Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Wah...kaum muda dilarang rayakan Valentine

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi.
Ilustrasi.
<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menerbitkan maklumat melarang kaum muda dan pelajar di wilayah setempat merayakan "Valentine Day" yang jatuh tanggal 14 Februari karena bertentangan dengan budaya ketimuran.</p><p>"Kepada seluruh masyarakat Muslim terutama di Kota Pekanbaru agar tidak ikut merayakan budaya yang dapat menyesatkan akidah," ujar Ketua MUI Pekanbaru, Prof Ilyas Husti, Jumat (12/2), di Pekanbaru.</p><p>Prof Ilyas Husti menilai "Valentine Day" adalah budaya barat yang bertentangan dengan ajaran Islam.</p><p>Namun peringatan "Valentine Day" sering jadi ajang kaum muda-mudi untuk berbuat hal-hal negatif dan juga bertentangan dengan kebudayaan melayu di Pekanbaru, dan Provinsi Riau umumnya.</p><p>MUI Pekanbaru mengimbau semua elemen masyarakat, para generasi muda-mudi dan pelajar untuk tidak ikut-ikutan merayakan "Valentine Day" yang sangat bertentangan dengan aqidah agama Islam tersebut.</p><p>Menurut Ilyas lagi, saling menghormati dan silaturrahmi dibalik perayaan "Valentine Day" itu sesungguhnya merupakan hal yang baik dan bisa dicontoh. Namun kelemahannya pada malam peringatan timbul penyelewengan makna.</p><p>Sementara saling menghormati dan menumbuhkan kasih sayang antar sesama bisa ditunjukkan sepanjang hari tidak mesti menunggu hari tersebut.</p><p>"Umat Islam diajarkan untuk saling menjaga silaturrahmi dan menumbuhkan kasih sayang antar sesama dalam sepanjang hari tidak mesti hari "Valentine Day"," tuturnya.</p><p>Makanya pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya orangtua agar memantau anak mereka.</p><p>"Tidak perlulah merayakan meniru budaya-budaya barat itu apalagi banyak menimbulkan dampak negatif," tegasnya dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Ilyas juga menyarankan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mencontoh kota lain yang secara tegas mengeluarkan surat edaran tentang larangan perayaan "Valentine Day".</p><p>Sehingga intansi terkait seperti satpol PP leluasa untuk melakukan pengawasan di lapangan terutama kepada kalangan pelajar muda-mudi yang merayakannya.</p><p>"Apalagi Pekanbaru akan menuju kota metropolitan yang madani," tutupnya.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menerbitkan maklumat melarang kaum muda dan pelajar di wilayah setempat merayakan "Valentine Day" yang jatuh tanggal 14 Februari karena bertentangan dengan budaya ketimuran.</p><p>"Kepada seluruh masyarakat Muslim terutama di Kota Pekanbaru agar tidak ikut merayakan budaya yang dapat menyesatkan akidah," ujar Ketua MUI Pekanbaru, Prof Ilyas Husti, Jumat (12/2), di Pekanbaru.</p><p>Prof Ilyas Husti menilai "Valentine Day" adalah budaya barat yang bertentangan dengan ajaran Islam.</p><p>Namun peringatan "Valentine Day" sering jadi ajang kaum muda-mudi untuk berbuat hal-hal negatif dan juga bertentangan dengan kebudayaan melayu di Pekanbaru, dan Provinsi Riau umumnya.</p><p>MUI Pekanbaru mengimbau semua elemen masyarakat, para generasi muda-mudi dan pelajar untuk tidak ikut-ikutan merayakan "Valentine Day" yang sangat bertentangan dengan aqidah agama Islam tersebut.</p><p>Menurut Ilyas lagi, saling menghormati dan silaturrahmi dibalik perayaan "Valentine Day" itu sesungguhnya merupakan hal yang baik dan bisa dicontoh. Namun kelemahannya pada malam peringatan timbul penyelewengan makna.</p><p>Sementara saling menghormati dan menumbuhkan kasih sayang antar sesama bisa ditunjukkan sepanjang hari tidak mesti menunggu hari tersebut.</p><p>"Umat Islam diajarkan untuk saling menjaga silaturrahmi dan menumbuhkan kasih sayang antar sesama dalam sepanjang hari tidak mesti hari "Valentine Day"," tuturnya.</p><p>Makanya pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya orangtua agar memantau anak mereka.</p><p>"Tidak perlulah merayakan meniru budaya-budaya barat itu apalagi banyak menimbulkan dampak negatif," tegasnya dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Ilyas juga menyarankan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mencontoh kota lain yang secara tegas mengeluarkan surat edaran tentang larangan perayaan "Valentine Day".</p><p>Sehingga intansi terkait seperti satpol PP leluasa untuk melakukan pengawasan di lapangan terutama kepada kalangan pelajar muda-mudi yang merayakannya.</p><p>"Apalagi Pekanbaru akan menuju kota metropolitan yang madani," tutupnya.&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com