Nasionalisme dan patriotisme kunci bertahan di era globalisasi
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan semangat nasionalisme dan patriotisme merupakan kunci untuk bertahan di era globalisasi seperti yang terjadi saat ini.

Elshinta.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan semangat nasionalisme dan patriotisme merupakan kunci untuk bertahan di era globalisasi seperti yang terjadi saat ini.
"Di masa mendatang ini dengan globalisasi, negara yang survive adalah negara yang memiliki patriotisme, sosialisme, dan nasionalisme. Beberapa poin itu harus ditumbuhkan," ujarnya usai menghadiri peluncuran gerakan pembagian bendera Merah Putih di Teras Udayana, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu mengatakan patriotisme dan nasionalisme harus terus ditumbuhkan, apalagi di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) yang merupakan usia-usia pembentukan memori.
Menurutnya, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan zaman, maka jiwa nasionalisme dan patriotisme harus terus dipupuk di tengah masyarakat terutama generasi muda.
Pada 13 Agustus 2025, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meluncurkan gerakan pembagian bendera Merah Putih 2025. Acara yang diawali dengan parade jalan kaki dari Lapangan Sangkareang di Kota Mataram dan berakhir di Teras Udayana yang menandai dimulainya rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia.
Gerakan ini melibatkan pembagian 5.000 bendera Merah Putih kepada masyarakat yang secara simbolis menunjukkan semangat persatuan dan cinta Tanah Air. Kirab yang diikuti oleh siswa SMP, SMA, dan ASN se-Kota Mataram tersebut turut dimeriahkan dengan pakaian berwarna merah putih yang menambah semarak suasana.
Rangkaian perayaan hari kemerdekaan RI di Nusa Tenggara Barat tidak hanya berfokus kepada kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan agenda sosial. Pemerintah NTB mengadakan kegiatan kemanusiaan di kawasan yang terdampak banjir, seperti di Kelurahan Kekalik Jaya.
Aksi sosial itu berupa layanan pengobatan gratis, distribusi paket sembako, dan penyerahan tiga unit rumah layak huni bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana alam.
Selain kegiatan sosial, perayaan hari kemerdekaan juga diwarnai dengan agenda olahraga dan hiburan. Olahraga bersama akan diadakan di Gelanggang Pemuda pada 15 Agustus 2025.
Acara puncak peringatan yang jatuh pada 17 Agustus dimeriahkan oleh kehadiran 121 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). Mereka mempersembahkan pertunjukan marching band atas undangan langsung dari Gubernur NTB.
Puncak perayaan ditutup dengan pesta rakyat di halaman NTB Mall menyajikan berbagai stan kuliner, hiburan, dan kirab budaya yang menampilkan kekayaan tradisi suku Sasak, Samawa, dan Mbojo. Kirab budaya menjadi simbol kebanggaan dan persatuan masyarakat NTB dalam memperingati kemerdekaan bangsa.