Beda Merayakan Imlek di Sydney dan di Indonesia
Elshinta
Senin, 08 Februari 2016 - 06:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder | Editor : Administrator
Beda Merayakan Imlek di Sydney dan di Indonesia
<p>Leo Lee adalah salah seorang di antaranya. Manajer sebuah perusahaan transportasi di Sydney tersebut sudah pindah ke Australia selama empat tahun, dan tinggal bersama isterinya Dewi dan kedua anaknya Nixon dan Abby.</p><p>Berikut perbincangan Leo dengan wartawan ABC Australia Plus L. Sastra Wijaya mengenai perbedaan merayakan Imlek ketika dia masih tinggal di Indonesia dengan sekarang di Australia.</p><p><strong>Apa saja yang dilakukan menjelang Imlek. Apakah sebelum Imlek belanja khusus misalnya beli baju baru, gunting rambut, beli barang khusus yang harus ada di rumah pas Imlek?</strong></p><p>Biasanya menjelang imlek kami akan belanja baju baru, potong rambut, beli hiasan imlek buat rumah, dan makan makan besar bersama keluarga menjelang Imlek, kebetulan keluarga kakak ipar di Sydney. Jadi biasa ya kami bareng merayakan imlek. Lumayan ada kerabat dekat untuk merayakan Imlek.</p><p><strong>Makan malam pas malam sebelum Imlek apakah ada makanan khusus yang harus ada? </strong></p><p>Makanannya yang pasti harus khusus dibandingkan hari-hari biasa jenis makanannya lebih mewah dan banyak dibanding makanan di hari-hari biasa, yang harus ada biasanya mie.</p><p><strong>Kebiasaan kasih angpao, apakah masih dilakukan, kepada siapa saja diberikan, misalnya anak, atau ke orang tua atau saudara-saudara lain?</strong></p><p>Kebiasaan kasih angpao masih kami lakukan terutama kepada orang tua dan anak-anak. Dikarenakan orang tua berada di indonesia biasanya saya transfer ke adik saya, kemudian minta tolong untuk dimasukkan ke dalam amplop merah (angpao) untuk diberikan kepada orang tua.</p><p>Untuk anak-anak kami berikan angpao pada saat hari Imlek, dan anak dari kerabat dekat yang kebetulan tinggal di Sydney. Setiap beberapa tahun sekali saya usahakan untuk pulang ke Indoneesia  merayakannya bersama orang tua.</p><p><strong>Pengalaman Imlek di Indonesia apa yang paling berkesan soal angpao ini? </strong></p><p>Pengalaman yang paling berkesan tentunya sewaktu masih kecil dulu, mungkin waktu SD/SMP menjelang Imlek kami selalu gembira karena akan ada baju baru, sepatu baru dan tentunya angpao yang melimpah dari sanak saudara. Keluarga papa dan mama saya keluarga besar, saya punya om dan tante 18 orang. Jadi minimal ada 18 angpao yang akan terkumpul, pengalaman ini sangat membahagiakan sebagai anak kecil.</p><div><span class="image_container" style="max-width:640px;width:100%"><figure><img alt="Leo Lee (kanan) bersama keluarga merayakan Imlek dengan makan malam di restoran. (Foto: Kiriman/Leo Lee)" src="http://www.australiaplus.com/sites/default/files/images/2016/02/8/Leo%20Lee%201_1.jpg" style="max-width:640px;width:100%" title="Leo Lee (kanan) bersama keluarga merayakan Imlek dengan makan malam di restoran. (Foto: Kiriman/Leo Lee)"></img><figcaption class="image_information"><div class="image_caption">Leo Lee (kanan) bersama keluarga merayakan Imlek dengan makan malam di restoran. (Foto: Kiriman/Leo Lee)</div></figcaption></figure></span></div><p><strong>Apa perbedaan perayaan Imlek di Sydney dibandingkan apa yang dirasakan dulu ketika di Indonesia?</strong></p><p>Selama 4 tahun tinggal di Australia saya sempat pulang sekali untuk merayakan Imlek di Indonesia. Di Tanah Air, lebih gembira tentunya karena pada saat Imlek kita semua sailing bersilahturahmi, sailing mengunjungi rumah keluarga besar.</p><p>Kalau di Sydney kita paling ke rumah kakak ipar dan makan-makan bareng. Dan ke Chinatown untuk melihat parade dan barongsai dan biasanya sehabis sarapan dimsum. Suasana Imlek meriah di Chinatown Sydney, berbagai hiasan dan banyak barongsai dan petasan serta parade.</p><p>Kalo Imlek di indonesia sekarang hari libur nasional, jadi perayaan juga terasa. Di  Sydney tidak libur. Namun karena di sini banyak juga warga Indonesia yang tahu  akan hari raya Imlek dan tidak sedikit dari mereka yang memberikan selamat . Di Sydney menurut pengalaman saya hanya di Chinatown yang dirayakan secara luar biasa.</p><div><span class="image_container" style="max-width:640px;width:100%"><figure><img alt="Perayaan Imlek di Star City di Sydney hari Minggu (7/2/2016) menyambut Tahun Monyet. (Foto: Ning Pan)" src="http://www.australiaplus.com/sites/default/files/images/2016/02/8/lunar%20new%20year%20ning%20pan_1.jpg" style="max-width:640px;width:100%" title="Perayaan Imlek di Star City di Sydney hari Minggu (7/2/2016) menyambut Tahun Monyet. (Foto: Ning Pan)"></img><figcaption class="image_information"><div class="image_caption">Perayaan Imlek di Star City di Sydney hari Minggu (7/2/2016) menyambut Tahun Monyet. (Foto: Ning Pan)</div></figcaption></figure></span></div><p><strong>Apakah Imlek lebih sebagai perayaan budaya atau agama karena Imlek mengikuti tradisi Konghucu di China? </strong></p><p>Bagi kami Imlek sudah menjadi budaya sebagai warga Tionghoa yang lahir dan besar di Indonesia, sejak kecil hingga sekarang masih kami rayakan secara simbolik dan lebih ke budaya silahturahmi antarkeluarga dekat.</p><p>Ada usaha untuk saling mengunjungi satu dan lainnya, dan bagi-bagi rejeki kepada anak-anak kecil. Jadi walaupun sudah pindah ke Sydney budaya ini masih melekat walaupun menjadi lebih terbatas mengingat jumlah kerabat dekat tidak banyak berdomisili di sini.</p><p>Yang menarik adalah apakah nanti anak saya akan merayakan Imlek jika mereka telah dewasa nanti. Semoga kebudayaan ini bisa terus berlangsung sebagai budaya turun-temurun sebagai bagian dari kebudayaan Tiongkok.</p><p><strong>Sekarang sebagai orang tua apakah ada hal-hal yang pas Imlek harus  terjadi. Dulu saya pernah ingat tiap Imlek orang tua berharap turun hujan, karena merasa tahun itu akan jadi tahun bagus. Apakah kamu juga memilikirkan hal-hal seperti itu? </strong></p><p>Menurut saya perayaan ini menadi peringatan untuk pergantian tahun, dan menjadi moment untuk membuat pengharapan baru, untuk tahun depan yang lebih baik dan semangat baru. Biasanya setiap Imlek di Indonesia turun hujan. Hari ini di Sydney kita akan lihat apakah akan turun hujan. Saya berharap turun hujan sebagai simbol rejeki atau kebaikan.</p><div><span class="image_container" style="max-width:640px;width:100%"><figure><img alt="Sebagian warga Sydney menyambut Tahun Baru Imlek dalam perayaan hari Minggu (7/2/2016) di China Town. (Foto: Leo Lee)" src="http://www.australiaplus.com/sites/default/files/images/2016/02/8/Leo%20Lee%202_2.jpg" style="max-width:640px;width:100%" title="Sebagian warga Sydney menyambut Tahun Baru Imlek dalam perayaan hari Minggu (7/2/2016) di China Town. (Foto: Leo Lee)"></img><figcaption class="image_information"><div class="image_caption">Sebagian warga Sydney menyambut Tahun Baru Imlek dalam perayaan hari Minggu (7/2/2016) di China Town. (Foto: Leo Lee)</div></figcaption></figure></span></div>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda m...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pr...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 1...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat ...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh g...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pert...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Di Indonesia banyak orang terobsesi pada makanan pedas -namun cabe paling pedas sedunia jus...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once