Jumat, 20 Oktober 2017

Apakah manusia modern ada yang kawin campur dengan Homo erectus?

Jumat, 29 Juli 2016 11:49

Ilustrasi manusia purba (sumber: Ancient Origins) Ilustrasi manusia purba (sumber: Ancient Origins)
Ayo berbagi!

Sebuah penelitian genom manusia dari Australasia (wilayah Australia, Papua dan kepualuan Andaman) temukan bagian-bagian DNA mereka yang tidak cocok dengan spesies hominin yang sudah diketahui. Penemuan ini merupakan indikasi sebuah spesies manusia purba yang kawin campur dengan nenek moyang manusia modern di masa lalu, dan menunjukkan silsilah umat manusia yang lebih rumit daripada sebelumnya diperkirakan.

Laporan dari New Scientist menunjukkan bahwa sebuah spesies misterius kawin campur dengan nenek moyang manusia modern ketika bermigrasi dari Afrika ke wilayah Australasia. Penemuan mengejutkan yang juga dimuat di jurnal Nature Genetics ini dilakukan oleh Jaume Bertranpetit dari Universitas Pompeu Fabra, Spanyol beserta koleganya yang mempelajari genom penduduk pribumi Australia, Papua dan orang dari kepulauan Andaman di samudra Pasifik serta sejumlah kelompok orang di India. Hasil penelitian ini menemukan bagian-bagian dari DNA mereka yang tidak cocok dengan sejumlah sampel spesies manusia yang telah diidentifikasi sebelumnya. 

"Rangkaian DNA ini tidak nampak di manusia yang hidup di Eropa maupun Asia Timur, mengindikasikasan nenek moyang orang-orang ini pernah bertemu dan kawin campur bersama sebuah jenis manusia di wilayah Asia Selatan atau Pasifik yang kemudian meninggalkan warisan genetisnya di populasi wilayah-wilayah tersebut," demikian ditulis dalam New Scientist

Satu teori yang berusaha menjelaskan ini adalah spesies misterius tersebut merupakan Homo erectus yang hadir di benua Asia sekitar 1.8 juta hingga 33 ribut tahun lampau. Namun belum ditemukan sampel DNA dari Homo erectus yang dapat dibandingan dengan sampel populasi Australasia ini. 

Image title

Tengkorak Homo erectus (sumber: Ancient Origins)

Alan Cooper dari Universitas Adelaide, Australia meyakini kemungkinan adanya sejumlah jenis hominin yang belum diketahui yang turut berkontribusi pada segmen DNA yang tidak diketahui tersebut. "Asia merupakan sebuah mimpi buruk dalam hal jumlah dan jenis kelompok manusia purba yang hadir pada masa tersebut pada waktu yang sama," ungkapnya kepada New Scientist

Hasil ini senada dengan sebuah penemuan pada tahun 2013 dimana genom salah satu nenek moyang sebagian umat manusia, yakni manusia Denisovan ditemukan memilki segmen DNA yang diperoleh dari sebuah spesies yang belum dikenal dunia ilmu pengetahuan. 

Para ilmuwan gencar membicarakan hasil penelitian terbaru ini dan ada sebagian yang berspekulasi atas asal-usul spesies misterius ini. Beberapa menduga sebuah kelompok yang bercabang ke Asia dan berasal dari Homo heidelbergensis yang yang tinggal di Afrika sekitar setengah juta tahun yang lalu. Mereka diyakini merupakan nenek moyang manusia Neanderthal. 

Akan tetapi ada ilmuwan seperti Christ Stringer seorang ahi paleoantropologi dari London Natural History Museum yang mengaku tidak dapat mengetahui dari mana asal spesies misterius ini. 

Penemuan terbaru ini mengindikasikan asal usul umat manusia yang jauh lebih rumit dari yang diperkirakan sebelumnya dan kemungkinan besar melibatkan sejumlah proses kawin campur antara berbagai macam spesies hominin, yang kemungkinan tidak akan pernah kita ketahui seutuhnya. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar