak terkelola dengan baik. Tanpa intervensi serius, pada 2050 separuh sampah kita akan berupa plastik.”

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire