Top
Begin typing your search above and press return to search.

Wawali Solo dorong kolaborasi koperasi untuk perkuat ketahanan pangan

Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Astrid Widayani, mendorong penguatan peran koperasi peternak telur melalui kolaborasi lintas sektor demi menjaga ketahanan pangan dan mendukung program penurunan stunting.

Wawali Solo dorong kolaborasi koperasi untuk perkuat ketahanan pangan
X
Sumber foto: Agung Santoso/elshinta.com.

Elshinta.com - Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Astrid Widayani, mendorong penguatan peran koperasi peternak telur melalui kolaborasi lintas sektor demi menjaga ketahanan pangan dan mendukung program penurunan stunting. Pesan tersebut disampaikan usai menghadiri Rapat Anggota Tahunan Koperasi Jasa Pinsar Petelur Nasional Anggaran 2024 di Tower UNS, Kamis (14/8/2025).

Astrid menilai, kehadiran peternak telur dari seluruh penjuru Indonesia menjadi bukti tingginya permintaan masyarakat terhadap produk bergizi. “Harapannya, koperasi bisa berkembang secara kualitas, bermanfaat untuk anggota maupun masyarakat. Dengan kolaborasi pemerintah, swasta, dan koperasi berbasis ekonomi kerakyatan, produsen dan peternak dapat saling menopang suplai, termasuk dengan Koperasi Merah Putih di Solo,” ujarnya.

Ia menambahkan, program kolaborasi dapat diarahkan untuk mendukung agenda nasional ketahanan pangan yang menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto, terlebih Jawa Tengah ditargetkan menjadi lumbung pangan terbesar di Indonesia.

“Produk berkualitas dan suplai yang baik dari koperasi akan menjadi penopang utama ketahanan pangan,” kata Astrid seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Jumat (15/8).

Menurutnya, di Solo, Koperasi Merah Putih telah berperan dalam menggerakkan UMKM lokal, khususnya peternak telur di wilayah Soloraya. Pemerintah Kota Solo juga membuka peluang kerja sama dengan BUMD, seperti memanfaatkan fasilitas pergudangan dan pedaringan untuk memperkuat rantai pasok.

Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yusgiarso, menilai kerja sama dengan Koperasi Merah Putih sangat strategis. “Koperasi kami terbatas jumlahnya, tetapi anggotanya banyak. Koperasi Merah Putih bisa bersama-sama mengangkat nilai telur sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat, dan produksi bisa mencukupi kebutuhan untuk mengurangi stunting,” jelasnya.

Yudianto juga mengungkapkan tantangan utama peternak saat ini adalah harga pakan, terutama jagung, yang mengalami kenaikan signifikan. Selama 6–7 bulan terakhir, harga telur stabil di kisaran Rp23.500–Rp24.000 per kilogram, namun gejolak harga jagung mengancam stabilitas tersebut.

“Kenaikan harga pakan tidak selalu diikuti harga telur. Kalau pasokan jagung terganggu, peternak bisa rugi. Pemerintah perlu menjaga ketersediaan dan harga pakan,” tegasnya.

Ia menyebut, selain jagung, harga katul juga melonjak dari Rp3.200 menjadi hampir Rp5.000 per kilogram. Kondisi ini terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dan memerlukan penanganan serius agar tidak berdampak buruk pada industri peternakan telur.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire