Sabtu, 24 Februari 2018

Menteri Susi: PTSP mudahkan investasi sektor perikanan

Jumat, 15 Januari 2016 16:41

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Ayo berbagi!

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang ada di bagunan baru Gedung Mina Bahari (GMB) IV Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal memudahkan investasi di sektor perikanan.

"Dengan adanya pelayanan satu pintu tersebut, diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan usaha dan berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan," kata Susi Pudjiastuti setelah meresmikan GMB IV KKP, Jakarta, Jumat (15/1).

Dia menjabarkan, PTSP terdiri atas 20 loket dan satu gerai BRI, serta ada beberapa layanan yang dapat diberikan PTSP kepada masyarakat antara lain, Surat Keterangan Teknis Pemasukan Pakan dan Bahan Baku Pakan Ikan, Surat Rekomendasi Pemasukan/Pengeluaran Ikan Hidup, dan Pemantauan Keaktifan Pergerakan Kapal Perikanan, dan Pendaftaran Nomor Registrasi Ekspor ke Negara Mitra.

Selain membuka peluang investasi bagi sektor usaha, ujar dia, peresmian GMB IV menjadi momen untuk menyatukan seluruh elemen unit kerja dan pegawai KKP yang selama ini tersebar di beberapa tempat.

Tak hanya PTSP, lanjutnya, di lantai satu gedung tersebut juga terdapat "MEA Center" yang diperuntukan sebagai pusat informasi dan referensi kerja sama sektor kelautan dan perikanan dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Kami merasa perlu untuk menggabungkan unit kerja dalam satu kawasan yang terintegrasi dengan gedung yang sudah ada sebelumnya, yakni GMB I, II dan III. Sehingga memudahkan untuk koordinasi, dan atas dasar kebutuhan tersebut, maka dibangunlah GMB IV ini," ujar Susi.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga meyakini bahwa pelayanan terpadu itu juga dapat mengurangi tindak pidana perikanan karena salah satu layanan yang diberikan bisa dimanfaatkan guna memantau aktivitas dan pergerakan kapal perikanan yang beroperasi di kawasan perairan Indonesia.

Terkait dengan GMB IV, Gedung yang dibangun sejak 23 April 2013 itu juga mengambil konsep kantor yang ramah lingkungan dengan tujuan untuk mencegah dan mengurangi pencemaran serta mewujudkan efisiensi penggunaan sumber daya ramah lingkungan untuk mencegah dan mengurangi pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas perkantoran.

"Ini merupakan salah satu upaya KKP melakukan penghematan terhadap energi terutama lampu dan AC. Gedung ini pun menggunakan lampu dan peralatan listrik hemat energi serta teknologi energi terbarukan. Selain itu, hemat terhadap air dengan penggunaan sistem tangkapan air dan daur ulang," tuturnya.

Untuk itu, Menteri Susi juga mengatakan bahwa dengan penghematan energi, maka pemerintah pun dapat menghemat pengeluaran negara.

Dengan menghemat pengeluaran rutin operasional gedung, lanjutnya, maka dinilai juga dapat menghemat pengeluaran negara, sehingga APBN dapat dialokasikan untuk program serta bantuan yang dapat langsung mensejahterakan masyarakat dan nelayan.

"Penghematan terhadap keuangan negara sudah kita lakukan pada akhir Desember 2015 lalu, kami berhasil mengembalikan Rp1,5 triliun ke kas negara, yaitu 15 persen dari pagu APBN Perubahan 2015 sebesar Rp10,5 triliun, tanpa mengurangi target kinerja yang dilakukan KKP," jelas Susi.

Menteri Susi juga mengutarakan harapannya dengan gedung baru itu juga dapat meningkatkan kinerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar