Senin, 10 Desember 2018 | 08:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pemda diminta intensifkan pendampingan UMKM hadapi MEA

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Muhammad Iqbal Fauzan    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto : Istimewa
Ilustrasi. Foto : Istimewa
<p>Komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah daerah mengintensifkan pendampingan agar pelaku usaha kecil mampu bersaing saat Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan pada 1 Januari 2016.</p><p>"Tanpa pendampingan serius, daya saing UMKM di DIY sulit bersaing saat MEA diberlakukan," kata Ketua Umum Komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) DIY Prasetyo Atmosutidjo di Yogyakarta, Sabtu (19/12).</p><p>Menurut Prasetyo, hingga kini masih banyak pelaku UMKM yang belum betul-betul memahami tantangan yang akan dihadapi saat MEA diberlakukan.</p><p>Padahal, katanya, tanpa kesiapan yang memadai masyarakat bahkan pelaku usaha akan menjadi penonton di negeri sendiri sebab akan banyak barang dan jasa yang masuk di pasar Indonesia dengan kualitas bersaing.</p><p>Sebaliknya, jika kesiapan itu telah memadai, sejatinya MEA merupakan kesempatan bagi UMKM untuk memperluas akses pasar di negara-negara ASEAN.</p><p>Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM daerah ini mengintensifkan berbagai pendampingan dengan memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM.</p><p>"Perlu pelatihan-pelatihan bagi pengusaha secara intensif, misalnya dengan menanamkan disiplin kerja dalam membangun usaha," kata dia Selain pendampingan, ia mengatakan hal mendasar yang dibutuhkan UMKM saat ini yakni menyangkut kemudahan akses permodalan.</p><p>Ia menilai akses permodalan di kebanyakan perbankan masih susah ditembus kalangan pengusaha kecil dan menengah.</p><p>Menurut dia, untuk menghadapi tantangan MEA pada 1 Jannuari 2016, kualitas serta kemampuan bertahan UMKM perlu diperkuat. Adapun akses pinjaman modal, dapat menjadi salah satu alat untuk penguatan itu.</p><p>"Kami berharap tidak ada lagi prosedur yang berbelit-belit yang mempersulit pelaku UMKM mendapatkan pinjaman modal," kata Prasetyo. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 10 Desember 2018 - 07:53 WIB

Jakarta berpotensi hujan lebat disertai petir

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 07:42 WIB

Zawawi Imron: Memajukan Indonesia butuh hati yang indah

Bencana Alam | 10 Desember 2018 - 07:19 WIB

Waspadai! Pakar: Geopark Ciletuh rawan gempa dan tsunami

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 06:56 WIB

Kapolri: Tunjangan kinerja Polri jadi 70 persen

<p>Komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah daerah mengintensifkan pendampingan agar pelaku usaha kecil mampu bersaing saat Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan pada 1 Januari 2016.</p><p>"Tanpa pendampingan serius, daya saing UMKM di DIY sulit bersaing saat MEA diberlakukan," kata Ketua Umum Komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) DIY Prasetyo Atmosutidjo di Yogyakarta, Sabtu (19/12).</p><p>Menurut Prasetyo, hingga kini masih banyak pelaku UMKM yang belum betul-betul memahami tantangan yang akan dihadapi saat MEA diberlakukan.</p><p>Padahal, katanya, tanpa kesiapan yang memadai masyarakat bahkan pelaku usaha akan menjadi penonton di negeri sendiri sebab akan banyak barang dan jasa yang masuk di pasar Indonesia dengan kualitas bersaing.</p><p>Sebaliknya, jika kesiapan itu telah memadai, sejatinya MEA merupakan kesempatan bagi UMKM untuk memperluas akses pasar di negara-negara ASEAN.</p><p>Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM daerah ini mengintensifkan berbagai pendampingan dengan memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM.</p><p>"Perlu pelatihan-pelatihan bagi pengusaha secara intensif, misalnya dengan menanamkan disiplin kerja dalam membangun usaha," kata dia Selain pendampingan, ia mengatakan hal mendasar yang dibutuhkan UMKM saat ini yakni menyangkut kemudahan akses permodalan.</p><p>Ia menilai akses permodalan di kebanyakan perbankan masih susah ditembus kalangan pengusaha kecil dan menengah.</p><p>Menurut dia, untuk menghadapi tantangan MEA pada 1 Jannuari 2016, kualitas serta kemampuan bertahan UMKM perlu diperkuat. Adapun akses pinjaman modal, dapat menjadi salah satu alat untuk penguatan itu.</p><p>"Kami berharap tidak ada lagi prosedur yang berbelit-belit yang mempersulit pelaku UMKM mendapatkan pinjaman modal," kata Prasetyo. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

Kamis, 06 Desember 2018 - 09:52 WIB

BTS peringkat 8 artis top Billboard

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com