Ratusan alumni SMPN 13 Kota Bekasi demo tuntut guru OR dipecat
Ratusan alumni SMP Negeri 13 Kota Bekasi mendatangi sekolahnya sebagai bentuk protes atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru olahraga berinisial J.

Elshinta.com - Ratusan alumni SMP Negeri 13 Kota Bekasi mendatangi sekolahnya sebagai bentuk protes atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru olahraga berinisial J.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban mulai berani mengungkapkan kejadian keji tersebut.
Salah seorang orang tua korban yang merupakan lulusan angkatan 2004/2005 juga mengaku anaknya menjadi korban pencabulan.
“Anak saya baru mengakui hari ini setelah ramai kalau dirinya telah dipegang alat vitalnya oleh guru olahraga berinisial J,” ungkapnya dengan nada tegas.
Sementara itu, Bilal, salah seorang alumni yang mewakili korban, menyatakan pihaknya telah menemui pihak sekolah untuk meminta klarifikasi.
Ia menegaskan, para korban siap melaporkan kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi.
“Dari informasi yang saya terima, guru J bahkan melakukan aksinya di ruang OSIS karena ia juga menjabat sebagai pembina OSIS. Kami mendorong semua korban untuk berani speak up agar bisa bersama-sama melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota,” ujar Bilal seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Senin (25/8).
Pihak sekolah akhirnya angkat bicara terkait kasus ini dengan menemui masa aksi.
Salah seorang perwakilan sekolah mengungkapkan bahwa guru berinisial J telah mendapatkan sanksi berupa skorsing serta pencabutan jabatan sebagai guru maupun pembina OSIS.
Meski begitu, ratusan alumni tetap menuntut proses hukum yang jelas agar kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan tidak kembali terulang.
Aksi protes yang berlangsung di luar sekolah sempat menimbulkan kericuhan, hingga akhirnya pihak sekolah memutuskan menghentikan kegiatan belajar mengajar lebih awal.
Seluruh siswa dipulangkan demi menjaga ketertiban dan keamanan.
Kasus dugaan pelecehan seksual ini menambah daftar panjang kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan. Alumni menegaskan, mereka akan terus mengawal kasus ini hingga aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan para korban.