Senin, 17 Desember 2018 | 01:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pengedar narkoba manfaatkan over capacity Lapas dan Rutan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Masih maraknya peredaran narkoba yang melibatkan tahanan atau penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), menurut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, antara lain karena kurang maksimalnya pengawasan, dimana jumlah petugas keamanan di penjara komposisinya sangat sedikit dibanding jumlah narapidana.</p><p>Over capacity (kelebihan kapasitas) yang terjadi di hampir seluruh rumah tahanan negara (Rutan) dan Lapas di Indonesia semakin membuat petugas keamanan sangat tidak sebanding dengan jumlah narapidana yang harus diawasi.</p><p>Kondisi itu lah yang telah dimanfaatkan oleh anggota jaringan peredaran narkoba.</p><p>"Over kapasitas kita sudah cukup mengkhawatirkan," kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona Laoly di Medan, Sumatera Utara, Senin (8/2).</p><p>Ia mencontohkan, di Rutan Tanjung Gusta Medan yang memiliki narapidana dan tahanan lebih dari 3.000 orang, kenyataannya hanya dijaga oleh 17 petugas (sipir).</p><p>Akibat banyaknya penghuni sementara jumlah petugas keamanan minim, tamu-tamu atau pengunjung yang masuk pun menjadi sangat sulit diawasi maksimal, termasuk barang mereka bawa, dikutip Antara.</p><p>Kalau tamu yang datang hanya 700 orang dengan satu anggota keluarganya, berarti yang berkunjung saja sudah mencapai 1.400 orang.</p><p>Kondisi itu memungkinkan terjadinya kelengahan petugas Rutan, yang kemudian dimanfaatkan pengedar narkoba untuk memasukkan barang terlarang itu ke dalam Lapas dan Rutan.</p><p>Solusinya, kata Menkumham, penanganan narkoba harus mengutamakan program rehabilitasi untuk pengguna agar permintaan dari dalam penjara tidak banyak.</p><p>"Kalau tidak ada rehabilitasi, akan menjadi masalah buat kita," katanya.</p><p>Kemudian, pemerintah perlu meningkatkan jumlah petugas lapas dan rutan untuk memperkuat pengawasan terhadap narapidana dan tahanan.</p><p>Setelah itu, pemberian remisi untuk mengeluarkan narapidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani masa penahanan.</p><p>"Kalau jumlah masuknya besar, keluarnya kecil, akan terjadi penggelembungan yang secara cepat," kata Yasoona.</p><p>Jika solusinya dilakukan dengan membangun lapas dan rutan, pemerintah harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal.</p><p>Untuk membangun satu Lapas atau Rutan yang bisa menampung 1.000 tahanan saja, pemerintah membutuhkan dana sekitar Rp150 miliar.</p><p>"Itu masih (pembangunan) fisik, belum peralatan dan orangnya (petugas). Jadi, pendekatannya harus diubah," kata Menkumham yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Masih maraknya peredaran narkoba yang melibatkan tahanan atau penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), menurut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, antara lain karena kurang maksimalnya pengawasan, dimana jumlah petugas keamanan di penjara komposisinya sangat sedikit dibanding jumlah narapidana.</p><p>Over capacity (kelebihan kapasitas) yang terjadi di hampir seluruh rumah tahanan negara (Rutan) dan Lapas di Indonesia semakin membuat petugas keamanan sangat tidak sebanding dengan jumlah narapidana yang harus diawasi.</p><p>Kondisi itu lah yang telah dimanfaatkan oleh anggota jaringan peredaran narkoba.</p><p>"Over kapasitas kita sudah cukup mengkhawatirkan," kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona Laoly di Medan, Sumatera Utara, Senin (8/2).</p><p>Ia mencontohkan, di Rutan Tanjung Gusta Medan yang memiliki narapidana dan tahanan lebih dari 3.000 orang, kenyataannya hanya dijaga oleh 17 petugas (sipir).</p><p>Akibat banyaknya penghuni sementara jumlah petugas keamanan minim, tamu-tamu atau pengunjung yang masuk pun menjadi sangat sulit diawasi maksimal, termasuk barang mereka bawa, dikutip Antara.</p><p>Kalau tamu yang datang hanya 700 orang dengan satu anggota keluarganya, berarti yang berkunjung saja sudah mencapai 1.400 orang.</p><p>Kondisi itu memungkinkan terjadinya kelengahan petugas Rutan, yang kemudian dimanfaatkan pengedar narkoba untuk memasukkan barang terlarang itu ke dalam Lapas dan Rutan.</p><p>Solusinya, kata Menkumham, penanganan narkoba harus mengutamakan program rehabilitasi untuk pengguna agar permintaan dari dalam penjara tidak banyak.</p><p>"Kalau tidak ada rehabilitasi, akan menjadi masalah buat kita," katanya.</p><p>Kemudian, pemerintah perlu meningkatkan jumlah petugas lapas dan rutan untuk memperkuat pengawasan terhadap narapidana dan tahanan.</p><p>Setelah itu, pemberian remisi untuk mengeluarkan narapidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani masa penahanan.</p><p>"Kalau jumlah masuknya besar, keluarnya kecil, akan terjadi penggelembungan yang secara cepat," kata Yasoona.</p><p>Jika solusinya dilakukan dengan membangun lapas dan rutan, pemerintah harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal.</p><p>Untuk membangun satu Lapas atau Rutan yang bisa menampung 1.000 tahanan saja, pemerintah membutuhkan dana sekitar Rp150 miliar.</p><p>"Itu masih (pembangunan) fisik, belum peralatan dan orangnya (petugas). Jadi, pendekatannya harus diubah," kata Menkumham yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com