Rabu, 21 November 2018 | 09:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Universitas terbesar Uganda dituduh keluarkan gelar palsu

Rabu, 11 Februari 2015 - 23:45 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
<content type="xhtml" xml:lang="id"> <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr"> <div class="bbc-image" itemscope="itemscope" itemtype="http://schema.org/ImageObject"> <img alt="Makerere" height="360" itemprop="contentUrl" src="http://a.files.bbci.co.uk/worldservice/live/assets/images/2015/02/11/150211155200_makerere_640x360_bbc_nocredit.jpg" width="640"/> <p class="bbc-caption">Dikatakan hasil penyelidikan dapat mengakibatkan sejumlah perubahan di Makerere.</p> <meta content="bbc" itemprop="copyrightHolder"/> </div> <p>Perguruan tinggi tertua dan paling besar di Uganda, Makerere, mengadakan penyelidikan terkait tuduhan pemberian gelar palsu kepada mahasiswa-mahasiswa yang tidak lulus ujian.</p> <p>Perkara ini muncul setelah bulan lalu terdapat 12.000 mahasiswa yang menamatkan perguruan tinggi tersebut, namun sedikitnya 600 orang diduga tidak memenuhi syarat minimum kelulusan.</p> <p>Pembantu rektor Ernest Okello Ogwang mengatakan kepada BBC bahwa mungkin ada usaha sengaja untuk mengubah hasil ujian.</p> <p>Adapun kepala jurusan jurnalistik Universitas Makerere, William Tayeebwa, memberikan contoh ada seorang mahasiswa yang sudah jelas gagal dalam ujian dengan hanya mengumpulkan nilai 44% ternyata nilainya ditambah menjadi 71%.</p> <p>Dengan penyelidikan resmi ini diharapkan akan ada berbagai perubahan menuju perbaikan.</p> <p>"Ini adalah masalah buruk sekali. Yang kedua, bagus sekali persoalan muncul sekarang. Yang ketiga, siapa yang menguaknya," kata Direktur Penelitian Sosial di Makerere, Profesor Mahmood Mamdani.</p> <p>Ia mengatakan orang yang mengungkap adanya dugaan pemberian gelar palsu itu adalah pembantu rektor bidang akademik.</p> <p>"Ini adalah pertanda yang bagus sebab hal ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan ini, atau setidaknya sebagian orang di lembaga ini, mempunyai agenda reformasi."</p> </div> </content>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

<content type="xhtml" xml:lang="id"> <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr"> <div class="bbc-image" itemscope="itemscope" itemtype="http://schema.org/ImageObject"> <img alt="Makerere" height="360" itemprop="contentUrl" src="http://a.files.bbci.co.uk/worldservice/live/assets/images/2015/02/11/150211155200_makerere_640x360_bbc_nocredit.jpg" width="640"/> <p class="bbc-caption">Dikatakan hasil penyelidikan dapat mengakibatkan sejumlah perubahan di Makerere.</p> <meta content="bbc" itemprop="copyrightHolder"/> </div> <p>Perguruan tinggi tertua dan paling besar di Uganda, Makerere, mengadakan penyelidikan terkait tuduhan pemberian gelar palsu kepada mahasiswa-mahasiswa yang tidak lulus ujian.</p> <p>Perkara ini muncul setelah bulan lalu terdapat 12.000 mahasiswa yang menamatkan perguruan tinggi tersebut, namun sedikitnya 600 orang diduga tidak memenuhi syarat minimum kelulusan.</p> <p>Pembantu rektor Ernest Okello Ogwang mengatakan kepada BBC bahwa mungkin ada usaha sengaja untuk mengubah hasil ujian.</p> <p>Adapun kepala jurusan jurnalistik Universitas Makerere, William Tayeebwa, memberikan contoh ada seorang mahasiswa yang sudah jelas gagal dalam ujian dengan hanya mengumpulkan nilai 44% ternyata nilainya ditambah menjadi 71%.</p> <p>Dengan penyelidikan resmi ini diharapkan akan ada berbagai perubahan menuju perbaikan.</p> <p>"Ini adalah masalah buruk sekali. Yang kedua, bagus sekali persoalan muncul sekarang. Yang ketiga, siapa yang menguaknya," kata Direktur Penelitian Sosial di Makerere, Profesor Mahmood Mamdani.</p> <p>Ia mengatakan orang yang mengungkap adanya dugaan pemberian gelar palsu itu adalah pembantu rektor bidang akademik.</p> <p>"Ini adalah pertanda yang bagus sebab hal ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan ini, atau setidaknya sebagian orang di lembaga ini, mempunyai agenda reformasi."</p> </div> </content>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 21 November 2018 - 07:10 WIB
Piala AFF 2018

Perebutan wakil Grup A antara Myanmar, Vietnam, dan Malaysia

Selasa, 20 November 2018 - 21:31 WIB

157 CPNS Situbondo lulus SKD

Selasa, 20 November 2018 - 21:21 WIB

Baiq Nuril sampaikan terima kasih pada Presiden Jokowi

Senin, 19 November 2018 - 00:00 WIB

UU Desa Belum Cocok Diterapkan di Bali

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com