Top
Begin typing your search above and press return to search.

Eksplorasi cat air dapat atasi kecanduan gadget pada anak

Eksplorasi cat air dapat memicu perkembangan kecerdasan dan emosi anak usia dini

Eksplorasi cat air dapat atasi kecanduan gadget pada anak
X
Sumber foto: Radio Elshinta/ Yuniar K

Elshinta.com - Eksplorasi cat air dapat memicu perkembangan kecerdasan dan emosi anak usia dini. Dosen Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa Dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Dwi Pangesti Aprilia, M.Pd mengatakan eksplorasi cat air merangsang berbagai aspek perkembangan anak yaitu kognitif, sosial, seni, fisik motorik, moral, dan bahasa pada anak usia dini.

"Melukis pada umumnya dan eksplorasi cat air pada khususnya dapat menjadi stimulus meningkatkan perkembangan kecerdasan anak baik itu kognitif, motorik, seni, bahkan Bahasa pada anak" jelas Dwi Pangesti kepada Elshinta pada kegiatan Eksplorasi Cat Air pada Anak di Omah Sinau Puntan, Semarang.

Dwi Pangesti mengungkapkan dengan pertimbangan tersebut pihaknya kemudian menggelar kegiatan EKsplorasi Cat Air yang targetnya anak anak usia dini. Menurut Dwi Pangesti saat ini masih banyak anak usia dini yang mengalami penurunan kreatifitas secara motorik dan sosial. Sehingga pemilihan eksplorasi cat air ini dinilai tepat.

"Eksplorasi Cat Air ini berbeda dengan melukis menggunakan media kering, melalui cat air anak-anak tidak hanya melukis tapi juga dapat melakukan banyak percobaan warna dengan bahan bahan lain seperti deterjen, garam serta lilin. Ini membuat anak suka" kata Dwi Pangesti.

Dwi menambahkan eksplorasi cat air juga dapat menjadi alternatif solusi masalah kecanduan gadget yang saat ini dialami anak - anak sehingga dampaknya anak anak menjadi asosial.

"Berdasarkan data BPS , jumlah pengguna gadget untuk anak usia dini di Indonesia sebanyak 33,44%, dengan rincian 25,5% pengguna anak berusia 0-4 tahun dan 52,76% anak berusia 5-6 tahun. Hal ini tidak menutup kemungkinan dapat memicu kecanduan gadget pada anak" ungkap Dwi Pangesti.

Lebih lanjut Dwi menerangkan eksplorasi cat air ini juga dapat memberikan ruang kepada anak untuk berkreasi dan bereksplorasi. Sehingga dapat menumbuhkan rasa keingintahuan pada anak.

"Disana anak-anak bisa mengeksplorasi warna sesuai dengan kreatifitas masing-masing, anak - anak yang tadinya ragu jadi memiliki rasa keingintahuan yang tinggi karena mereka terus mencoba mengeksplorasi warna dengan bahan bahan yang ada" tutur Dwi Pangesti.

Tidak hanya itu, Dwi Pangesti juga mengungkapkan anak anak memiliki pengalaman baru dalam mengkombinasikan warna serta cara berinteraksi dengan menyenangkan. Dwi menambahan eksplorasi cat air ini akhirnya memicu pertumbuhan kecerdasan sosial serta motorik anak.

"anak-anak jadi lebih bersabar dan menikmati proses, disisi lain mereka juga berinteraksi dengan teman sebayanya, saling berbagi bahan dan warna sehingga menumbuhkan intelegensi interpersonal mereka" terang Dwi Pangesti.

Sementara itu, salah satu peserta, Fathullah mengatakan senang mengikuti kegiatan ini. Fathul mengaku baru pertama kali melakukan eksplorasi cat air ini.

"baru pertama kali dan senang, baru tahu juga kalau warna cat air dicampur garam dan sabun cuci (deterjen-red) dapat berubah jadi macam-macam warna, seru banget" ungkap Fathullah dengan Bahagia.

Sebelumnya, Tim Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang menggelar Eksplorasi Cat Air dengan peserta anak - anak usia dini, di Puntan, Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Minggu (29/06). Kegiatan ini dipelopori oleh Dwi Pangesti Aprilia, S.Pd., M.Pd ( Dosen Pendidikan Seni Rupa Unnes) sebagai ketua Tim, Ria Fitriasih S.Pd., M.Pd ( Dosen Pendidikan Perancis) dan Dandung Adityo Argi Prasetyo S.S.,M.Hun ( Dosen Bahasa Jawa).

Kegiatan ini bagian dari implementasi tri dharma perguruan tinggi FBS Unnes untuk mendorong pengembangan edukasi pada anak ditengah kebiasaan anak yang menggunakan gadget.

Penulis: Yuniar

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire