Kamis, 21 Juni 2018 | 17:37 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Korea Utara Percepat Uji Coba Nuklir Setelah Sanksi Baru PBB

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: VOA Indonesia) Pertemuan Komite Sentral menandai ulang tahun ke-104 pendiri Korea Utara, Kim Il-sung (14/4).
(Courtesy: VOA Indonesia) Pertemuan Komite Sentral menandai ulang tahun ke-104 pendiri Korea Utara, Kim Il-sung (14/4).
SEOUL —&nbsp; <p>Dalam jangka waktu pendek, sepertinya tidak ada yang dapat menghentikan Korea Utara melakukan uji coba nuklir ke lima dalam waktu yang sangat dekat ini.</p> <p>Hari Senin (18/4), Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan Washington dan Seoul memantau peningkatan aktivitas di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri di Korea Utara yang kemungkinan mengindikasikan persiapan-persiapan sedang dilakukan untuk uji coba lagi. </p> <p>&quot;Saya tidak dapat memberitahu secara terperinci, tapi Korea Utara memiliki kemampuan untuk melakukan uji coba nuklir ke lima kapan saja,&quot; ujar Moon Sang-kyun, juru bicara Kementerian.</p> <p>Pemerintahan Kim Jong-un telah memberi respon yang menantang setelah Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi-sanksi internasional baru yang keras terhadap Korea Utara bulan Maret karena melakukan uji coba nuklir bulan Januari, diikuti dengan peluncuran roket jarak jauh bulan Februari.</p> <img alt="Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, memberikan suara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB (2/3)." src="http://gdb.voanews.com/EFC05A38-947E-4CA4-88ED-3B40891A9567_w250_r0_s.jpg" /> <p class="caption">Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, memberikan suara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB (2/3).</p> <p /> <p><strong>Korea Selatan Waspada</strong></p> <p>Presiden Park Geun-hye hari Senin (18/4) memerintahkan militer Korea Selatan untuk waspada tingkat tinggi kalau-kalau aktivitas militer di Utara mengarah pada semacam serangan terhadap Selatan. </p> <p>Langkah Korea Utara untuk mempercepat pengembangan senjata nuklirnya, menurut beberapa analis, merupakan upaya untuk mengintimidasi komunitas internasional untuk menerimanya sebagai kekuatan nuklir, dan untuk memperkokoh kekuasaan Kim Jong-un ddi dalam negeri menjelang kongres Partai Pekerja yang berkuasa awal Mei nanti.</p> <p>Ada juga spekulasi bahwa militer Korea Utara di bawah tekanan untuk segera melakukan uji coba nuklir yang sukses setelah uji coba rudal jarak menengah hari Jumat lalu gagal total.</p> <p>Korea Utara diyakini memiliki cukup plutonium untuk membuat delapan sampai 12 bom nuklir dan memiliki uranium yang diperkaya.</p> <p>Kementerian Pertahanan Korea Selatan hari Senin mengatakan ada peluang besar bahwa ledakan nuklir berikutnya akan dilakukan di bawah tanah dan ini akan melibatkan uji coba hulu ledak nuklir.</p> <p>Korea Utara telah mengklaim memiliki hulu ledak nuklir mini yang bisa masuk dalam rudal balistik. </p> <img alt="Layar televisi di stasiun kereta api Seoul menampilkan Kim Jong-un (9/3)." src="http://gdb.voanews.com/46919C08-D1E1-489D-BD70-1B2F94F0DBD1_w250_r0_s.jpg" /> <p class="caption">Layar televisi di stasiun kereta api Seoul menampilkan Kim Jong-un (9/3).</p> <p /> <p><strong>Dampak Sanksi</strong></p> <p>Bulan Maret, Dewan Keamanan PBB, yang telah melarang Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik dan senjata nuklir, memberlakukan sanksi-sanksi baru yang keras terhadap pemerintah Kim Jong-un.</p> <p>Langkah hukuman ini, yang berpotensi menghantam ekonomi, termasuk menangguhkan transfer mata uang dan membatasi perdagangan mineral Korea Utara yang menguntungkan yang mencakup lebih dari setengah ekspor negara itu yang bernilai US$2,5 miliar ke China saja.</p> <p>Sejak sanksi diberlakukan, Korea Utara telah menguji coba sejumlah rudal jarak pendek dan menengah. Komunitas internasional telah mengutuk provokasi yang berulang itu tapi tidak memberlakukan hukuman tambahan. <em>[hd]</em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Juni 2018 - 17:34 WIB

Darmin: Rupiah terdampak penyesuaian bunga The Fed

Aktual Luar Negeri | 21 Juni 2018 - 17:22 WIB

Dewan Keamanan Eropa desak Rusia bebaskan sutradara asal Ukraina

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 17:07 WIB

Volume sampah di Jakarta menurun selama Lebaran

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:57 WIB

Presiden: Tidak ada intervensi SP3 Rizieq

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:44 WIB

Anggota DPR dilaporkan atas tuduhan pengeroyokan

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 16:35 WIB

Pemudik minta jalur khusus balita di Bakauheni

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com