Senin, 10 Desember 2018 | 21:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Jadi wagubsu, Edison Sianturi tunggu restu OSO

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Proses pemilihan atau penentuan siapa yang akan menjadi Wakil Gubernur Sumut mendampingi Tengku Erry Nuradi disisa masa jabatannya dalam waktu dekat ini akan segera bergulir di DPRD Sumatera Utara. Muncul beberapa nama yang akan menjadi pendamping Tengku Erry Nuradi diantaranya adalah Ir Edison Sianturi, Ketua DPD Partai Persatuan Nasional (PPN) Sumatera Utara yang menjadi salah satu partai politik pendukung pasangan Gatot-Tengku Erry (GANTENG) pada Pilgubsu 2013 lalu.</p><p><br></p><p>Edison Sianturi dinilai pantas menjadi pendamping Tengku Erry Nuradi, sebab Edison merupakan salah satu pemimpin partai pendukung pasangan GANTENG dan juga tokoh muda Sumatera Utara. Oleh karena itu, langkah Edison Sianturi untuk menjadi pendamping Tengku Erry Nuradi disisa masa jabatannya tinggal selangkah lagi, salah satunya adalahnya perlu mendapat restu dari Ketua Umum DPP PPN Oesman Sapta Odang atau OSO. </p><p><br></p><p>"Saya perlu meminta ijin atau restu terlebih dahulu kepada Ketua Umum DPP PPN, Oesman Sapta Odang," kata Edison Sianturi kepada wartawan termasuk Reporter elshinta, Heru R. Kurnja. </p><p><br></p><p>Jika Ketua Umum DPP PPN, Oesman Sapta setuju atau merestui, tegas Edison, maka dirinya siap untuk menjadi Wakil Gubernur Sumut mendampingi Tengku Erry Nuradi disisa masa jabatannya. Apalagi Partai Persatuan Nasional (PPN) Sumatera Utara ini merupakan salah satu partai pendukung yang menghantarkan Gatot-Tengku Erry menjadi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada Pilgubsu 2013 lalu. </p><p><br></p><p>Perlunya persetujuan dari ketua umum, kata Edison, karena kewenangan ada di tangan Ketua Umum DPP PPN, Oesman Sapta untuk merekomendasikan dan merestui kadernya menjadi wakil gubernur. </p><p><br></p><p>Sebagaimana diketahui bahwa Partai Persatuan Nasional Sumut pada Pilgubsu 2013 lalu bersama partai pendukung lainnya seperti PKS, Hanura, PKNU dan Partai Patriot mengusung pasangan Gatot-Tengku Erry Nuradi. Karena adanya persoalan hukum yang dialami oleh Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, maka Pemerintah telah menetapkan Tengku Erry Nuradi yang semula menjadi Wakil Gubernur Sumut menjadi Gubernur Sumut. </p><p><br></p><p>Namun sesuai dengan amanah UU No 8 tahun 2015 terhadap Pengisian Kekosongan Jabatan Wagubsu, kata Edison, dengan tegas mengatakan bahwa parpol atau gabungan parpol mengusulkan 2 nama dan akan diputuskan nantinya di DPRD Sumut. Edison Sianturi punya alasan tersendiri untuk maju menjadi Wakil Gubernur Sumut, salah satunya adalah sudah banyak pengalaman dalam berorganisasi, baik di DPRD Sumut maupun di partai politik.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas pemilu harus independen

<p>Proses pemilihan atau penentuan siapa yang akan menjadi Wakil Gubernur Sumut mendampingi Tengku Erry Nuradi disisa masa jabatannya dalam waktu dekat ini akan segera bergulir di DPRD Sumatera Utara. Muncul beberapa nama yang akan menjadi pendamping Tengku Erry Nuradi diantaranya adalah Ir Edison Sianturi, Ketua DPD Partai Persatuan Nasional (PPN) Sumatera Utara yang menjadi salah satu partai politik pendukung pasangan Gatot-Tengku Erry (GANTENG) pada Pilgubsu 2013 lalu.</p><p><br></p><p>Edison Sianturi dinilai pantas menjadi pendamping Tengku Erry Nuradi, sebab Edison merupakan salah satu pemimpin partai pendukung pasangan GANTENG dan juga tokoh muda Sumatera Utara. Oleh karena itu, langkah Edison Sianturi untuk menjadi pendamping Tengku Erry Nuradi disisa masa jabatannya tinggal selangkah lagi, salah satunya adalahnya perlu mendapat restu dari Ketua Umum DPP PPN Oesman Sapta Odang atau OSO. </p><p><br></p><p>"Saya perlu meminta ijin atau restu terlebih dahulu kepada Ketua Umum DPP PPN, Oesman Sapta Odang," kata Edison Sianturi kepada wartawan termasuk Reporter elshinta, Heru R. Kurnja. </p><p><br></p><p>Jika Ketua Umum DPP PPN, Oesman Sapta setuju atau merestui, tegas Edison, maka dirinya siap untuk menjadi Wakil Gubernur Sumut mendampingi Tengku Erry Nuradi disisa masa jabatannya. Apalagi Partai Persatuan Nasional (PPN) Sumatera Utara ini merupakan salah satu partai pendukung yang menghantarkan Gatot-Tengku Erry menjadi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada Pilgubsu 2013 lalu. </p><p><br></p><p>Perlunya persetujuan dari ketua umum, kata Edison, karena kewenangan ada di tangan Ketua Umum DPP PPN, Oesman Sapta untuk merekomendasikan dan merestui kadernya menjadi wakil gubernur. </p><p><br></p><p>Sebagaimana diketahui bahwa Partai Persatuan Nasional Sumut pada Pilgubsu 2013 lalu bersama partai pendukung lainnya seperti PKS, Hanura, PKNU dan Partai Patriot mengusung pasangan Gatot-Tengku Erry Nuradi. Karena adanya persoalan hukum yang dialami oleh Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, maka Pemerintah telah menetapkan Tengku Erry Nuradi yang semula menjadi Wakil Gubernur Sumut menjadi Gubernur Sumut. </p><p><br></p><p>Namun sesuai dengan amanah UU No 8 tahun 2015 terhadap Pengisian Kekosongan Jabatan Wagubsu, kata Edison, dengan tegas mengatakan bahwa parpol atau gabungan parpol mengusulkan 2 nama dan akan diputuskan nantinya di DPRD Sumut. Edison Sianturi punya alasan tersendiri untuk maju menjadi Wakil Gubernur Sumut, salah satunya adalah sudah banyak pengalaman dalam berorganisasi, baik di DPRD Sumut maupun di partai politik.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com