Menlu Sri Lanka dan Kepala Perwakilan Negara mainkan angklung
KBRI Kolombo bekerja sama dengan Sri Lanka–Indonesia Friendship Association (SLIFA), kembali menggelar "Indonesian Festival & Bazaar 2025" di halaman KBRI Kolombo di Sri Lanka 28 Juni 2025. Acara ini merupakan rangkaian acara tahunan yang memasuki tahun ke-empat. Acara ini bukan sekadar pergelaran budaya, tetapi juga menyatukan elemen diplomasi publik, charity, serta promosi ekonomi, budaya dan pariwisata, untuk mempererat ikatan antara Indonesia dan Sri Lanka. Pada kegiatan ini juga digelar pameran foto dalam rangka memperingati 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika. Adapun tema yang diusung pada pameran tersebut adalah "70 years of the Asian-African Conference-Reviving the Bandung Spirit".

Elshinta.com - KBRI Kolombo bekerja sama dengan Sri Lanka–Indonesia Friendship Association (SLIFA), kembali menggelar “Indonesian Festival & Bazaar 2025” di halaman KBRI Kolombo di Sri Lanka 28 Juni 2025. Acara ini merupakan rangkaian acara tahunan yang memasuki tahun ke-empat. Acara ini bukan sekadar pergelaran budaya, tetapi juga menyatukan elemen diplomasi publik, charity, serta promosi ekonomi, budaya dan pariwisata, untuk mempererat ikatan antara Indonesia dan Sri Lanka. Pada kegiatan ini juga digelar pameran foto dalam rangka memperingati 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika. Adapun tema yang diusung pada pameran tersebut adalah “70 years of the Asian-African Conference-Reviving the Bandung Spirit”.
Festival menghadirkan hybrid antara seni tradisional dan kontemporer: tarian Nusantara dan Sri Lanka, dan musik angklung. Pameran foto dan video tentang Konferensi Asia-Afrika 1955 menambah nuansa historis, mencerminkan nilai persatuan Asia-Afrika, dengan Indonesia dan Sri Lanka termasuk pelopornya. Selain itu, bazaar menampilkan sekitar 35–40 stan yang menawarkan kuliner, kerajinan, batik, kosmetik, dan perhiasan dan lain-lain.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Sri Lanka dan Maladewa, serta dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sri Lanka sebagai tamu kehormatan. Selain itu, sejumlah duta besar dan perwakilan dari negara-negara sahabat, pejabat pemerintah Sri Lanka, kalangan pengusaha lokal dan internasional, serta masyarakat umum Sri Lanka dan diaspora Indonesia turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Kegiatan festival ini dihadiri oleh lebih dari 2000 pengunjung.
Duta Besar Dewi Gustina Tobing dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral lewat budaya, memperkenalkan produk dan pariwisata Indonesia, dan memperingati momentum 70 tahun Konferensi Asia Afrika. Juga disampaikan, hasil yang diperoleh dari kegiatan ini digunakan untuk kegiatan amal untuk membantu masyarakat Sri Lanka yang membutuhkan.
Sementara itu, Menlu Sri Lanka, Mr. Vijitha Herath, sangat mengapresiasi kegiatan Indonesian Festival & Bazaar 2025 yang diselenggarakan KBRI Colombo untuk meningkatkan hubungan antar masyarakat antara kedua negara dan yang juga guna membantu masyarakat Sri Lanka yang membutuhkan. Dalam sambutannya, Menlu Vijitha juga menyampaikan hubungan baik Indonesia-Sri Lanka dan pernah bersama yang termasuk penggagas Konferensi Asia-Afrika 1955.
Dari kegiatan Festival yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, KBRI Kolombo dan SLIFA melakukan berbagai kegiatan amal. Sejak Festival tahun 2022, KBRI Kolombo dan SLIFA telah menyalurkan bantuan berupa sembako untuk ratusan keluarga, renovasi fasilitas sekolah, dan peralatan kesehatan, sebagai bentuk nyata dukungan bagi masyarakat Sri Lanka yang terdampak krisis ekonomi. Tahun lalu program amal yang dilakukan berupa pendistribusian sepatu untuk siswa di Kotmale, bantuan alat musik untuk group Band penyandang tunanetra serta pembangunan sumur di Sainthamaruthu, daerah sebelah Timur Sri Lanka.
Duta Besar RI Colombo, Dewi Gustina Tobing, juga mengajak Menlu Sri Lanka Vijitha Herath, para Kepala Perwakilan negara sahabat, para pengusaha dan pengunjung lainnya untuk memainkan angklung.
Selain penampilan angklung yang dipandu oleh tim Saung Angklung Ujo, Indonesian Festival & Bazaar 2025 juga menampilkan tari-tarian Nusantara oleh Sanggar Tari Seni Budaya Khatulistiwa Indonesia, juga menampilkan grup seni Sangka Samudhi Dance Troupe Sri Lanka, Sri Lanka Police Culture team, Bright Light Band, dan lain-lain ditutup dengan aksi poco-poco serta maumere. (*/Vivi Trisnavia)