Top
Begin typing your search above and press return to search.

Puri Kauhan Ubud gelar Festival Sastra Saraswati Sewana 2025

Yayasan Puri Kauhan Ubud, Gianyar, Bali kembali menyelenggarakan Festival Sastra Saraswati Sewana 2025 ke V.

Puri Kauhan Ubud gelar Festival Sastra Saraswati Sewana 2025
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Yayasan Puri Kauhan Ubud, Gianyar, Bali kembali menyelenggarakan Festival Sastra Saraswati Sewana 2025 ke V. Acara diselenggarakan di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, itu menekankan pentingnya adaptasi dan revitalisasi nilai luhur budaya sebagai pedoman menyikapi berkembangnya teknologi termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Kami melihat kemajuan teknologi itu dengan tidak melupakan nilai luhur budaya Bali sebagai pegangan masa depan,” kata Penggagas Festival Sastra Saraswati Sewana 2025 Anak Agung Gde Ngurah (AAGN) Ari Dwipayana di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Anak Agung Gde Ngurah (AAGN) Ari Dwipayana kepada wartawan mengungkapkan bahwa salah satu nilai luhur budaya Bali tersebut adalah Tri Wisesa Yoga yakni tiga aspek atau nilai penting dalam filsafat, seni dan spiritual Hindu.

"Tiga (3) nilai itu yakni Satyam atau kebenaran/kebaikan, Sivam yaitu kesucian dan Sundaram yaitu keindahan atau estetika," kata Ari Dwipayana, Jumat (27/6).

Ia menambahkan bahwa nilai budaya tersebut penting untuk dipahami masyarakat termasuk generasi milenial dan generasi Z di tengah berkembangnya teknologi terkini mulai AI, big data, robotic hingga realitas virtual (VR).

Menurutnya selain mengedepankan nilai budaya yang bersifat universal itu, juga perlu dilengkapi pemahaman alat ukur lain, yakni patut, pantas hingga pangus atau kecocokan.

Budayawan Prof Dr I Wayan Didia dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa ketiga aspek Tri Wisesa Yoga itu saling melengkapi satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.

“Tiga (3) nilai itu saling melengkapi dan menjadi pedoman dalam perkembangan teknologi karena penggunaan teknologi perlu ada kejujuran,” kata I Wayan Didia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (30/6).

Tahun ini merupakan pelaksanaan kelima festival tahunan yang diawali Dharma Panuntun atau tuntunan berdasarkan sastra agama oleh sulinggih atau pemuka agama yang dimulai pada Jumat ini dan dilanjutkan agenda utama pada 10-14 Juli 2025.

Festival sastra tersebut pada tahun ini mengangkat tema terkait teknologi untuk kemajuan peradaban atau Brahmasara Bhawana Mukti.

Agenda tersebut diisi sejumlah kegiatan di antaranya ruang diskusi terkait seni, budaya dan teknologi, pameran, UMKM, hingga kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Rencananya ada sejumlah tokoh di Bali yang diberi anugerah khusus karena dinilai berperan dalam pelestarian, pengembangan, dan pemajuan budaya Bali terutama dalam teknologi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire