Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Masuk era MEA, Indonesia tingkatkan kegiatan ekspor

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
<p>Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk siap menghadapi pemberlakuan perdagangan bebas di kawasan Asean. Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) resmi berlaku begitu memasuki tahun 2016,.</p><p> </p><p>Semenjak gagasan MEA dicetuskan, kebijakan ekonomi yang melibatkan negara serumpun di kawasan Asia Tenggara ini, telah mengundang berbagai polemik. Namun demikian, menurut Presiden Joko Widodo, Indonesia harus siap menghadapi era perdagangan bebas. </p><p> </p><p>Masyarakat diminta tidak takut menghadapi gempuran perdagangan produk-produk dari luar negeri, sebaliknya mengirim produk-produk Indonesia yang berkualitas ke luar negeri.</p><p> </p><p>Untuk itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfokuskan diri pada pemenuhan pasar domestik melalui peningkatan produksi dan penguatan industri. Keputusan tersebut diambil karena posisi Indonesia di ASEAN sekitar 40 persen berada di Indonesia.</p><p> </p><p>"Meski tetap, soal ekspor kita perhatikan juga, karena kita juga butuh dolar," kata Direktur Kerja Sama ASEAN Kemendag Donna Gultom pada Minggu (3/1). </p><p> </p><p>Banyak tantangan dari segi infrastruktur dan pemenuhan energi yang segera dipenuhi. Indonesia tampak tertinggal jauh di bidang kemampuan ekspor jika dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lain dimana kontribusi ekspor Indonesia terhadap PDB hanya 24 persen saja. </p><p> </p><p>Sembari menanti penguatan infrastruktur dan energi, penyederhanaan perizinan dan regulasi akan sangat membantu melancarkan kegiatan ekspor.  Foreign Direct Investment (FDI) juga akan diarahkan pada penguatan teknologi produksi yang nantinya akan berujung pada penguatan kegiatan ekspor.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk siap menghadapi pemberlakuan perdagangan bebas di kawasan Asean. Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) resmi berlaku begitu memasuki tahun 2016,.</p><p> </p><p>Semenjak gagasan MEA dicetuskan, kebijakan ekonomi yang melibatkan negara serumpun di kawasan Asia Tenggara ini, telah mengundang berbagai polemik. Namun demikian, menurut Presiden Joko Widodo, Indonesia harus siap menghadapi era perdagangan bebas. </p><p> </p><p>Masyarakat diminta tidak takut menghadapi gempuran perdagangan produk-produk dari luar negeri, sebaliknya mengirim produk-produk Indonesia yang berkualitas ke luar negeri.</p><p> </p><p>Untuk itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfokuskan diri pada pemenuhan pasar domestik melalui peningkatan produksi dan penguatan industri. Keputusan tersebut diambil karena posisi Indonesia di ASEAN sekitar 40 persen berada di Indonesia.</p><p> </p><p>"Meski tetap, soal ekspor kita perhatikan juga, karena kita juga butuh dolar," kata Direktur Kerja Sama ASEAN Kemendag Donna Gultom pada Minggu (3/1). </p><p> </p><p>Banyak tantangan dari segi infrastruktur dan pemenuhan energi yang segera dipenuhi. Indonesia tampak tertinggal jauh di bidang kemampuan ekspor jika dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lain dimana kontribusi ekspor Indonesia terhadap PDB hanya 24 persen saja. </p><p> </p><p>Sembari menanti penguatan infrastruktur dan energi, penyederhanaan perizinan dan regulasi akan sangat membantu melancarkan kegiatan ekspor.  Foreign Direct Investment (FDI) juga akan diarahkan pada penguatan teknologi produksi yang nantinya akan berujung pada penguatan kegiatan ekspor.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com