Senin, 24 September 2018 | 03:57 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Hukum berat para pelaku pelecehan seksual

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Muhammad Iqbal Fauzan    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Penegak hukum kejaksaan komitmen menuntut terdakwa pelaku pelecehan seksual anak dengan hukuman berat yang maksimal karena perbuatan asusila tersebut meresahkan masyarakat.</p><p> Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) Sugeng Djojo Susilo di Kendari, Minggu, mengatakan jajaran penegak hukum kepolisian, hakim dan jaksa penuntut harus komitmen menghukum pelaku pelecehan seksual anak seberat-beratnya.</p><p> "Polisi menyidik, jaksa menuntut dan hakim yang menjatuhkan hukuman. Berat atau ringan hukuman suatu perkara tindak pidana umum sepenuhnya menjadi wewenang hakim pengadilan," kata Kajati Djoko Susilo.</p><p> Oleh karena itu, ia mengharapkan publik ikut mengontrol kinerja jajaran penegak hukum untuk memastikan keputusan hukuman sesuai harapan publik atau tidak.</p><p> Umumnya, masyarakat awam mengecam jaksa atau polisi jika terdakwa dihukum ringan, padahal jaksa menuntut terdakwa secara optimal berdasarkan pasal yang diterapkan oleh penyidik.</p><p> Selain kasus pelecehan seksual anak yang patut dihukum berat, menurut dia, juga kasus narkoba dan tindak pidana pencurian.</p><p> Sepintas pencurian kendaraan bermotor atau pencurian ayam termasuk kasus ringan bila diukur dari kerugian materi yang dialami korban.</p><p> Tetapi, bisa bayangkan seseorang yang keluar dari menunaikan shalat sepeda motornya sudah dicuri atau seseorang yang hanya memiliki seekor ayam dicuri pada malam hari, padahal keesokan harinya ayam tersebut akan dijual untuk membiayai sekolah anaknya.</p><p> "Cara pandang penegakan hukum saat ini menuntut penyesuaian dengan kehidupan sosial. Penegak hukum harus peka dan responsif," katanya.</p><p> Penyidik kepolisian, jaksa penuntut dan hakim pemutus perkara jangan semata-mata mempertimbangkan nilai kerugian materi dalam mengadili perkara tetapi dampak sosial dari perbuatan pelaku. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 23 September 2018 - 21:52 WIB

Polres Bojonegoro amankan pemilik sabu di SPBU

Arestasi | 23 September 2018 - 21:27 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus pemulung pemerkosa IRT

Kesehatan | 23 September 2018 - 21:15 WIB

Ini manfaat lari maraton untuk kesehatan

Aktual Dalam Negeri | 23 September 2018 - 20:38 WIB

Dishub tetapkan tarif Damri Sukabumi-Soetta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com