Kamis, 21 Juni 2018 | 11:29 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Inilah negara-negara paling bahagia di dunia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Ilustrasi (sumber: Tiemponet)
Ilustrasi (sumber: Tiemponet)
<p>Untuk keempat kalinya, dimuat laporan dari <i>World Happiness Report</i> yang memberikan peringkat atas negara-negara paling bahagia di dunia. </p><p>Denmark kembali meraih posisi puncak sebagai negara paling bahagia di dunia, sementara Burundi adalah negara paling tidak bahagia, menurut hasil laporan ini. Ditemukan bahwa faktor kesenjangan dan ketidakadilan terkait erat dengan rasa tidak bahagia. Hal ini cukup terlihat nyata di negara kaya seperti Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari <i>The New York Times</i>, dimana kesenjangan dalam pendapatan, kekayaan dan kesehatan telah menciptakan ketidaksukaan di tingkat politis.&nbsp;</p><p>Predikat pertama yang diraih Denmark sebelumnya juga di tahun 2012 dan 2013; akan tetapi pada tahun 2014 posisi puncak diraih oleh Swiss. Pada laporan terbaru ini, negara-negara yang paling bahagia adalah Denmark diikuti oleh Swiss, Islandia, Norwegia, Finlandia, Kanada, Belanda, Selandia Baru, Australia dan Swedia. Hampir semua negara di atas masyarakatnya homogen, dan jaringan pengaman sosialnya kuat.&nbsp;</p><p>Pada peringkat paling bawah dari total 150 negara adalah Burundi, dimana perang saudara dan konflik berkecamuk. Selanjutnya Suriah, Togo, Afghanistan, Benin, Rwanda, Guinea, Liberia, Tanzania dan Madagascar adalah negara-negara paling tidak bahagia. Semua negara ini termasuk negara dengan tingkat kemiskinan tinggi, terjadi konflik atau peperangan, wabah penyakit atau campuran keduanya.&nbsp;</p><p>Dari negara berpenduduk padat, Tiongkok masuk di peringkat 83, India di peringkat 118, Amerika Serikat di peringkat 13, Brazil di peringkat 17, Pakistan di peringkat 92, Nigeria di peringkat 103, Bangladesh di peringkat 110, Rusia di peringkat 56, Jepang di peringkat 53, dan Meksiko di peringkat 21. Sedangkan Indonesia sendiri menduduki peringkat 79 paling bahagia di dunia.&nbsp;</p><p>Ranking kebahagiaan ini berdasarkan jawaban perorangan atas polling yang dilakukan oleh Gallup. Para peneliti menemukan bahwa tiga perempat variasi dari negara-negara yang disurvei dapat dijelaskan oleh enam variabel: PDB per kapita, tingkat harapan hidup, dukungan sosial (ketika berada dalam masalah), tingkat kepercayaan (diukur dari persepsi korupsi di pemerintahan dan bisnis), persepsi kebebasan untuk membuat pilihan hidup dan kedermawanan (diukur dari tingginya tingkat menyumbang).&nbsp;</p><p>Laporan ini disiapkan oleh <i>Sustainable Development Solutions Network</i>, sebuah panel ilmuwan sosial termasuk ekonom, psikolog dan ahli kesehatan publik yang bersidang atas utusan Sekjen PBB, Ban Ki Moon.&nbsp;</p><p>Meski hasil laporan ini tidak terkait resmi dengan pandangan PBB, jaringan ini terkait erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang telah dipaparkan di bulan September 2015 dan berlaku untuk periode 2015-2030. Tujuan ini antara lain memiliki target-target terkait mengentaskan kemiskinan dan kelaparan serta menyelamatkan planet dari efek paling destruktif dari perubahan iklim.&nbsp;</p><p>Bidang riset kebahagiaan telah tumbuh pesat di tahun-tahun belakangan ini, tetapi masih ada perbedaan pendapat dalam mengukurnya. Beberapa ilmuwan menganggap pendapat subyektif sampel tidak dapat dijadikan indikator, dan lebih menekanan faktor-faktor yang obyektif seperti data ekonomi dan kesehatan. <i>World Happiness Report</i> ini berusaha mengambil unsur-unsur keduanya. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 11:15 WIB

Kapolres Langkat nobar debat publik paslon Gubsu di Pospam

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 10:57 WIB

Spanduk kontroversi tamasya Almaidah muncul jelang Pilgubsu 2018

Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 10:44 WIB

Panglima TNI-Kapolri kunjungi korban KM Sinar Bangun

Ekonomi | 21 Juni 2018 - 10:29 WIB

Rupiah Kamis pagi tercatat Rp14.010

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com