Sabtu, 23 Juni 2018 | 21:05 WIB

Daftar | Login

/

Perbankan Islami dapat berperan dalam pelaksanaan SDGs

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Grafik dari laporan Standard and Poor's terkait perbankan Islami (sumber: S&P's via Saudi Gazzette)
Grafik dari laporan Standard and Poor's terkait perbankan Islami (sumber: S&P's via Saudi Gazzette)
<p>Sistem perbankan Islami dapat turut memberikan kontribusi dalam pelaksanaan SDGs (<i>Sustainable Development Goals</i>/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), program yang dicanangkan PBB sebagai kelanjutan dari agenda <i>Millenium Development Goals</i>.</p><p>Hal ini terungkap dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat keuangan, Standard and Poor's Rating Service pada hari Senin (18/04). Sebagaimana dikutip dari The Saudi Gazzette, Mohamed Damak, <i>Global Head of Islamic Finance</i> dari <i>Standard and Poor's</i>, "Perbankan Islami dapat memainkan peran - meskipun tidak terlalu besar - dalam mencapai beberapa tujuan yang termaktub dalam SDGs, khususnya yang sejalan dengan prinsip-prinsip dasar keuangan secara syariah."&nbsp;</p><p>PBB menekankan peranan dan kerjasama global antara berbagai macam pemegang kepentingan, termasuk diantaranya dunia perbankan.&nbsp;</p><p>Melihat SDGs secara keseluruhan dan prinsip-prinsip perbankan Islami terdapat beberapa persamaan. Contohnya, ketentuan yang mensyaratkan adanya aset-aset nyata dalam setiap transaksi berdasarkan syariah membuat perbankan Islami menjaid salah satu model yang ideal bagi pendanaan proyek-proyek infrastruktur.&nbsp;</p><p>Satu lagi keuntungan dari perbankan secara syariah adalah dilarangnya mendanai beberapa kegiatan seperti industri persenjataan, serta berupaya untuk membangun masyarakat yang madani, damai dan inklusif.</p><p>Perbankan syariah juga menggunakan beberapa produk khusus yang dapat digunakan untuk mendanai kegiatan-kegiatan terkait pembangunan yang sejalan dengan SDGs. Target-target SDGs antara lain mencakup pengentasan segala bentuk kemiskinan, melawan kelaparan serta memastikan keamanan pangan. Jenis produk yang terutama sangat selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan antara lain adalah&nbsp;<i>qardhul hasan</i> (pinjaman lunak), dimana peminjam hanya diharuskan mengembalikan pokok pinjaman. Penggunaan prinsip wakaf dan pemberdayaan zakat juga sangat bersahabat dan untuk tujuan sosial.&nbsp;</p><p>Oleh karena prinsip perbankan syariah menekankan pembagian keuntungan maupun kerugian bersama, maka prinsip keadilan terkandung apabila sistem perbankan tersebut dilaksanakan dengan benar, sehingga meredam dampak negatif dari gejolak dalam perekonomian.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 19:25 WIB

Bus AKAP dominasi arus balik ke sejumlah kota besar

Ekonomi | 23 Juni 2018 - 19:14 WIB

Penurunan PPh UMKM akan perkuat pertumbuhan usaha

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com