RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus bangun gedung baru senilai Rp.44,6 miliar
Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus Jawa Tengah secara resmi melaksanakan Groundbreaking atau peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya dua proyek pembangunan infrastruktur layanan kesehatan, yaitu Gedung IGD dan PONEK, serta Gedung Stroke dan Onkologi.

Elshinta.com - Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus Jawa Tengah secara resmi melaksanakan Groundbreaking atau peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya dua proyek pembangunan infrastruktur layanan kesehatan, yaitu Gedung IGD dan PONEK, serta Gedung Stroke dan Onkologi.
Groundbreaking dilakukan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Kudus Jumat (15/8) siang. Pembangunan ini senilai Rp. 44,6 miliar.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi dr. Abdul Hakam, menyampaikan, acara ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kudus.
”Tahun ini ada dua pekerjaan fisik yang waktunya barengan yakni Pembangunan Gedung Stroke Onkologi dan IGD Ponek,” katanya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.
Direktur menjelaskan, Gedung Stroke Onkologi nantinya terdiri dari lima lantai. Gedung yang dibangun dengan dana cukai ini dirancang untuk menjadi pusat layanan komprehensif bagi pasien stroke dan kanker. Dengan rincian lantai 1 untuk area parkir mobil, lantai 2 untuk area parkir motor, lantai 3 untuk poliklinik saraf komprehensif, dan lantai 4dan 5 untuk ruang rawat inap khusus stroke dan kanker.
”Ruang rawat inap khusus stroke dan kanker di dua lantai tersebut total kami sediakan 40 tempat tidur,” jelasnya.
Hakam menyebut, pekerjaan dengan nilai kontrak Rp 44,6 miliar ini akan berlangsung mulai 14 Agustus – 27 Desember 2025. Sementara itu untuk pembangunan IGD Ponek dimulai lebih awal, yaitu pada 25 Juli hingga 21 Desember 2025, dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.
Gedung IGD Ponek didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai kontrak sebesar Rp 6.860.535.200. Gedung ini akan memperkuat pelayanan kegawatdaruratan serta layanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (PONEK).
Gedung dirancang dua lantai, dengan rincian lantai 1 merupakan IGD terpadu berkapasitas 40 tempat tidur, dilengkapi dengan ruang KDRT dan Jiwa, ruang transit jenazah, serta ruang SPGDT.
Sementara lantai 2 digunakan untuk ruang perkantoran untuk mendukung operasional layanan. Dengan terwujudnya kedua fasilitas ini, diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, komprehensif, dan berstandar tinggi, terutama dalam penanganan kegawatdaruratan, stroke, dan kanker.