Senin, 10 Desember 2018 | 21:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Masyarakat diminta waspadai penyakit DBD

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan agar masyarakat setempat waspada bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring datangnya musim hujan di daerah itu.</p><p>"Intensitas hujan mulai meningkat yang akan berdampak juga pada meningkatnya jumlah nyamuk, termasuk nyamuk jenis aedes aegypti, untuk itu kami mengimbau agar masyarakat bisa meningkatkan kepedulian dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat," kata Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Bina Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat Achmad Nursyandi di Muntok, Minggu (03/01).</p><p>Berdasarkan data jumlah kasus pada tahun-tahun sebelumnya, kata dia, penderita penyakit DBD akan meningkat pada saat memasuki musim penghujan dan akan mencapai puncaknya pada Januari dan Februari.</p><p>Menurut dia, peningkatan jumlah kasus tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya jumlah nyamuk aedes aegypti, yaitu jenis nyamuk yang dapat membawa atau menjadi perantara virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.</p><p>"Salah satu cara paling efektif untuk menekan perkembangbiakan nyamuk yaitu dengan melakukan tiga M atau menguras, menutup, mengubur benda yang bisa menampung atau menimbulkan genangan air yang biasa dijadikan tempat berkembang biak nyamuk," ucapnya.</p><p>Menurut dia, pola itu bisa diikuti dengan menghindari kemungkinan terkena gigitan nyamuk, seperti tidur menggunakan kelambu, penggunaan obat nyamuk dan lainnya.</p><p>"Selain itu usahakan badan tetap sehat dan daya tahan tubuh prima dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal," ujarnya.</p><p>Ia mengatakan, dalam tiga bulan terakhir jumlah penderita positif DBD di daerah itu mencapai 27 kasus, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tiga bulan sebelumnya yang hanya ditemukan sebanyak 10 kasus.</p><p>Menurut dia penyakit demam berdarah cukup ganas dan berbahaya, untuk itu masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara-cara mengendalian nyamuk dan ikut berperan membantu mengurangi persebaran penyakit demam berdarah. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas pemilu harus independen

<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan agar masyarakat setempat waspada bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring datangnya musim hujan di daerah itu.</p><p>"Intensitas hujan mulai meningkat yang akan berdampak juga pada meningkatnya jumlah nyamuk, termasuk nyamuk jenis aedes aegypti, untuk itu kami mengimbau agar masyarakat bisa meningkatkan kepedulian dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat," kata Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Bina Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat Achmad Nursyandi di Muntok, Minggu (03/01).</p><p>Berdasarkan data jumlah kasus pada tahun-tahun sebelumnya, kata dia, penderita penyakit DBD akan meningkat pada saat memasuki musim penghujan dan akan mencapai puncaknya pada Januari dan Februari.</p><p>Menurut dia, peningkatan jumlah kasus tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya jumlah nyamuk aedes aegypti, yaitu jenis nyamuk yang dapat membawa atau menjadi perantara virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.</p><p>"Salah satu cara paling efektif untuk menekan perkembangbiakan nyamuk yaitu dengan melakukan tiga M atau menguras, menutup, mengubur benda yang bisa menampung atau menimbulkan genangan air yang biasa dijadikan tempat berkembang biak nyamuk," ucapnya.</p><p>Menurut dia, pola itu bisa diikuti dengan menghindari kemungkinan terkena gigitan nyamuk, seperti tidur menggunakan kelambu, penggunaan obat nyamuk dan lainnya.</p><p>"Selain itu usahakan badan tetap sehat dan daya tahan tubuh prima dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal," ujarnya.</p><p>Ia mengatakan, dalam tiga bulan terakhir jumlah penderita positif DBD di daerah itu mencapai 27 kasus, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tiga bulan sebelumnya yang hanya ditemukan sebanyak 10 kasus.</p><p>Menurut dia penyakit demam berdarah cukup ganas dan berbahaya, untuk itu masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara-cara mengendalian nyamuk dan ikut berperan membantu mengurangi persebaran penyakit demam berdarah. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com