Grammy Awards
Gagal raih Grammy, Joey Alexander tetap harumkan Indonesia
Elshinta
Selasa, 16 Februari 2016 - 06:22 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Gagal raih Grammy, Joey Alexander tetap harumkan Indonesia
Pianis Indonesia, Joey Alexander. Foto : Istimewa
<p>Perjuangan pianis Indonesia, Joey Alexander meraih penghargaan musik Grammy 2016 kandas. Meski gagal,Joey Alexander tetap akan tampil di panggung utama acara penghargaan Grammy di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat bersama puluhan musisi sohor lainnya</p><p>Dalam perhelatan kelas dunia ini, para juri Grammy menyisihkan komposisi Joey berjudul Giant Steps serta album bertajuk My Favorite Things. Juri lebih memilih komposisi McBride yang berjudul Cherokee pada kategori Best Improvised Jazz Solo.</p><p>Toh begitu, bocah berusia 12 tahun tetaplah mengharumkan nama Indonesia. Joey mendapat liputan yang sangat luas di seluruh media di dunia berkat keberhasilannya menjadi musisi termuda yang masuk nominasi penghargaan Grammy untuk kategori Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album.</p><p>Adapun pada kategori Best Jazz Instrumental Album, para juri memilih album John Scofield bertajuk Past Present. Dengan demikian, album Joey yang berjudul My Favorite Things tersingkir dari persaingan.</p><p>Pemenang dua kategori tersebut diumumkan dalam Grammy Awards Premiere Ceremony, sebuah acara yang diselenggarakan sebelum penghargaan Grammy ditayangkan secara langsung oleh televisi.</p><p>Pada acara itu, para pemenang dari 70-73 kategori diumumkan, termasuk di antaranya Taylor Swift yang menjuarai Best Pop Vocal Album and Best Video.</p><p>Lokasi Grammy Awards Premiere Ceremony dan acara utama penghargaan Grammy 2016 pun berbeda. Grammy Awards Premiere Ceremony berlangsung di Nokia Theatre Los Angeles pada pukul 16.30-18.30 waktu setempat (04.30-06.30 WIB). Sedangkan acara utama yang disiarkan televisi digelar di Staples Center mulai pukul 20.00 waktu setempat (08.00 WIB).</p><p>Kepada BBC, dia menuturkan asal muasal minatnya terhadap jazz. “Semuanya datang dari orang tua saya. Sebenarnya ayah saya bisa sedikit bermain piano dan gitar. Saya mencintai suara piano dan itu yang membuat saya berminat. Seperti layaknya orkestra, ada 80 kunci dan ada suara bass-nya. Ini adalah alat musik yang lengkap dan itu menarik minat saya,” kata Joey.</p><p>Dia mengaku mendapat kehormatan besar bisa menjadi nomine untuk dua penghargaan Grammy dan juga diminta bermain pada panggung utama.</p><p>“Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan dan kepada Grammy karena telah mengakui saya dan juga tentu penggemar, orang tua saya, dan mereka yang terlibat dalam album saya. Label rekaman, produser, dan khususnya para musisi yang ikut bermain dengan saya. Saya merasa diberkati dengan berita bagus ini,” kata Joey.</p><p>Joey, yang kini tinggal di New York, Amerika Serikat, merilis album debutnya berjudul My Favorite Things pada Mei 2015 lalu.</p><p>Berdasarkan informasi pada situs resminya, bocah itu memainkan tembang-tembang klasik garapan John Coltrane serta Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein “dengan sentuhan gesit, semangat berkelana dan antusiasme dalam mengimprovisasi”.</p><p>Selama beberapa tahun terakhir, Joey telah menampilkan bakatnya pada berbagai pagelaran jazz, seperti Rochester Jazz Festival, Newport Jazz Festival, dan Jazz at Lincoln Center.</p><p>Menurut Joey, hal yang membuatnya jatuh hati pada jazz adalah ‘kebebasan’ dalam bermusik.</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda melihat te...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pro jihadis...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun t...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat (13/4) de...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pertandingan ...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Gara-gara makan cabai yang tingkatr pedasnya 30-50 kali lipat dibanding cabe rawit paling pedas, seo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV