Top
Begin typing your search above and press return to search.

Area pencarian 30 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya diperluas

Tim SAR gabungan akan memperluas area pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Sebanyak 30 orang masih dilakukan pencarian, 29 penumpang ditemukan selamat dan 6 korban ditemukan meninggal dunia.

Area pencarian 30 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya diperluas
X
SAR Gabungan lanjutkan pencarian penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali (Foto : Basarnas)

Elshinta.com - Tim SAR gabungan akan memperluas area pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Sebanyak 30 orang masih dilakukan pencarian, 29 penumpang ditemukan selamat dan 6 korban ditemukan meninggal dunia.

"Fokus pencarian di permukaan air dengan menggunakan perahu/kapal dan pemantauan melalui udara," ujar Kepala Kantor Sar Surabaya, Nanang Sigit dalam wawancara di Radio Elshinta Jumat pagi 4/7/2025.

Nanang Sigit menjelaskan pencarian hari ini menggunakan 6 kapal milik Basarnas, 2 KRI milik AL dan kapal bantuan dari ASDP, 2 heli milik Basarnas dan heli milik Polri.

"Pencarian diperluas ke arah Selatan 15 nautical mile sesuai dengan yang direncanakan, karena ada rentang waktu sejak kejadian dan pergeseran karena derasnya arus," papar Nanang Sigit

KNKT melakukan investigasi

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi penyebab kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Tim KNKT sudah berada di Ketapang Banyuwangi untuk melakukan kegiatan awal investigasi.

"Hari ini KNKT akan lakukan interview ke sejumlah pihak untuk mendapatkan berita awal situasi yang terjadi, proses tanggap darurat seperti apa," ucap Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono dalam wawancara di Radio Elshinta Jumat pagi 4/7/2025.

Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya akan mengumpulkan data dari BMKG, penumpang dan kru kapal yang selamat untuk mencari informasi ketika kapal mulai kemasukan air.

KNKT juga akan melakukan pemeriksaan dokumen kelaikan kapal, doking terakhir kapal dan perbaikan yang telah dilakukan.

"Itu semua, temuan-temuan tersebut akan kita pelajari, yang penting, salah satu yang kita temukan adalah rakit penyelamat atau liferaft. Yaitu semacam balon ketika kapal tenggelam harus aktif sendiri. Kita akan lihat dan evaluasi berapa yang aktif dan tidak aktif, bagaimana pengawasan regulator," jelas Soerjanto Tjahjono.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire