Sabtu, 18 November 2017

Tahun Baru, kalender lama: asal-usul dan kontroversi kalender Gregorian

Jumat, 01 Januari 2016 09:35

Paus Gregorius XIII yang memperkenalkan kalender Gregorian (sumber: Ancient Origins) Paus Gregorius XIII yang memperkenalkan kalender Gregorian (sumber: Ancient Origins)
Ayo berbagi!

Kalender yang paling banyak digunakan pada saat ini adalah kalender Gregorian atau juga dikenal sebagai penanggalan Masehi. Dinamakan setelah Gregorius XIII, paus yang memperkenalkannya pada 1582.

Sekarang kalender tersebut menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan kebanyakan dari kita tidak mengenal latar belakang pembuatannya serta dampak penggunaannya pada dunia. 

Perkenalan pada kalender Julian

Sebelum digunakannya kalender Gregorian, kalendar yang digunakan umum di Eropa adalah kalender Julian. Penanggalan ini diperkenalkan oleh Julius Caesar di tahun  46 SM dan ketika berlaku setahun kemudian menjadi kalender utama yang berlaku di wilayah kekuasaan Romawi. 

Image title

Contoh kalender sebelum kalender Julian, disebut Fasti Praenestini (sumber: Ancient Origins)

Ketika Kekaisaran Romawi mengalami kristeninasi, kalender Julian kemudian dipeluk sebagai kalender liturgi Kristiani. Hal ini yang memungkinkan penggunaan kalender Julian dipakai melampaui wilayah Romawi, hingga ke Rusia bahkan ke Dunia Baru (Amerika). 

Kebutuhan akan kalender baru

Salah satu masalah dari kalender Julian adalah tidak tepatnya panjangnya tahun berdasarkan matahari dengan selisih 11 menit tiap tahunnya. Artinya, seiring waktu kalender ini tidak akan tepat mengikuti musim. Lebih penting lagi bagi seorang paus, perayaan Hari Paskah yang secara tradisional dirayakan setiap 21 Maret, makin menjauh dengan equinox musim semi setiap tahun yang berjalan. 

Image title

Mosaik keempat musim (sumber: Ancient Origins)

Ketika kesalahan ini dapat diperbaiki, lalu kalender Gregorian diperkenalkan sang paus pada tahun 1582 dalam sebuah pengumuman yang berjudul Inter gravissimas. Perubahan dari kalender Julian ke Gregorian diikuti oleh kebanyakan negara-negara yang masuk dalam kekuasaan raja-raja beragama Katolik, seperti di Spanyol, Portuganl (serta jahannya) dan Prancis. 

Image title

Halaman pertama pengumuman Inter gravissimas oleh Paus Gregorius XIII yang memperkenalkan kalendernya (sumber: Ancient Origins)

Penolakan kalender

Negara-negara dengan penguasa Kristen Protestan pada awalnya menolak kalender baru tersebut. Karena kaitannya dengan lembaga kepausan, negara-negara ini merasa penggunaan kalender Gregorian dapat memberikan kesan kembalinya mereka ke dalam pengaruh Gereja Katolik Roma. Begitu juga negara-negara dengan penduduk Kristen Ortodoks tidak serta-merta menggunakan kalender baru ini. 

Image title

Kalender Para Kudus milik Kristen Ortodoks (sumber: Ancient Origins)

Lambat laun negara-negara ini akhirnya menggunakan kalender Gregorian ini. Undang-undang Kalender 1750 memperkenalkan Kalender Gregorian di Imperium Inggris. Oleh karena itu pada tahun 1752, Inggris Raya serta jajahannya berpindah dari kalendr Julian ke Gregorian. Untuk menyamakan penanggalan di Inggris dengan Eropa lainnya, diputuskan bahwa 2 September 1752 (Hari Rabu) diikuti oleh 14 September 1752 (Kamis), dengan kehilangan 11 hari kalender. 

"Berikan sebelas hari kami" 

Perubahan kalender ini konon menyebabkan kerusuhan di Inggris. Dalam sebuah lukisan pada tahun 1755 oleh William Hogarth yang berjudul Hiburan Pemilihan Umum, merujuk pada pemilu tahun 1754, telihat sebuah spanduk kampanye yang mengatakan "berikan kami sebelas hari yang hilang" seolah-olah telah terjadi keributan pada masa kampanye. Kini sejarahwan berkesimpulan bahwa keadaan tersebut sangat dibesar-besarkan. 

Image title

Lukisan berjudul "Hiburan Pemilihan Umum" oleh Hogarth (sumber: Ancient Origins)

Penggunaan kalender Gregorian di kemudian hari

Inggris Raya bukan merupakan yang terakhir berpindah ke kalender Gregorian. Kesultanan Ottoman baru berpindah ke kalender Gregorian di tahun 1917. Perubahan terjadi dari kalender Rumi (yang berdasarkan kalender Julian), meskipun berawal terhitung dari tahun Hijrah Nabi Muhammad SAW pada tahun 622 M. 

Negara lain yang tergolong lambat menggunakan kalender Gregorian adalah Rusia yang baru menggunakannya pada tahun 1918. Akan tetapi kalender Julian tetap digunakan hingga hari ini oleh Gereja Kristen Ortodoks Rusia. Hal ini dapat dilihat dengan dirayakannya Natal di Rusia pada tanggal 7 Januari yang merupakan ekuivalen kalender Julian untuk 25 Desember pada kalender Gregorian. 

Image title

Relief perkenalan kalender Gregorian pada makam Paus Gregorius XIII (sumber: Ancient Origins)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar