Jumat, 20 Januari 2017

Murrieta - pria di belakang legenda Zorro

Jumat, 22 Juli 2016 12:39

Ilustrasi Zorro (sumber: Ancient Origins) Ilustrasi Zorro (sumber: Ancient Origins)
Ayo berbagi!

Siapa yang tidak mengenal kisah Zorro yang melegenda dan telah berulang kali diabadikan dalam film layar lebar di antaranya yang diperankan oleh aktor Hollywood, Antonio Banderas. Ternyata sosok Zorro itu berdasarkan kisah legendaris seorang pria Meksiko bernama Joaquin Murrieta.

Sebagai salah satu ikon budaya Hollywood di abad ke 20, kisah fiksi Zorro dibuat berdasarkan kehidupan setidaknya tiga pria: Juan Nepomuceno Cortina, Tiburcio Vasquez dan yang paling penting dalam legenda tersebut, Joaquin Murrieta sendiri. 

Adalah namanya sosok terakhir yang digunakan sebagai karakter yang diperankan oleh Antonio Banderas, yang membawa kembali kisah rakyat California dalam film layar lebar The Mask of Zorro (1998) dan The Legend of Zorro (2005).

Kisah Robin Hood dari Meksiko

Joaquin Murrieta lahir sekitar tahun 1829 di Hermosillo, negara bagian Sonora di Meksiko. Kehiidupannya sebagian besar dihabiskan di wilayah California yang pernah menjadi bagian dari Meksiko dimana Murrieta berprofesi sebagai pencari emas pada saat ada demam emas sekitar tahun 1850an. 

Murrieta memperoleh perlakukan yang diskriminatif dari orang kulit putih Amerika yang menyebabkan dirinya memberontak pada sikap-sikap dan aturan diskriminatif. Dia membela hak-hak penambang penduduk asli Amerika dan akhirnya menjadi seorang penambang yang sukses. Hal ini menimbulkan rasa cemburu dari sejumlah penambang kulit putih yang kemudian memperkosa istrinya dan membunuhnya, serta menghajar Murrieta hingga babak belur dan nyaris mati juga. 

Pada waktu itu ada sindikat ilegal penjualan kuda, dan Murrieta akhirnya bergabung dengan perdagangan ilegal tersebut; dengan bantuan sesama pedagang kuda ilegal itu dia berhasil menemukan sebagian besar pelaku pemerkosaan atas istrinya dan membalas dendamnya dengan membunuh mereka yang ditemukannya. 

Image title

Ilustrasi Joaquin Murrieta (sumber: Ancient Origins)

Peristiwa tersebut menjadi awal terbentuknya geng Murrieta yang mulai menyerang kereta api di California. Tidak jelas berapa banyak anggota geng tersebut. Ada  yang meyakini hanya terdapat lima di antara mereka - sehingga mereka dikenal sebagai Geng Lima Murrieta atau Lima Joaquin. Sebagian lagi meyakini komplotan tersebut terdiri dari lebih banyak orang lagi. 

Setidaknya gerombolan tersebut telah membunuh 14 orang kulit putih dan 28 orang Tionghoa, akan tetapi para penduduk kampung-kampung sekitar mulai melindungi mereka. Sebagaimana dikutip dari Kisah Legenda Amerika, "Murrieta telah menjadi pahlawan rakyat yang menjadi kriminal setelah sejumlah penambang Amerika telah menghajar dia dan meninggalkannya untuk mati, menggantung saudaranya serta memperkosa dan membunuh istrinya...Joaquin merupakan sebuah sosok yang gagah dan romantis yang bersumpah membalas berbagai kekejian terhadap keluarganya, dan bertindak kriminal dalam usaha "memperbaiki" berbagai macam bentuk ketidakadilan terhadap kaum Meksiko." 

Beberapa catatan sejarah menduga terdapat sejumlah sosok yang tindakannya melahirkan legenda Robin Hood orang Meksiko. Namun terdapat sedikit sekali informasi yang akurat mengenai Murrieta yang dapat membenarkan kehidupannya sehingga mayoritas aksinya terbatas pada cerita-cerita folklor yang legendaris.

Image title

Ilustrasi Zorro yang merupakan sosok legendaris rakyat Meksiko (sumber: Ancient Origins)

Pada tahun 1853, dewan perwakilan rakyat negara bagian California (yang pada saat itu telah menjadi bagian dari Amerika Serikat) mengumpulkan sejumlah pasukan yang akhirnya menjadi California Rangers guna memburu Murrieta dan gerombolannya. Mereka merupakan para veteran dari Perang Meksiko-Amerika Serikat dan dibayar 150 dolar AS per bulan untuk mencarinya dan diiming-imingi hadiah seribu dolar apabila dapat membunuh Murrieta dan gengnya. 

Hidup atau Mati?

Murrieta dan setidaknya dua pria lain secara resmi dinyatakan terbunuh pada 25 Juli 1853. Sebagai bukti eksekusi mereka, para Rangers membawa kepala Murrieta dalam sebuah kendi yang berisikan brandy

Namun berbagai laporan muncul bahwa kepala yang disimpan dan sempat dipamerkan di Stockton, San Francisco serta kamp-kamp penambang di Mariposa bukanlah kepala Murrieta yang sesungguhnya. Menurut sebuah editorial yang dimuat di koran Alta dari San Francisco pada 23 Agustus 1853 menyebutkan bahwa, "Beberapa pekan lalu sejumlah warga California dan Sonora mendatangi Lembah Tulare dengan tujuan mengejar kuda mustang. Tiga dari mereka melaporkan telah diserang oleh sejumlah orang Amerika dan bahwa salah satu dari rekan mereka telah terbunuh, yaitu Joaquin Valenzuela. Dia berusaha kabur namun dibunuh dan kepalanya lalu dipenggal dan dibawa sebagai piala. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Joaquin Murrieta bukanlah sosok yang dibunuh oleh pasukan Kapten Harry Love di Panoche Pass. Kepala  yang dipamerkan di Stockton itu tidak ada kemiripan sama sekali dengan individu tersebut, dan ini dikonfirmasi oleh mereka yang pernah bertemu Murrieta dan juga sudah melihat kepala itu." 

Image title

Poster mengumumkan pameran kepala yang diyakini adalah milik Murrieta (sumber: Ancient Origins)

Pada tahun 1879, saudara perempuan Murrieta mengklaim bahwa kepala yang dipamerkan tersebut bukanlah kepunyaan saudaranya. Dia tidak berbicara sebelumnya karena ingin melindunginya dan membiarkan Murrieta dapat lari. Akan tetapi klaimnya tidak dapat diverifikasi karena kepala tersebut akhirnya hancur akibat gempa bumi San Francisco pada tahun 1906. 

Robin Hood dari Eldorado

Kisah Murrieta tidak berakhir dengan kematiannya. Seorang pengikutnya muncul yakni keponakannya sendiri yang dikenal dengan nama Procopio. Dia dikenal juga dengan nama Dick Bertangan Merah, karena rambutnya yang berwarna merah menyala. Dia menjadi salah satu bandit paling terkenal di Meksiko. Ketika Murrieto wafat, Procopio baru berusia 12 tahun , tetapi dia besar di lingkungan yang nyaris memuja pamannya itu. Pada waktu hidup, Procopio berusaha sekuat tenaga mengangkat kisah pamannya menjadi sebuah legenda rakyat. Karena tindakannya itu, kisah Murrieta dikenal luas sehingga pada tahun 1919, penulis Johnston McCulley menerbitkan kisah Kutukan Capistrano yang terinspirasi oleh legenda Joaquin Murrieta. 

Ketenaran Murrieta menjadi hal yang baik serta buruk. Beberapa orang menganggapnya tidak lebih dari seorang bandit pembunuh, sementara lainnya menganggap sosok itu sebagai pejuang yang mencintai bangsanya. Murrieta menjadi karakter dalam sejumlah buku dan puisi. Salah satu yang paling terkenal merupakan karya John Collin Ridge, seorang keturunan suku Cherokee yang memuat karyannya dalam California Police Gazzette pada tahun 1858. 

Hingga kini di beberapa negara bagian miskin di Meksiko, rakyat gemar menceritakan kisah Murrieta atau Zorro (yang artinya rubah), dan mendambakan kembalinya sosok serupa. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar