Rabu, 18 Juli 2018 | 23:08 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Nenek Pembunuh Menantu Dihukum Bayar Kompensasi Rp 1,1 Miliar

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Selain dihukum 22 tahun penjara, Zhuang juga harus membayar kompensasi terhadap besannya. (Credit:  ABC) 
(Courtesy: AustraliaPlus) Selain dihukum 22 tahun penjara, Zhuang juga harus membayar kompensasi terhadap besannya. (Credit: ABC) 
<p>Huajioa Zhuang (52) sekarang sedang menjalani hukuman penjara selama 22 tahun setelah dia memukul kepala menantunya dengan palu Dan 'Selina' Lin (21 tahun) setelah mereka bertengkar mengenai bagaimana Lin harus memandikan anaknya Alfred.</p><p>Zhuang, yang ketika itu sedang mengunjungi rumah anak dan menantunya di Bundoora, sekitar 15 km dari pusat kota Melbourne, memasukkan mayat Lin ke dalam koper yang kemudian disimpan di tempat sampah tetanggan sebelum kemudian dibuang ke sebuah sungai kecil.</p><p>Ibu korban, Shui Ying Cheng, kemudian mengajukan permintaan kompensasi setelah dia pindah dari China ke Australia untuk merawat  cucunya Alfred.</p><p>"Sejak dia lahir, dia adalah seluruh kehidupan saya." kata Cheng dalam suratnya kepada pengadilan mengapa dia meminta kompensasi.</p><p>Hakim Agung di Mahkamah Agung negara bagian Victoria Stephen Kaye mengatakan Nyonya Cheng sudah membuat banyak pengorbanan untuk putrinya, dan dia sekarang sering mengalami depresi. stress dan kecemasan, setelah tewasnya Lin di tahun 2012.</p><p>Dan Lin dilahirkan di propinsi Fujian di China di tahun 1990, dan dikirim ke Australia untuk sekolah di tahun 2007, sementara ibunya pindah ke Taiwan untuk bekerja untuk  biaya sekolah anaknya.</p><p>Sejak pembunuhan tersebut, Cheng sering terbangun di tengah malam, dan ingin memeluk anaknya.</p><p>Dalam keterangan di pengadilan, Nyonya Cheng mengatakan dia merasa bersalah dan merasa tidak berguna.</p><p>Sebelum meninggal, Dan Lin pernah pulang ke China karena 'perlakuan buruk' oleh mertua dan anggota keluarga yang lain.</p><p>Suaminya berhasil membujuknya untuk kembali ke Australia, namun Nyonya Cheng menjadi 'patah hati' dan khawatir dengan keadaan anaknya.</p><p>"Saya masih tidak percaya bahwa dia sudah pergi  bersama angin selamanya." kata Cheng dalam pernyataan kepada pengadilan.</p><p>"Saya selalu sepertinya mendengar dia memanggil saya, namun seluruh harapan seorang ibu sudah berantakan."</p><p>Hakim Kaye mengatakan kesedihan Cheng sangat mendalam, berkepanjangan dan tidak bisa diselesaikan dan memutuskan agar Zhuang membayar $ 110 ribu bagi pembunuhan terhadap Lin.</p><p>Dalam persidangan Zhuang tidak menunjukkan reaksi apapun.</p><p><strong>AAP</strong></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 Juli 2018 - 21:46 WIB

Kemkominfo RI minta masyarakat tak percayai informasi hoax

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 21:26 WIB

130 ASN di Kudus cuti Haji

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 21:12 WIB

Wapres: Indonesia terbanyak tangani teroris

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 20:58 WIB

Pertamina bangun masjid dan sekolah di Tapanuli Tengah

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com