Pemkot Semarang pastikan operator Feeder penabrak orang kena sanksi
Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan pengemudi dan operator feeder Trans Semarang yang armadanya menabrak seorang penyeberang jalan hingga meninggal dunia di Bundaran Klipang Blok Z, Kamis, akan dikenakan sanksi.

Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan pengemudi dan operator feeder Trans Semarang yang armadanya menabrak seorang penyeberang jalan hingga meninggal dunia di Bundaran Klipang Blok Z, Kamis, akan dikenakan sanksi.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Haris Setyo Yunanto, di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa pengemudi direkomendasikan putus kontrak.
Sedangkan operator yang mengelola operasional feeder Trans Semarang rute tersebut dijatuhi sanksi pengurangan pembayaran biaya operasional kegiatan (BOK).
"Kami rekomendasikan untuk pengemudi putus kontrak. Untuk operator, kami jatuhi sanksi pengurangan pembayaran POK," tegasnya.
Ia menyampaikan pihaknya turut berbela sungkawa atas meninggalnya korban, dan ikut berupaya membantu proses pengurusan jenazah, hingga pemakaman.
"Kami mengaturkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Kami juga turut berduka untuk keluarga korban yang ditinggalkan," katanya.
Mengenai kronologis kejadian, kata dia, terekam jelas dalam CCTV yang ada di dalam armada memperlihatkan pengemudi feeder sempat minum air kemudian meletakkan gelas di sisi kanan sebelum melaju.
Kemudian, mobil melaju di tikungan dan sopir melihat ke sebelah kiri karena ada mobil pikap, sedangkan korban sudah terlihat menyeberang dan sudah berada di bagian depan kanan mobil sebelum akhirnya tertabrak.
"Kalo dugaan sementara, kami melihat kamera CCTV yang ada di armada. Jadi, ketika hendak menjalankan armada, pengemudi sempat minum es teh atau apa itu diletakkan di samping setir. Nah itu sepertinya fokusnya di sebelah kiri. Itu kan jalan menikung. Karena fokus di sebelah kiri akhirnya terjadi laka," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Kusnandir mengatakan berbagai langkah tindak lanjut dilakukan untuk menyikapi insiden kecelakaan yang melibatkan armada feeder Trans Semarang agar tidak terulang kembali.
"Kami segera mengumpulkan seluruh penyedia, para kepala operasional tiap-tiap operator untuk melakukan monitoring dan evaluasi sebagai upaya mitigasi agar kejadian yang sama tidak terulang," katanya.
Ia juga akan menyelenggarakan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan mengundang narasumber dari sejumlah pihak, seperti kepolisian terkait sanksi pidana akibat kelalaian menjalankan tugas.
Kemudian, Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengenai pembinaan dan advokasi pengemudi, dan pihak BLU Trans Semarang terkait SOP pengemudi untuk mengedepankan keselamatan dan keamanan pengguna jalan.
"Kegiatan ini kami lakukan agar para pengemudi dapat memahami betul tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik," pungkasnya.
Penanganan kejadian itu pun telah dilimpahkan ke pihak Polrestabes Semarang Barat untuk penyelidikan lebih lanjut.