Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Memo dari Kedoya

Selamat Hari Raya Nyepi 1 Saka 1938

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Selamat Hari Raya Nyepi 1 Saka 1938 (sumber: Istimewa)
Selamat Hari Raya Nyepi 1 Saka 1938 (sumber: Istimewa)
<p>Hari Raya Nyepi 1 Saka 1938 jatuh pada tahun ini bertepatan dengan fenomena alam Gerhana Matahari Total. </p><p>Bagi umat Hindu di Indonesia, terutama masyarakat di Pulau Bali, merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri pada Sang Hyang Widi Wasa melalui doa, berpuasa dan introspeksi. Selain itu, bermacam-macam kegiatan sehari-hari dihentikan dan berlaku untuk semua terlepas umat Hindu atau bukan, sehingga umat yang merayakan dapat melakukan ibadahnya secara maksimal. </p><p>Dengan mengikuti keempat elemen dari Catur Brata Penyepian: </p><p>- <i>Amati Geni</i>, yaitu tidak menyalakan api </p><p>- <i>Amati Karya</i>, tidak bekerja</p><p>- <i>Amati Lelungan</i>, yaitu tidak bepergian</p><p>- <i>Amati Lelanguan</i>, berpuasa dan tidak melakukan kegiatan bersenang-senang</p><p>maka umat Hindu mendapatkan kesempatan introspeksi dalam menyambut Tahun Baru Saka. </p><p>Dalam hal simbiosis dengan alam, maka secara langsung Nyepi pun merupakan aksi nyata untuk mengurangi dampak negatif dari gaya hidup modern yang serba konsumtif dan berirama super-cepat. Untuk itu, masyarakat yang tidak merayakan Nyepi pun dapat mengambil pelajaran dari praktek tahunan yang bermakna pada pembaruan, introspeksi dan harmoni dengan alam. </p><p>Pimpinan, beserta redaksi dan segenap karyawan Elshinta.com bersama ini mengucapkan seluruh umat Hindu yang merayakan:<br></p><p><br></p><p>                           <strong> SELAMAT MENJALANKAN BRATA NYEPI</strong></p><p><strong>                                                        DAN </strong></p><p><strong>                                     TAHUN BARU 1 SAKA 1938</strong></p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

<p>Hari Raya Nyepi 1 Saka 1938 jatuh pada tahun ini bertepatan dengan fenomena alam Gerhana Matahari Total. </p><p>Bagi umat Hindu di Indonesia, terutama masyarakat di Pulau Bali, merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri pada Sang Hyang Widi Wasa melalui doa, berpuasa dan introspeksi. Selain itu, bermacam-macam kegiatan sehari-hari dihentikan dan berlaku untuk semua terlepas umat Hindu atau bukan, sehingga umat yang merayakan dapat melakukan ibadahnya secara maksimal. </p><p>Dengan mengikuti keempat elemen dari Catur Brata Penyepian: </p><p>- <i>Amati Geni</i>, yaitu tidak menyalakan api </p><p>- <i>Amati Karya</i>, tidak bekerja</p><p>- <i>Amati Lelungan</i>, yaitu tidak bepergian</p><p>- <i>Amati Lelanguan</i>, berpuasa dan tidak melakukan kegiatan bersenang-senang</p><p>maka umat Hindu mendapatkan kesempatan introspeksi dalam menyambut Tahun Baru Saka. </p><p>Dalam hal simbiosis dengan alam, maka secara langsung Nyepi pun merupakan aksi nyata untuk mengurangi dampak negatif dari gaya hidup modern yang serba konsumtif dan berirama super-cepat. Untuk itu, masyarakat yang tidak merayakan Nyepi pun dapat mengambil pelajaran dari praktek tahunan yang bermakna pada pembaruan, introspeksi dan harmoni dengan alam. </p><p>Pimpinan, beserta redaksi dan segenap karyawan Elshinta.com bersama ini mengucapkan seluruh umat Hindu yang merayakan:<br></p><p><br></p><p>                           <strong> SELAMAT MENJALANKAN BRATA NYEPI</strong></p><p><strong>                                                        DAN </strong></p><p><strong>                                     TAHUN BARU 1 SAKA 1938</strong></p><p><br></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com