Kamis, 21 Juni 2018 | 13:28 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Kata ilmuwan, kelelawar bisa bantu manusia bangun kekebalan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
<p>Beberapa ilmuwan Australia percaya kelelawar dapat menyimpan kunci bagi pengembangan kekebalan terhadap penyakit mematikan, setelah ditemukan sistem kekebalan tubuh hewan itu ialah "24/7". </p><p>Tidak seperti sistem kekebalan tubuh manusia, yang hanya bereaksi segera setelah tubuh mengidentifikasi kehadiran virus, kelelawar terus-menerus terlindungi dari penyakit mematikan, meskipun hewan tersebut membawa 100 virus dalam satu masa.</p><p>Para ilmuwan dari Commenwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) mendapati bahwa --tak seperti manusia-- sistem kekebalan tubuh kelelawar juga menangkal setiap dampak penyakit mematikan seperti virus Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), Ebola dan Hendra.</p><p>Dr. Michelle Baker dari Laboratorium Kesehatan Hewan Australia CSIRO mengatakan temuan itu dapat membantu ilmuwan dalam melindungi manusia dari penyakit mematikan tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau <i>Antara </i>di Jakarta, Selasa (23/2) pagi.</p><p>"Tidak seperti manusia dan tikus, yang mengaktifkan sistem kekebalan mereka hanya sebagai reaksi terhadap penularan, kelelawar interferon-alpha terus-menerus 'menyalakan' tindakan sebagai garis depan pertahanan 24/7 terhadap penyakit," kata Baker di dalam satu pernyataan pada Selasa.</p><p>"Pada spesies mamalia lain, menyalakan reaksi kekebalan terus-menerus berbahaya --misalnya itu beracun buat tisu dan jaringan-- sedangkan sistem kekebalan kelelawar beroperasi secara harmonis." </p><p>"Jika kita bisa mengarahkan kembali reaksi kekebalan spesies lain untuk bertindakan dengan cara yang sama dengan sistem kekebalan kelelawar, maka angka kematian yang tinggi yang berkaitan dengan penyakit, seperti Ebola, dapat menjadi masa lalu," katanya.</p><p>Baker menyatakan, para ilmuwan mempelajari kelelawar sebagai hewan tersebut diketahui sebagai pembawa sejumlah penyakit mematikan, namun bertolak-belakang dengan kepercayaan yang ada, hewan itu tidak merasakan dampak yang berkaitan dengan penyakit tersebut.</p><p>Ia mengatakan, interferon "super", yang memantau reaksi sistem kekebalan, menjadi pangkal kekebalan tubuh kelelawar terhadap virus pembunuh.</p><p>"Kapan saja tubuh kita menghadapi mekanisme asing, seperti bakteri atau virus, sengkaian reaksi kekebalan yang rumit siap beraksi, salah satunya ialah mekanisme pertahanan yang dikenal sebagai kekebalan bawaan," kata Baker.</p><p>"Kami memusatkan perhatian pada kekebalan bawaan pada kelelawar, terutama peran interferon --yang menyatu dengan reaksi kekebalan bawaan pada mamalia-- untuk memahami apa yang istimewa mengenai cara kelelawar menghadapi virus penyerang," katanya.</p><p>"Yang menarik ialah kami telah memperlihatkan bahwa kelelawar hanya memiliki tiga interferon yang berarti cuma sedikit --sekitar seperempat-- dari jumlah interferon yang kami temukan pada manusia," tambahnya.</p><p>"Ini mengejutkan mengingat kelelawar memiliki kemampuan unik ini untuk mengendalikan penularan virus yang mematikan bagi manusia tapi mereka dapat melakukan ini dengan jumlah interferon yang lebih sedikit," kata Baker.</p><p>Temuan tersebut adalah yang paling akhir dari upaya untuk lebih memahami kekebalan tubuh kelelawar, sehingga pihak berwenang dapat membantu melindungi Australia dan rakyatnya dari penyakit menular yang "muncul dan eksotik". </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 13:26 WIB

Menkes: Pelaksanaan mudik Lebaran 2018 lebih baik

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 13:15 WIB

JK ucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Jokowi

Ekonomi | 21 Juni 2018 - 12:58 WIB

Darmin: Perbaikan struktur ekspor atasi perang dagang

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:48 WIB

Kemenkes masih siagakan petugas kesehatan di sejumlah titik

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:33 WIB

Presiden Jokowi ulang tahun ke-57 hari ini

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:27 WIB

KPK panggil tujuh anggota DPRD Kota Malang

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com