Selasa, 12 Desember 2017

Toilet dipasangi CCTV, siswa SMAN 100 Jakarta protes dan bikin petisi

Kamis, 28 Januari 2016 15:40

Foto: Change.org Foto: Change.org
Ayo berbagi!

Pemasangan kamera pengintai atau CCTV di dalam toilet sekolah SMAN 100 Jakarta menuai protes, dan bahkan seorang siswanya yang bernisial NA membuat petisi di laman Change.org. Petisi yang berjudul 'Copot Kamera CCTV di Toilet Siswa Sekolah Kami' tersebut ditujukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Mungkin langsung saja saya jelaskan ke intinya. Di toilet siswa sekolah kami, SMA Negeri 100 Jakarta, terpasang kamera CCTV (closed-circuit television) yang dipasangkan oleh pihak sekolah. Ini merupakan bagian dari kejahatan yang tak bermoral pak!" tulis NA dalam petisinya.

Menurutnya, toilet merupakan tempat yang sangat privasi. Pelaku kejahatan bisa saja mengetahui semua kegiatan dan aktivitas yang dilakukan siswa ketika buang air atau lainnya.

"Jadi saya mohon dengan hormat kepada Bapak untuk menyelediki kasus ini, mencabut kamera CCTV tersebut, dan menangkap tersangka yang memasang kamera tersebut. Saya dan beberapa teman (cukup banyak) telah menuliskan surat permohonan pencabutan kamera CCTV tersebut dan kami masukkan pada kotak saran," paparnya.

"Namun sampai saat ini pihak sekolah kami belum juga memberikan konfirmasi mengenai hal ini dan sampai saat ini kamera CCTV tersebut masih terpasang di toilet siswa sekolah kami. Jadi, saya mohon kepada bapak untuk menyelesaikan masalah ini ya pak," lanjut NA.

Petisi yang sudah mendapat 255 dukungan ini juga menampilkan beberapa tautan foto pemasangan kamera CCTV di dalam toilet SMAN 100 Jakarta.

"Itu kamera yang terpasang di toilet siswa lantai 1 pak, di toilet siswa lantai dasar juga ada pak, tapi maaf pak saya lupa ambil gambarnya. Mungkin itu sudah lebih dari cukup ya pak," tutup NA.

Menurut saya ya pak, ini melanggar HAK ASASI MANUSIA pak. Merekam menggunakan perangkat teknologi tertentu seperti kamera tersembunyi, alat perekam video, maupun perekam suara, yang menyangkut data pribadi seseorang itu harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan pak. Dan kami nggak bakal setuju lah pak!

Coba deh pak, seandainya Bapak lagi buang air kecil/besar terus ada yang merekam Bapak tanpa persetujuan Bapak, kira-kira gimana tuh pak? hehe

Menurut Pasal 26 UU ITE, yang mengatur tentang hak setiap orang untuk mengajukan gugatan perdata apabila merasa hak pribadinya telah dirugikan.

Bunyi Pasal 26 UU ITE selengkapnya adalah sebagai berikut:

(1) Kecuali ditentukan lain oleh Peraturan Perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan.

(2) Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang-Undang ini.

Dalam pemanfaatan Teknologi Informasi, perlindungan “data pribadi” merupakan salah satu bagian dari hak pribadi (privacy rights). Yang dimaksud “hak pribadi” terkait pemanfaatan teknologi informasi berdasarkan penjelasan Pasal 26 UU ITE yaitu:

1. hak untuk menikmati kehidupan pribadi dan bebas dari segala macam gangguan.

2. hak untuk dapat berkomunikasi dengan Orang lain tanpa tindakan memata-matai.

3. hak untuk mengawasi akses informasi tentang kehidupan pribadi dan data seseorang.

Semoga, dengan adanya Undang-undang yang mengatur kasus ini, dan melalui petisi ini, saya harap Bapak Kemdikbud dapat segera menyelesaikan kasus ini ya pak.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar