Menag: Kemerdekaan sejati diukur dari harmonisnya kehidupan sosial
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan kemerdekaan sejati bukan hanya diukur dari kesejahteraan fisik, tetapi juga dari kematangan spiritual dan harmonisnya kehidupan sosial.

Elshinta.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan kemerdekaan sejati bukan hanya diukur dari kesejahteraan fisik, tetapi juga dari kematangan spiritual dan harmonisnya kehidupan sosial.
"Setiap zaman melahirkan pahlawan Indonesia. Selalu ada pejuang di setiap pergerakan masa, dari dulu hingga kini," ujar Menag Nasaruddin Umar berpesan jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, di Jakarta, Jumat.
Nasaruddin mengatakan sejak awal diraihnya kemerdekaan, unsur spiritual bangsa begitu melekat. Kemerdekaan diraih atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa yang harus terus syukuri.
Di dalamnya tersimpan kisah ribuan bahkan jutaan pahlawan bangsa yang telah mengukir keteladanan dalam perjuangan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.
"Mari bersama para pejuang masa kini kita kobarkan semangat pahlawan bangsa untuk mewujudkan kemerdekaan hakiki. Tidak hanya sejahtera secara fisik, tapi juga spiritual dan sosial," katanya.
Ia menjelaskan perjuangan para pahlawan sarat dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, permusyawaratan, serta keadilan sosial.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi untuk menjaga bangsa yang majemuk seperti hamparan zamrud khatulistiwa ini agar tetap utuh, terlindungi, semakin maju, sejahtera, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Menutup pesannya, Menag mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai simbol persatuan, kedaulatan, dan komitmen membangun bangsa yang maju.
"Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia. Mari bersatu, berdaulat, serta mewujudkan rakyat sejahtera dan Indonesia maju," kata dia.