Rabu, 13 Desember 2017

Slip gaji pertama dunia, coba tebak dibayar dengan apa orang waktu itu?

Sabtu, 02 Juli 2016 07:28

Tablet kuno Mesopotamia (sumber: Ancient Origins) Tablet kuno Mesopotamia (sumber: Ancient Origins)
Ayo berbagi!

Sebuah tablet terakota berusia lebih dari 5000 tahun ditemukan di Uruk, kota Mesopotamia kuno yang kini ada di wilayah Irak. Tablet itu dapat dianggap sebagai bukti pembayaran atas hasil kerja yang pertama di dunia, bahkan merupakan salah satu jejak tulisan pertama.

Ternyata para pekerja dari kota tersebut mendapatkan upah dalam bentuk jatah minuman bir. Pada waktu itu, bir berwujud kental, penuh gizi dan karbohidrat sehingga menjadi asupan memadai bagi pekerja di kota-kota Mesopotamia, serta Mesir Kuno. Pekerjaan mereka penuh kegiatan seperti pembangunan gedung-gedung dari batu, monumen, ziggurat [red: sejenis piramida bersusun] dan piramida. 

Situs New Scientist melaporkan bahwa 'slip gaji' Mesopotamia itu merupakan salah satu bentuk tulisan tertua yang ada. 

"Mungkin tidak mengherankan bahwa salah satu contoh tulisan tertua menggambarkan dua keinginan manusia yang paling dasar: alkohol dan bekerja. Sekitar 5000 tahun lalu, masyarakat yang tinggal di kota Uruk, kini di wilayah Irak modern menulis dengan sebuah aksara yang bergambar yang disebut cuneiform. Di salah satu tablet yang ditemukan tergambarkan sosok kepala manusia tengah makan dari mangkok, yang diartikan sebagai "ransum" serta sebuah bejana yang berarti "bir". Di sekitar lambang tersebut ada guratan yang mencatat jumlah bir yang dibagikan kepada seorang pekerja. Ini merupakan slip gaji tertua yang ditemukan di dunia. Konsep hubungan kerja antara karyawan dan majikan telah dikenal lima ribu tahun lampau." 

Uruk bukanlah satu-satunya tempat di jaman kuno yang menggaji pekerjanya dengan bir. Dalam sebuah artikel Smithsonian tercatat arkeolog Patrick McGovern menulis, "Untuk piramida, setiap pekerja mendapat jatah empat hingga lima liter bir. Minuman itu merupakan sumber gizi, menyegarkan dan sebuah ganjaran setelah bekerja keras sepanjang hari. Bir digunakan untuk membayar gaji. Terjadi sebuah pemberontakan apabila mereka kekurangan. Andai tidak terdapat cukup bir, kemungkinan piramida Mesir tidak akan dibangun." 

Image title

Di Mesopotamia sebagaimana di Mesir Kuno, pekerja dibayar upahnya dalam bentuk bir (sumber: Ancient Origins)

Pekerja di monumen dan piramida juga mendapatkan upah dalam bentuk roti. Karena tentunya tidak mungkin hidup dari minum bir saja. 

Menurut Ars Techinica, pujangga Geoffrey Chaucer dibayar sebayan 252 galon minuman anggur setiap tahun oleh Raja Richard II dari Inggris. Penulis yang juga merupakan anggota parlemen, pejabat negara dan pengarang karya The Canterbury Tales itu hidup di abad ke 14 Masehi.

Hingga masa modern, salah satu bentuk fasilitas yang diperoleh di negara-negara tertentu adalah diberikannya minuman seperti bir atau lainnya secara cuma-cuma.

Kembali ke sejarah dan mitologi Mesopotamia, di dalam karya sastra Gilgamesh terdapat sebuah kutipan dimana tokoh Enkiddu menjadi beradab karena bir dan roti: 

"Enkiddu, seorang pria yang brewok, kusut dan seperti orang liar, yang makan rumput dan minum susu dari binatang buas hendak menguji kekuatannya melawan Gilgamesh, sang bangsawan yang setengah-dewa. Untuk amannya, Gilgamesh mengirim seorang wanita [sundal] ke Enkiddu untuk mempelajari kekuatan dan kelemahannya. Enkiddu menikmati waktu satu pekan bersamanya, dan selama itu sang wanita mengajarkannya hidup beradab. Enkiddu tidak mengenal roti dan bahkan cara memakannya. Dia juga tidak mengenal cara meminum bir. Sang wanita membuka mulutnya dan berbicara pada Enkiddu, "Makanlah roti sekarang wahai Enkiddu karena akan membawa kehidupan. Minumlah bir, karena itu merupakan kebiasaan tanah ini." Enkiddu kemudian meminum tujuh gelas bir dan hatinya melayang-layang. Dalam keadaan ini dia membersihkan dirinya dan menjadi seorang manusia." 

Epos Gilgamesh ini ditulis sekitar 3000 SM, tidak lama setelah slip gaji kuno tersebut dibuat. Kisah Gilgamesh juga bertempat di kota kuno Uruk. 

Image title

Tablet 5 yang mengandung epos Gilgamesh (sumber: Ancient Origins)

Menurut situs BeerInTheWorld, para sejarawan telah menelusuri asal bir dari suku-suku di Afrika, Mesir dan Sumeria. Sumer adalah bagian dari Mesopotamia kuno. "Bukti tertua proses pembuatan bir tercatat 6000 tahun lampau dan merujuk pada bangsa Sumeria. Dikatakan bahwa orang Sumeria menemukan proses fermentasi bir dengan tidak sengaja," demikian ditulis situs tersebut. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar