Selasa, 17 Juli 2018 | 13:08 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Universitas terbesar Uganda dituduh keluarkan gelar palsu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
<content type="xhtml" xml:lang="id"> <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr"> <div class="bbc-image" itemscope="itemscope" itemtype="http://schema.org/ImageObject"> <img alt="Makerere" height="360" itemprop="contentUrl" src="http://a.files.bbci.co.uk/worldservice/live/assets/images/2015/02/11/150211155200_makerere_640x360_bbc_nocredit.jpg" width="640"/> <p class="bbc-caption">Dikatakan hasil penyelidikan dapat mengakibatkan sejumlah perubahan di Makerere.</p> <meta content="bbc" itemprop="copyrightHolder"/> </div> <p>Perguruan tinggi tertua dan paling besar di Uganda, Makerere, mengadakan penyelidikan terkait tuduhan pemberian gelar palsu kepada mahasiswa-mahasiswa yang tidak lulus ujian.</p> <p>Perkara ini muncul setelah bulan lalu terdapat 12.000 mahasiswa yang menamatkan perguruan tinggi tersebut, namun sedikitnya 600 orang diduga tidak memenuhi syarat minimum kelulusan.</p> <p>Pembantu rektor Ernest Okello Ogwang mengatakan kepada BBC bahwa mungkin ada usaha sengaja untuk mengubah hasil ujian.</p> <p>Adapun kepala jurusan jurnalistik Universitas Makerere, William Tayeebwa, memberikan contoh ada seorang mahasiswa yang sudah jelas gagal dalam ujian dengan hanya mengumpulkan nilai 44% ternyata nilainya ditambah menjadi 71%.</p> <p>Dengan penyelidikan resmi ini diharapkan akan ada berbagai perubahan menuju perbaikan.</p> <p>"Ini adalah masalah buruk sekali. Yang kedua, bagus sekali persoalan muncul sekarang. Yang ketiga, siapa yang menguaknya," kata Direktur Penelitian Sosial di Makerere, Profesor Mahmood Mamdani.</p> <p>Ia mengatakan orang yang mengungkap adanya dugaan pemberian gelar palsu itu adalah pembantu rektor bidang akademik.</p> <p>"Ini adalah pertanda yang bagus sebab hal ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan ini, atau setidaknya sebagian orang di lembaga ini, mempunyai agenda reformasi."</p> </div> </content>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 13:07 WIB

Wapres: KPK banyak pasien, BPKP tidak efektif

Politik | 17 Juli 2018 - 12:58 WIB

PWNU Jambi dukung Said Aqil jadi cawapres Jokowi

Politik | 17 Juli 2018 - 12:36 WIB

Gerindra-PKS-PAN susun rancangan kabinet sejak dini

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 12:12 WIB

Menhub: Kendaraan bermuatan lebih akibatkan ekonomi biaya tinggi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com