Prabowo: Indonesia harus merdeka dari kemiskinan, kelaparan
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (14/8/2025). Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan menekankan soaL Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur tentang perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial.
.jpeg)
Elshinta.com - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (14/8/2025). Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan menekankan soaL Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur tentang perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial.
Prabowo mengatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Kemudian cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional,” paparnya.
Presiden juga menegaskan bahwa tujuan merdeka adalah untuk merdeka dari kemiskinan, kelaparan, penderitaan. Indonesia, tegas Prabowo harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, dan berdaulat secara ekonomi serta mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk rakyat Indonesia.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengatakan soal Presiden pertama hingga Presiden ke-7 Republik Indonesia. "Para pendahulu saya Presiden Republik Indonesia pertama hingga presiden Republik Indonesia yang ketujuh bekerja keras membangun bangsa Indonesia, bekerja keras untuk mewujudkan bangsa yang adil dan makmur,"Ujarnya.
Presiden Soekarno, kata Prabowo telah memimpin perjuangan pembentukan NKRI dan berhasil mempertahankan keutuhan wilayah RI di tengah berbagai intervensi dan invansi negara asing. Kemudia, Presiden Soekarno juga berhasil mengintegrasikan Irian Barat ke dalam NKRI.
Sementara, Presiden Soeharto, kata Prabowo melaksanakan pembangunan ekonomi yang merata dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, berhasil mewujudkan swasembada pangan dan meletakkan dasar-dasar industrialisasi ekonomi dan menurunkan kemiskinan ekstrem.
Presiden Habibie mengenalkan Indonesia ke arah teknologi tinggi dan mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah krisis multidimensi tahun 1998.
Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) menjaga stabilitas bangsa dan berhasil memperkokoh kerukunan antar suku agama dan ras, sehingga jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa majemuk dalam keharmonisan terbentuk secara kuat dan kokoh.
Dan, Presiden Megawati Soekarno Putri, kata Prabowo menyelesaikan proses pemulihan ekonomi akibat krisis menoter yang berkepanjangan. Menyelesaikan ribuan kasus perusahaan yang kolaps akibat krisis moneter 1998 dan melaksanakan pemilu secara langsung untuk pertama kalinya serta memperkuat lembaga negara.
“Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatasi kerawanan ekonomi karena krisis keuangan dunia 2008, berhasil menyelesaikan konflik Aceh, dan meletakkan dasar yang kuat untuk pembangunan ekonomi yang adil merata dan terencana,” tambah Prabowo,
Sementaram Presiden Jokowi, dijelaskan Prabowo telah membangun berbagai infrastruktur penting meningkatkan konektivitas antara sentra ekonomi, memimpin Indonesia di saat yang kritis yaitu pandemi covid 19, sehingga Indonesia termasuk salah satu negara yang paling cepat pulih dari dampak pandemi, keluar dari kesulitan ekonomi dan juga merintis pembangunan IKN dan meletakkan dasar strategi hilirisasi sumber daya alam.
Penulis: Hutomo Budi/Ter