Jumat, 23 Februari 2018

Perbankan Islami dapat berperan dalam pelaksanaan SDGs

Rabu, 20 April 2016 12:47

Grafik dari laporan Standard and Poor's terkait perbankan Islami (sumber: S&P's via Saudi Gazzette) Grafik dari laporan Standard and Poor's terkait perbankan Islami (sumber: S&P's via Saudi Gazzette)
Ayo berbagi!

Sistem perbankan Islami dapat turut memberikan kontribusi dalam pelaksanaan SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), program yang dicanangkan PBB sebagai kelanjutan dari agenda Millenium Development Goals.

Hal ini terungkap dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat keuangan, Standard and Poor's Rating Service pada hari Senin (18/04). Sebagaimana dikutip dari The Saudi Gazzette, Mohamed Damak, Global Head of Islamic Finance dari Standard and Poor's, "Perbankan Islami dapat memainkan peran - meskipun tidak terlalu besar - dalam mencapai beberapa tujuan yang termaktub dalam SDGs, khususnya yang sejalan dengan prinsip-prinsip dasar keuangan secara syariah." 

PBB menekankan peranan dan kerjasama global antara berbagai macam pemegang kepentingan, termasuk diantaranya dunia perbankan. 

Melihat SDGs secara keseluruhan dan prinsip-prinsip perbankan Islami terdapat beberapa persamaan. Contohnya, ketentuan yang mensyaratkan adanya aset-aset nyata dalam setiap transaksi berdasarkan syariah membuat perbankan Islami menjaid salah satu model yang ideal bagi pendanaan proyek-proyek infrastruktur. 

Satu lagi keuntungan dari perbankan secara syariah adalah dilarangnya mendanai beberapa kegiatan seperti industri persenjataan, serta berupaya untuk membangun masyarakat yang madani, damai dan inklusif.

Perbankan syariah juga menggunakan beberapa produk khusus yang dapat digunakan untuk mendanai kegiatan-kegiatan terkait pembangunan yang sejalan dengan SDGs. Target-target SDGs antara lain mencakup pengentasan segala bentuk kemiskinan, melawan kelaparan serta memastikan keamanan pangan. Jenis produk yang terutama sangat selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan antara lain adalah qardhul hasan (pinjaman lunak), dimana peminjam hanya diharuskan mengembalikan pokok pinjaman. Penggunaan prinsip wakaf dan pemberdayaan zakat juga sangat bersahabat dan untuk tujuan sosial. 

Oleh karena prinsip perbankan syariah menekankan pembagian keuntungan maupun kerugian bersama, maka prinsip keadilan terkandung apabila sistem perbankan tersebut dilaksanakan dengan benar, sehingga meredam dampak negatif dari gejolak dalam perekonomian. 

Masih ada lagi informasi The Global Goals (SDGs) menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar