Selasa, 26 September 2017

Asal usul Ksatria Templar - keturunan Para Tetua Yahudi?

Jumat, 08 Januari 2016 12:13

Relief sarkofagus seorang Ksatria Templar (sumber: Ancient Origins) Relief sarkofagus seorang Ksatria Templar (sumber: Ancient Origins)
Ayo berbagi!

Ksatria Templar tiba di Tanah Suci (Palestina dan sekitarnya) untuk mengklaim harta karun yang mereka yakini sebagai haknya.

Menuruh sejarahwan modern peneliti Templar, Tim Wallace-Murphy dan Christopher Knight, para ksatria yang tergabung dalam Ordo Templar merupakan gelombang bangsawan Eropa yang memiliki darah para Tetua Yahudi yang meninggalkan Tanah Suci sekitar 70M, ketika bangsa Romawi menghancurkan sebagian besar dari kota-kota penting seperti Yerusalem. 

Templar, keluarga Rex Deus

Sebelum meninggalkan negerinya, para Tetua ini menyembunyikan harta karun Bait Allah serta naskah-naskah berharga dari sekte Essene dan ilmu Kabbala di titik-titik strategis yang sulit ditemukan oleh pasukan Kaisar Titus yang mencari barang rampasan. Kemudian mereka hijrah ke Eropa, dan banyak diantaranya kemudian menikah ke dalam keluarga-keluarga bangsawan Eropa. Dari para Tetua ini, dua puluh empat diantaranya akan menjadi patriark dari sekelompok keluarga ningrat Eropa yang dikenal sebagai keluarga "Rex Deus" (artinya Raja Tuhan) atau "Bintang".

Selama ratusan tahun, rahasia lokasi harta karun tersebut diwariskan secara turun-temurun hingga waktu Perang Salib Pertama, ketika para anggota keluarga Rex Deus yang menjadi ksatria bergabung dalam petualangan ke timur yang mengatasnamakan agama, dan bertujuan mengalahkan kaum Muslim dan mengambil kembali harta keluarga mereka. 

Kesembilan pendiri Ordo Templar merupakan anggota atau menikah dengan anggota keluarga Rex Deus. Salah satunya adalah Godfrey de Boullion, seorang jendral Prancis yang memimpin pasukan dalam Perang Salib Pertama melawan pihak Muslim. Sepupunya, Raja Baldwin II dari Yerusalem, membantu para Templar dalam mengambil harta karunnya, dengan menghadiahkan Mesjid al-Aqsa kepada Ordo tersebut untuk mereka gunakan. 

Image title

Masjid al-Aqsa, Yerusalem yang pernah menjadi markas Templar di Palestine (sumber: Ancient Origins)

Harta karun dari Palestina ke Skotlandia

Sisa-sisa penggalian oleh kaum Templar ditemukan pada tahun 1800 oleh detasemen Zeni Kerajaan Inggris dan sekarang menjadi milik keluarga peneliti Templar asal Skotlandia, Robert Brydon. 

Nampaknya para Tetua Yahudi menyimpan banyak dari peninggalan mereka di area yang dikenal sebagai Kandang Kuda Sulaiman, karena disitulah para Templar banyak melakukan penggalian. Setelah sembilan tahun menggali, kesembilan Templar yang pertama telah mengambil harta dan dokumen yang memenuhi empat koper. 

Ketika Raja Baldwin sakit mendadak dan meninggal, para Templar membawa harta mereka kembali ke Eropa dan singgah di St.Omer, Flanders (sekarang Belgia) untuk menyalin salah satu dokumen mereka dan diganti oleh seorang rahib bernama Lambert de St.Omer. Berjudul Yerusalem Surgawi, dokumen yang disalin sekarang tersimpan di perpustakaan Universitas Ghent, Belgia. 

Image title

Salinan Yerusalem Surgawi yang terdapat di Universitas Ghent (sumber: Ancient Origins)

Setelah sebuah upacara khusus bersama Paus Honorius III pada Konsili Troyes di tahun 1128, dua dari Ksatria Templar, Hughes de Payen dan Andre de Montbard, mengangkut keempat koper tersebut ke Kilwinning, Skotlandia, yang juga merupakan lokasi Loji Induk Freemason. 

Kapel Rosslyn dan keempat koper

Koper tersebut berdiam disana untuk waktu yang lama hingga akhirnya berpindah ke Kastil Sinclair di Roslin dekat Edinburgh. Keluarga Sinclair merupakan salah satu anggota Rex Deus dimana salah satu nenek moyangnya Catherine de Saint Clair menikahi Hughes de Payen sepuluh tahun sebelum dia mengambil sumpah dan menjadi rahib pada tahun 1128. 

Oleh karena ikatan keluarga inilah, maka sebagian besar harta karun yang berhasil lolos dari Prancis pada tahun 1307 (ketika Ordo Templar dilarang oleh Raja Prancis), jatuh ke dalam tangan klan Sinclair. 

Image title

Reruntuhan Kastil Sinclair di Roslin, Skotlandia (sumber: Ancient Origins)

Para bangsawan Sinclair dari Roslin menyimpan harta karun tersebut di kastil mereka hingga sebuah kebakaran melandanya dan mereka terpaksa memindahkan hartanya ke tempat yang lebih aman. Sepertinya memang ada hikmah dari kejadian tersebut, karena tidak lama setelah kebakaran, terjadi renovasi besar-besaran yang memungkinkan penyimpanan harta tersebut dengan aman. 

Image title

di dalam Kapel Rosslyn, Roslin Skotlandia (sumber: Ancient Origins)

Konfirmasi tersimpannya keempat koper tersebut diperoleh melalui penindaian area sekitar kapel tersebut selama dua puluh tahun, dimana ditemukan sebuah tempat penyimpanan bawah tanah yang mengandung empat koper besar. Tempat penyimpanan ini terdapat persis di bawah bagian yang paling dilindungi oleh kapel tersebut. 

Jika, sebagaimana diyakini beberapa pihak, Kapel Rosslyn merupakan tiruan letak Bait Allah maka titik tersebut merupakan inner sanctum, atau tempat tersuci dari yang suci. Periset Christoper Knight yakin bahwa kapel ini adalah tiruan Bait Allah di zaman Raja Herodes, sehingga terdapat juga bagian dinding luar yang sengaja tidak selesai. 

Image title

Bagian luar Kapel Rosslyn (sumber: Ancient Origins)

Menurut Knight, tembok ini ditambahkan dengan sengaja untuk memberikan penampilan yang serupa dengan reruntuhan Bait Allah di masa Herodes, seperti waktu kaum Templar menggalinya. Jika benar, maka Kapel Rosslyn dibangun dengan meniru Bait Allah supaya harta karun yang diambil dapat dikembalikan secara simbolis ke versi tiruan dari lokasi penyimpanan harta karun yang asli. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar