Minggu, 19 Februari 2017

Memo dari Kedoya

Memenangi Pokemon GO

Selasa, 26 Juli 2016 18:35

http://assets.kawankumagz.com/media_kawanku/article_image/series/original/17973-5-lagu-bertema-pokemon-yang-banyak-didengarkan-di-spotify-1.jpg http://assets.kawankumagz.com/media_kawanku/article_image/series/original/17973-5-lagu-bertema-pokemon-yang-banyak-didengarkan-di-spotify-1.jpg
Ayo berbagi!

Kehadiran Pokemon GO sangat menyita perhatian. Tidak hanya dimainkan oleh remaja yang kebanyakan sudah akrab dengan game, tetapi juga oleh anak-anak bahkan orang dewasa. Kantor berita Antara mengatakan belum genap dua minggu, Pokemon GO sudah diunduh sebanyak 50 juta pengguna android.

Meski belum ada keterangan pasti berapa banyak unduhan Pokemon GO yang dilakukan dari gadget berbasis iOS, pengamat menilai Apple mungkin saja mendapatkan keuntungan sampai dengan 3 miliar dolar AS dari permainan ini dalam beberapa tahun ke depan.

Sebelum diluncurkan resmi, masyarakat Indonesia kabarnya sudah banyak yang bisa mengunduh dan memainkan Pokemon GO. Mereka men-download aplikasinya melalui situs yang bisa dicari di google. Meski sempat beredar gosip game tersebut tak sama dengan dengan Pokemon GO yang resmi, terbukti tetap dapat dimainkan.

Bermain game Pokemon GO sensasinya beda dari game-game yang ada sebelumnya. Game ini bukan hanya animasinya yang bergerak, tapi gamers-nya juga. Mereka harus mencari dan menangkap Pokemon yang tersebar di mana-mana, di setiap tempat, di semak-semak, parit, termasuk di area yang mungkin berbahaya, seperti di jalan raya, laut, atau gedung tinggi.

Ada kejadian seseorang yang bermain game Pokemon GO terjatuh ke laut, karena keasyikan 'berburu' Pokemon. Orang tersebut tidak sadar berada di tepi dermaga dan akhirnya tercebur. Sementara seorang laki-laki di AS yang sedang menyetir, kehilangan kendali gara-gara mencoba menangkap Pokemon yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Masih baik ia hanya mengalami patah kaki, sementara mobilnya rusak parah.

Di area yang ‘aman’, suasana bisa menjadi tidak nyaman dengan adanya kegiatan penangkapan Pokemon dari para gamers. 'Demam' yang juga menjangkiti golongan pekerja ini mulai dianggap mengganggu kinerja. Beberapa pimpinan daerah sudah mengeluarkan imbauan bahkan melakukan pelarangan game Pokemon GO di wilayah daerahnya.

Uniknya, sebagian pelaku justru mulai memainkan game tersebut setelah adanya pelarangan. Mereka penasaran dan ingin mencoba. Bermacam imbauan bahkan surat larangan bermain game virtual berbasis GPS di lingkungan instansi pemerintah diterbitkan.

Satlantas Polresta Bekasi misalnya, mereka memberi ancaman denda sebesar Rp750.000 kepada pengguna jalan yang nekat berkendara sambil bermain game Pokemon GO. Begitu juga dengan Pemkot Tasikmalaya dan Purwakarta, mereka melarang PNS bermain Pokemon GO di jam kerja.

Sebenarnya, seburuk atau sebagus apakah Pokemon GO memberi pengaruh? Apakah ia merusak atau bermanfaat? Jika melihat contoh buruk bermacam-macam akibat yang ditimbulkan, tentu saja kita akan mudah menilai dampak yang ditimbulkan Pokemon Go adalah buruk.

Bermain Pokemon GO di jam pelajaran sekolah sudah tentu berakibat buruk. Siswa tak mungkin dapat memahami pelajaran yang disampaikan guru jika sibuk berpikir atau bahkan melakukan pemburuan Pokemon. Apalagi jika gurunya juga bermain Pokemon. Begitu juga pada jam kerja dan di lingkungan kerja. Mencari dan menangkap Pokemon bukan saja akan membuat pekerjaan terbengkalai tapi juga berantakan.

Beberapa orang kreatif, justru memanfaatkan fenomena Pokemon GO untuk sesuatu yang berguna dan ada hasilnya. Salah satunya seperti yang dilakukan pengelola bar dan restoran di Inggris. Mereka membayar 100 pound atau sekitar 1,7 juta rupiah per hari agar "makhluk-makhluk' Pokemon berada di bar dan resto mereka, sehingga para gamers berdatangan ke tempat usaha mereka

Maxwell’s restoran burger di London mengaku pendapatannya naik 26 persen sejak menggunakan umpan Pokemon untuk menarik pembeli. Dengan mendaratkan Pokemon di restonya, mereka berhasil membawa 2.750 pelanggan baru dan memberikan pendapatan ekstra sampai dengan 70.000 pound. Mereka bahkan bisa menjual berbagai macam milkshake Pokemon.

Di bumi bagian lain, Nick Johnson dari Amerika Serikat mengklaim sebagai orang pertama yang berhasil menyelesaikan game Pokemon GO. Ia berhasil menangkap 142 Pokemon bahkan mengungah semua monster tangkapannya sesuai dengan daftar yang dirilis untuk di AS, sebagai barang bukti. Dari total 152 Pokemon, ada 6 Pokemon yang belum diputuskan bisa ditangkap atau tidak, sementara 4 Pokemon lainnya dibuat eksklusif dan diletakkan di wilayah tertentu, di antaranya  Australia, Amerika dan Eropa.

Meski Nick Johnson berjanji akan terus memainkan Pokemon GO, sejauh ini Niantic Labs selaku studio pengembang, memprioritaskan pada perbaikan masalah teknis. Hanke selaku CEO menyebut ada hal lain yang akan segera masuk ke game yang akan direalisasikan  dalam beberapa bulan dan tahun ke depan, namun Ia tidak menyebut tanggal pasti pembaruan Pokemon GO.

Jadi, masihkah kita harus khawatir dengan monster-monster Pokemon GO atau memenanginya agar urusan kita akan (lebih) menyenangkan?

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-WiS

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar