Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Segelintir pria masa prasejarah mendominasi genetika dunia masa kini

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Ilustrasi pria di era prasejarah (sumber: Ancient Origins)
Ilustrasi pria di era prasejarah (sumber: Ancient Origins)
<p>Penelitian terbaru silsilah genetis manusia dari sisi pria mengungkap bahwa terjadi masa-masa di era prasejarah di mana hanya segelintir pria yang menentukan reproduksi umat manusia. Contohnya, seorang pria yang hidup 190 ribu tahun lampau merupakan nenek moyang&nbsp; 1200 pria yang hidup kini dari 26 kelompok di sekeliling dunia yang gennya dipelajari untuk penelitian ini. </p><p>Pertanyaanya: siapa yang tahu seberapa hebat gen pria tersebut? Seberapa bedakah dunia andai seorang pria lain yang menurunkan manusia-manusia yang hidup kini?</p><p>Dapat dibayangkan juga, kawin&nbsp;dengan berapa wanita kah pria tersebut sepanjang hidupnya? Dia hidup di masa awal terbentuknya spesies manusia modern, Homo sapiens, jadi bisa saja karena secara matematis dia menurunkan kita semua, ketimbang memiliki banyak pasangan semasa hidupnya.&nbsp;</p><p>Namun ribuan tahun kemudian, penelitian genetika menunjukkan bahwa memang hanya sedikit saja pria yang berhasil menurunkan sebagian besar umat manusia.</p><p>Dalam sebuah rilis yang dikeluarkan oleh Wellcome Trust Sanger Institute mengenai hal ini menyebutkan:&nbsp;</p><p>"Penelitian ....mempelajari urutan perbedaan antara kromosom Y dari 1200 pria yang berasal dari 26 populasi di seluruh dunia menggunakan data dari proyek<i> 1000 Genome</i>. Menganalisa kromosom Y dari manusia modern ini memberi petunjuk tentang kehidupan nenek moyang kita. Karena kromosom Y diturunkan hanya dari ayah kepada anak prianya maka sangat terkait dengan penurunan karakteristik yang murni terkait pria. Kelompok peneliti menggunakan informasi ini untuk membangun pohon genetika dari 1200 kromosom Y ini. Ditemukan bahwa mereka berkerabat satu sama lain. Mereka semua berasal dari satu pria yang hidup kira-kira 190 ribu tahun lampau."&nbsp;</p><p>Dalam sebuah penelitian lain ditemukan seorang pria&nbsp;yang hidup di benua Eropa 4000 tahun lampau dan adalah nenek moyang dari separuh pria di Eropa Barat. Dr. Tyler-Smith dari lembaga yang meneliti menyatakan kepada The Telegraph, "Di Eropa terjadi ledakan populasi yang hebat dalam hanya beberapa generasi. Genetika tidak dapat menunjukkan kenapa hal itu terjadi. Tetapi kita tahu bahwa segelintir pria yang berasal dari kalangan elite mengontrol proses perkawinan dan mendominasi seluruh populasi. Separuh dari populasi Eropa Barat berasal hanya dari satu pria saja."&nbsp;</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/styles/large/public/World-Map.jpg?itok=ATXPeKus" width="576"></p><p>Peta haplogroup Y-DNA sebelum masa kolonial modern (sumber: Ancient Origins)</p><p><br></p><p><br></p><p>Menurut Dr. Tyler-Smith, "Penjelasan yang terbaik adalah kemajuan teknologi dikuasai oleh hanya sekelompok kecil pria. Penggunaan roda dalam transportasi, penggunaan logam dan peperangan yang terorganisir semuanya adalah contoh-contoh penjelasan yang perlu dipelajari lebih lanjut."&nbsp;</p><p>Penelitian ini menemukan sebuah ledakan populasi pria sekitar 55 hingga 50 ribu tahun lalu di Asia dan Eropa&nbsp; dan sekitar 15 ribu tahun lalu di benua Amerika. Perluasan populasi pria&nbsp;yang cepat kemudian terjadi lagi di wilayah Afrika, Eropa Barat, Asia Selatan serta Asia Timur sekitar&nbsp; 8 hingga 4 ribu tahun lalu.&nbsp;</p><p>"Kelompok peneliti meyakini bahwa ledakan penduduk terjadi karena hadirnya manusia pertama di benua-benua yang masih kosong tersebut, dimana sumber daya alam masih melimpah," ungkapnya.&nbsp;</p><p>Hanya setahun yang lalu para ilmuwan melaporkan bahwa sebagian besar pria di Eropa diturunkan dari segelintir pria di Zaman Perunggu. Peneliti berspekulasi bahwa perubahan budaya dan teknologi merupakan katalis dalam ledakan penduduk yang terjadi.&nbsp;</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/Bronze-Age-warriors_0.jpg" width="300"></p><p>Ilustrasi pria di Zaman Perunggu (sumber: Ancient Origins)</p><p><br></p><p>"Ledakan penduduk terjadi di Zaman Perunggu, dimana terjadi perubahan dalam cara pemakaman, menyebarnya penggunaan kuda sebagai alat transportasi, dan perkembangan dalam persenjataan.Pria yang dominan yang terkait dengan semua perubahan budaya manusia ini mungkin bertanggung jawab atas pola kromosom Y yang kita temui kini," ungkap Profesor Mark Jobling dari Universitas Leicester.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Penelitian terbaru silsilah genetis manusia dari sisi pria mengungkap bahwa terjadi masa-masa di era prasejarah di mana hanya segelintir pria yang menentukan reproduksi umat manusia. Contohnya, seorang pria yang hidup 190 ribu tahun lampau merupakan nenek moyang&nbsp; 1200 pria yang hidup kini dari 26 kelompok di sekeliling dunia yang gennya dipelajari untuk penelitian ini. </p><p>Pertanyaanya: siapa yang tahu seberapa hebat gen pria tersebut? Seberapa bedakah dunia andai seorang pria lain yang menurunkan manusia-manusia yang hidup kini?</p><p>Dapat dibayangkan juga, kawin&nbsp;dengan berapa wanita kah pria tersebut sepanjang hidupnya? Dia hidup di masa awal terbentuknya spesies manusia modern, Homo sapiens, jadi bisa saja karena secara matematis dia menurunkan kita semua, ketimbang memiliki banyak pasangan semasa hidupnya.&nbsp;</p><p>Namun ribuan tahun kemudian, penelitian genetika menunjukkan bahwa memang hanya sedikit saja pria yang berhasil menurunkan sebagian besar umat manusia.</p><p>Dalam sebuah rilis yang dikeluarkan oleh Wellcome Trust Sanger Institute mengenai hal ini menyebutkan:&nbsp;</p><p>"Penelitian ....mempelajari urutan perbedaan antara kromosom Y dari 1200 pria yang berasal dari 26 populasi di seluruh dunia menggunakan data dari proyek<i> 1000 Genome</i>. Menganalisa kromosom Y dari manusia modern ini memberi petunjuk tentang kehidupan nenek moyang kita. Karena kromosom Y diturunkan hanya dari ayah kepada anak prianya maka sangat terkait dengan penurunan karakteristik yang murni terkait pria. Kelompok peneliti menggunakan informasi ini untuk membangun pohon genetika dari 1200 kromosom Y ini. Ditemukan bahwa mereka berkerabat satu sama lain. Mereka semua berasal dari satu pria yang hidup kira-kira 190 ribu tahun lampau."&nbsp;</p><p>Dalam sebuah penelitian lain ditemukan seorang pria&nbsp;yang hidup di benua Eropa 4000 tahun lampau dan adalah nenek moyang dari separuh pria di Eropa Barat. Dr. Tyler-Smith dari lembaga yang meneliti menyatakan kepada The Telegraph, "Di Eropa terjadi ledakan populasi yang hebat dalam hanya beberapa generasi. Genetika tidak dapat menunjukkan kenapa hal itu terjadi. Tetapi kita tahu bahwa segelintir pria yang berasal dari kalangan elite mengontrol proses perkawinan dan mendominasi seluruh populasi. Separuh dari populasi Eropa Barat berasal hanya dari satu pria saja."&nbsp;</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/styles/large/public/World-Map.jpg?itok=ATXPeKus" width="576"></p><p>Peta haplogroup Y-DNA sebelum masa kolonial modern (sumber: Ancient Origins)</p><p><br></p><p><br></p><p>Menurut Dr. Tyler-Smith, "Penjelasan yang terbaik adalah kemajuan teknologi dikuasai oleh hanya sekelompok kecil pria. Penggunaan roda dalam transportasi, penggunaan logam dan peperangan yang terorganisir semuanya adalah contoh-contoh penjelasan yang perlu dipelajari lebih lanjut."&nbsp;</p><p>Penelitian ini menemukan sebuah ledakan populasi pria sekitar 55 hingga 50 ribu tahun lalu di Asia dan Eropa&nbsp; dan sekitar 15 ribu tahun lalu di benua Amerika. Perluasan populasi pria&nbsp;yang cepat kemudian terjadi lagi di wilayah Afrika, Eropa Barat, Asia Selatan serta Asia Timur sekitar&nbsp; 8 hingga 4 ribu tahun lalu.&nbsp;</p><p>"Kelompok peneliti meyakini bahwa ledakan penduduk terjadi karena hadirnya manusia pertama di benua-benua yang masih kosong tersebut, dimana sumber daya alam masih melimpah," ungkapnya.&nbsp;</p><p>Hanya setahun yang lalu para ilmuwan melaporkan bahwa sebagian besar pria di Eropa diturunkan dari segelintir pria di Zaman Perunggu. Peneliti berspekulasi bahwa perubahan budaya dan teknologi merupakan katalis dalam ledakan penduduk yang terjadi.&nbsp;</p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://www.ancient-origins.net/sites/default/files/Bronze-Age-warriors_0.jpg" width="300"></p><p>Ilustrasi pria di Zaman Perunggu (sumber: Ancient Origins)</p><p><br></p><p>"Ledakan penduduk terjadi di Zaman Perunggu, dimana terjadi perubahan dalam cara pemakaman, menyebarnya penggunaan kuda sebagai alat transportasi, dan perkembangan dalam persenjataan.Pria yang dominan yang terkait dengan semua perubahan budaya manusia ini mungkin bertanggung jawab atas pola kromosom Y yang kita temui kini," ungkap Profesor Mark Jobling dari Universitas Leicester.&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com