Angka pernikahan dini tinggi, BKKBN rebranding program GenRe
Selasa, 05 April 2016 - 06:22 WIB | Penulis : Devi Novitasari | Editor : Administrator
<p>Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan rebranding program Generasi Berencana atau GenRe. Upaya ini dilakukan karena kampanye Genre sebelumnya dalam menekan angka usia pernikahan dini masih belum optimal.</p><p>Hal tersebut dikatakan Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty. Kondisi ini menurutnya, terlihat dengan masih tingginya angka usia pernikahan dini. Disebutkan berdasarkan hasil survei Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Program Kependudukan dan Keluarga Berencana tahun 2015, sebanyak 19,2 persen respon remaja wanita merencanakan menikah di bawah umur 22 tahun.</p><p>Sementara untuk remaja pria sebesar 46,2 persen merencanakan menikah umur 20-25 tahun. Padahal lanjutnya, sesuai kampanye BKKBN umur menikah ideal untuk perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki minimal 25 tahun.</p><p>"Untuk itu Program Genre yang sebelumnya diarahkan pada triad kesehatan reproduksi remaja (KKR) yaitu katakan jangan pada seks pra nikah, jangan pada Napza dan tidak pada HIV/AIDS, substansinya di Rebranding menjadi katakan tidak pada Nikah Dini, Katakan tidak pada seks Pra Nikah dan Katakan tidak pada Penyalahgunaan NAPZA," katanya, Senin (4/4).</p><p>Ketiga substansi tersebut akan diperkenalkan kepada masyarakat khususnya remaja melalui salam GenRe, selain kampanye GenRe yang berubah, Salam Genre dan Logo Genre juga mengalami perubahan, dikutip dari laman <i>InfoPublik</i>.</p><p>"Diharapkan dengan rebranding program GenRe ini jumlah remaja menikah usia dini dapat ditekan sekecil mungkin," ujarnya.</p><p>Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam upaya membantu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja agar mereka mampu menempuh jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
<P>Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Ronny Franky Sompie mengakui, dari semua Pimpin...
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
<P>Presiden RI Joko Widodo diminta segera menerbitkan SK terkait tim tujuh untuk efektivitas d...
Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB
<P>Pesawat Air Asia diduga hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura pada...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Kementerian Luar Negeri mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warga negara Indonesia (WNI) u...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menghadapi musim kemarau tahun 2018, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) m...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah terus mengawasi peredaran uang menjelang P...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil saksi dalam penyidikan tindak pidana k...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyatakan 16 tahanan yang ka...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri Perindustrian Airlangga menyampaikan salah satu pendorong keberhasilan dalam upaya ...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan yang diselenggarakan di S...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)