Kamis, 14 Desember 2017

Jadi langganan banjir, sekolah ini kerap terisolasi

Sabtu, 20 Februari 2016 22:28

Foto : Ilustrasi. Foto : Ilustrasi.
Ayo berbagi!

Anak-anak warga Dukuh Karangturi, Kudus, Jawa Tengah terpaksa melintasi medan yang sulit untuk ke sekolah terdekat yang harus melewati tanggul sungai dan selalu terisolasi karena banjir. Sulitnya anak-anak di Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus untuk ke sekolah membuat Pemkab Kudus bersiap membangun SD di dukuh yang selalu terisolasi karena kebanjiran tersebut.

Menurut Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus melalui kabid dikdas, Kasmudi menyatakan pihaknya telah melakukan kajian terkait kondisi anak-anak di Dukuh Karangturi yang harus berjalan 1,5 hingga 2 km di tanggul Sungai Wulan yang rawan jebol ketika ke sekolah di SD 1 Setrokalangan. Di mana jalur yang tidak layak dilalui anak-anak tersebut karena lebih dekat daripada harus memutar lebih dari 7 km itupun tidak ada angkutan umum.

Melihat kondisi tersebut terlebih di saat musim penghujan dukuh tersebut juga sering terisolir karena banjir limpasan dari spilway Sungai Wulan membuat disdikpora bekerjasama dengan desa mencari lokasi untuk SD baru bagi anak-anak.

Lebih lanjut Kasmudi menambahkan pihak disdikpora harus mencari lokasi sekolah yang ideal dan tidak membahayakan bagi anak-anak. Selain nasib anak-anak SD di Karangturi, Setrokalangan pihaknya juga sedang menyelesaikan permasalahan nasib SD 2 Rejosari Kecamatan Dawe yang dicaplok oleh puskesmas untuk perluasan gedung jadi puskesmas inap sehingga Terpaksa SD 2 Rejosari direlokasi.

"Apalagi letak SD tersebut saat ini membahayakan karena berada di jalan tanjakan yang rawan terjadi laka lantas," tandasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar