Senin, 17 Desember 2018 | 18:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Angka pernikahan dini tinggi, BKKBN rebranding program GenRe

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan rebranding program Generasi Berencana atau GenRe. Upaya ini dilakukan karena kampanye Genre sebelumnya dalam menekan angka usia pernikahan dini masih belum optimal.</p><p>Hal tersebut dikatakan Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty. Kondisi ini menurutnya, terlihat dengan masih tingginya angka usia pernikahan dini. Disebutkan berdasarkan hasil survei Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Program Kependudukan dan Keluarga Berencana tahun 2015, sebanyak 19,2 persen respon remaja wanita merencanakan menikah di bawah umur 22 tahun.</p><p>Sementara untuk remaja pria sebesar 46,2 persen merencanakan menikah umur 20-25 tahun. Padahal lanjutnya, sesuai kampanye BKKBN umur menikah ideal untuk perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki minimal 25 tahun.</p><p>"Untuk itu Program Genre yang sebelumnya diarahkan pada triad kesehatan reproduksi remaja (KKR) yaitu katakan jangan pada seks pra nikah, jangan pada Napza dan tidak pada HIV/AIDS, substansinya di Rebranding menjadi katakan tidak pada Nikah Dini, Katakan tidak pada seks Pra Nikah dan Katakan tidak pada Penyalahgunaan NAPZA," katanya, Senin (4/4).</p><p>Ketiga substansi tersebut akan diperkenalkan kepada masyarakat khususnya remaja melalui salam GenRe, selain kampanye GenRe yang berubah, Salam Genre dan Logo Genre juga mengalami perubahan, dikutip dari laman <i>InfoPublik</i>.</p><p>"Diharapkan dengan rebranding program GenRe ini jumlah remaja menikah usia dini dapat ditekan sekecil mungkin," ujarnya.</p><p>Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam upaya membantu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja agar mereka mampu menempuh jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 17 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sembilan orang tewas akibat bom mobil di Suriah

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 17:33 WIB

KPU jamin hak pemilih yang belum masuk DPT

Pileg 2019 | 17 Desember 2018 - 17:12 WIB

Jokowi sebut caleg PKB punya militansi tinggi

<p>Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan rebranding program Generasi Berencana atau GenRe. Upaya ini dilakukan karena kampanye Genre sebelumnya dalam menekan angka usia pernikahan dini masih belum optimal.</p><p>Hal tersebut dikatakan Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty. Kondisi ini menurutnya, terlihat dengan masih tingginya angka usia pernikahan dini. Disebutkan berdasarkan hasil survei Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Program Kependudukan dan Keluarga Berencana tahun 2015, sebanyak 19,2 persen respon remaja wanita merencanakan menikah di bawah umur 22 tahun.</p><p>Sementara untuk remaja pria sebesar 46,2 persen merencanakan menikah umur 20-25 tahun. Padahal lanjutnya, sesuai kampanye BKKBN umur menikah ideal untuk perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki minimal 25 tahun.</p><p>"Untuk itu Program Genre yang sebelumnya diarahkan pada triad kesehatan reproduksi remaja (KKR) yaitu katakan jangan pada seks pra nikah, jangan pada Napza dan tidak pada HIV/AIDS, substansinya di Rebranding menjadi katakan tidak pada Nikah Dini, Katakan tidak pada seks Pra Nikah dan Katakan tidak pada Penyalahgunaan NAPZA," katanya, Senin (4/4).</p><p>Ketiga substansi tersebut akan diperkenalkan kepada masyarakat khususnya remaja melalui salam GenRe, selain kampanye GenRe yang berubah, Salam Genre dan Logo Genre juga mengalami perubahan, dikutip dari laman <i>InfoPublik</i>.</p><p>"Diharapkan dengan rebranding program GenRe ini jumlah remaja menikah usia dini dapat ditekan sekecil mungkin," ujarnya.</p><p>Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam upaya membantu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja agar mereka mampu menempuh jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com