Kamis, 21 Juni 2018 | 22:45 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Gigi hitam: kecantikan a la Jepang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sosok wanita Jepang (sumber: Ancient Origins)
Sosok wanita Jepang (sumber: Ancient Origins)
<p><i>Ohaguro</i>, yang secara harafiah dapat diartikan sebagai "gigi dihitamkan"adalah sebuah praktek dimana wanita akan menghitamkan giginya. Meski praktek mewarnai gigi dikenal juga di Asia Tenggara, Pasifik dan Amerika Selatan, yang paling dikenal adalah di Jepang. </p><p>Hingga akhir abad ke 19, kebiasaan ini dianggap sebagai salah satu tanda kecantikan di Jepang. Akan tetapi selain melambangkan kecantikan, ternyata praktek menghitamkan gigi punya tujuan lain.&nbsp;<br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/styles/large/public/teeth-stained_0.jpg?itok=eRw1QRj0" width="599"></p><p>Ohaguro diperagakan oleh seorang wanita Jepang (sumber: Peter Brown)<br></p><p><br></p><p><strong>Persiapan pewarna</strong><br></p><p>Metode tradisional pewaranaan gigi untuk praktek Ohaguro dimulai dengan penggunaan sejenis pewarna. Pertama, sebuah wadah dari besi direndam dalam teh atau sake. Ketika besi teroksidasi, cairannya akan menjadi hitam. Rasa pewarna tersebut sangat kuat, sehingga rempah-rempah seperti kayu manis, pala dan lainnya akan ditambahkan. Pewarna ini kemudian akan diminum sehingga menghasilkan gigi berwarna hitam.&nbsp;<br></p><p>Untuk mempertahankan warna hitam itu, proses tersebut diulang terus sehari sekali atau setiap beberapa hari. Hasilnya nampaknya menjadi permanen, karena telah ditemukan tengkorak manusia dari periode Edo yang giginya masih berwarna hitam oleh karena Ohaguro ini.&nbsp;<br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/Young-Tonkin.jpg" width="300"></p><p>Gadis yang giginya dihitamkan (sumber: Ancient Origins)<br></p><p><br></p><p>Tidak diketahui pasti kapan dan bagaimana kebiasaan ini bermulai. Akan tetapi kebiasaan ini menjadi populer pada periode Heian (abad ke 8 - 12 Masehi). Pada waktu ini, para bangsawan, terutama wanita mempraktekkan kebiasaan ini. Tren ini mengimbangi salah satu tren kecantikan lainnya di masa yang sama.&nbsp;<br></p><p>Selain gigi hitam, wajah yang dipoles putih juga menjadi sangat diminati di periode Heian ini. Sayangnya, proses kosmetik yang memutihkan wajah ini biasanya membuat gigi nampak lebih kuning dari sesungguhnya. Untuk mengatasi masalah ini maka para wanita kemudian menghitamkan giginya.&nbsp;<br></p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/face-and-neck-white.jpg" width="516"></p><p>Ilustrasi Jepang kuno (sumber: Ancient Origins)<br></p><p><br></p><p>Konon praktek menghitamkan gigi juga dapat memperkuat gigi dan melindungi dari gigi berlobang. Selain itu, praktek Ohaguro juga melambangkan kesetiaan pada tuannya bagi para samurai.&nbsp;<br></p><p><br></p><p><strong>Fashion Baru Jepang</strong></p><p>Ohaguro terus dipraktekkan&nbsp; di berbagai periode sejarah Jepang. Pada periode Edo (abad 17 - 19 Masehi), praktek ini telah meluas dari kalangan bangsawan ke rakyat jelata juga. Kebiasaan ini berkembang bagi wanita yang sudah berkeluarga, wanita di atas usia 18 tahun, para PSK dan geisha. Jadi gigi hitam melambangkan kedewasaan secara seksual.&nbsp;</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/Black-teeth.jpg" width="358"></p><p>Di periode Meiji, yang mengikuti periode Edo, praktek Ohaguro tidak lagi menjadi trendy. Sebagai upaya modernisasi, Pemerintah Jepang melarang praktek Ohaguro pada tahun 1870.&nbsp;</p><p>Mengikuti kebiasaan yang lazim sekarang, gigi dibiarkan warna aslinya. Hal ini diperkuat ketika Permaisuri Kaisar Jepang muncul di depan umum pada tahun 1873 dengan gigi putih. Hal ini menandakan akhir trend Ohaguro sebagai lambang kecantikan. Di beberapa wilayah yang didiami kaum geisha (wanita penghibur Jepang), masih ditemukan wanita mempraktekkan Ohaguro.</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/Geisha-blackening.jpg" width="453"></p><p>Geisha yang menghitamkan giginya (sumber: Ancient Origins)<br></p><p><br></p><p><strong>Hanya Bergigi Hitam</strong><br></p><p>Menarik bahwa dalam mitos Jepang, ada figur yokai (makhluk halus) yang disebut Ohaguro Bettari, yang secara harafiah dapat diartikan "hanya bergigi hitam". Yokai ini diyakini adalah sosok wanita cantik terlihat dari belakang menggunakan pakaian pengantin. Dia gemar memanggil pria-pria muda.&nbsp;<br></p><p>Ketika para pria menghampiri, wajahnya dia sembunyikan, dan baru ketika pria sudah dekat maka dia akan menunjukkan wajahnya yang kosong dan hanya bergigi hitam. Dikatakan roh halus ini tidak berbahaya karena tidak ada kematian atau kecelakaan&nbsp;yang berujung dari kehadirannya.&nbsp;<br></p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/Ohaguro-Bettari.jpg" width="485"></p><p>Sosok Ohaguro Bettari (sumber: Ancient Origins)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com