Selasa, 23 Oktober 2018 | 02:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Wapres Jusuf Kalla buka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka acara Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 dan Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI Simbolon) di Parapat, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut digelar di Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (30/6).</p><p><br></p><p>Acara tersebut juga dihadiri Kepala BIN Sutiyoso, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Kominfo Rudi Antara, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Ketua Umum PSBI Simbolon, Effendi MS Simbolon dan para peserta musyawarah dan rakernas. </p><p><br></p><p>Wapres Jusuf Kalla pada acara tersebut mengungkapkan, Indonesia kuat justru karena adanya&nbsp; perbedaan. </p><p><br></p><p>"Indonesia kuat karena meski berbeda tetapi tetap Bhineka Tunggal Ika, tetap bersatu dan itu harus terus dipertahankan," kata Wapres seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Heru R. Kurnia.</p><p><br></p><p>Dengan adanya Musyarawah Masyarakat Adat Batak, kata Wapres Jusuf Kalla diharapkan,&nbsp;masyarakat etnis Batak semakin kuat dan bersatu untuk menjaga kekuatan bangsa Indonesia. </p><p><br></p><p>Ketua Umum PSBI Simbolon, Effendi MS Simbolon, mengatakan Musyawarah Masyarakat Adat Batak merupakan gagasan dari enam puak di suku Batak. Menurut Effendi Simbolon, Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 menjadi wadah untuk berdialog tentang kehidupan masyarakat adat dengan pemerintah dalam hal ini Wapres Jusuf Kalla dan Gubernur Sumatera Utara. </p><p><br></p><p>Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi berharap Musyawarah Masyarakat Adat Batak bisa semakin menguatkan kerukunan umat dan etnis di provinsi itu. Disampaikan Tengku Erry, Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 memiliki nilai strategis bermakna dukungan moril pengembangan Sumut. </p><p><br></p><p>Pada kesempatan itu juga Wapres Jusuf Kalla bersama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Ketua Umum PSBI Simbolon, Effendi MS Simbolon, Menteri LHK Siti Nurbaya melakukan penaburan benih ikan di Danau Toba.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka acara Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 dan Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI Simbolon) di Parapat, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut digelar di Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (30/6).</p><p><br></p><p>Acara tersebut juga dihadiri Kepala BIN Sutiyoso, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Kominfo Rudi Antara, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Ketua Umum PSBI Simbolon, Effendi MS Simbolon dan para peserta musyawarah dan rakernas. </p><p><br></p><p>Wapres Jusuf Kalla pada acara tersebut mengungkapkan, Indonesia kuat justru karena adanya&nbsp; perbedaan. </p><p><br></p><p>"Indonesia kuat karena meski berbeda tetapi tetap Bhineka Tunggal Ika, tetap bersatu dan itu harus terus dipertahankan," kata Wapres seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Heru R. Kurnia.</p><p><br></p><p>Dengan adanya Musyarawah Masyarakat Adat Batak, kata Wapres Jusuf Kalla diharapkan,&nbsp;masyarakat etnis Batak semakin kuat dan bersatu untuk menjaga kekuatan bangsa Indonesia. </p><p><br></p><p>Ketua Umum PSBI Simbolon, Effendi MS Simbolon, mengatakan Musyawarah Masyarakat Adat Batak merupakan gagasan dari enam puak di suku Batak. Menurut Effendi Simbolon, Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 menjadi wadah untuk berdialog tentang kehidupan masyarakat adat dengan pemerintah dalam hal ini Wapres Jusuf Kalla dan Gubernur Sumatera Utara. </p><p><br></p><p>Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi berharap Musyawarah Masyarakat Adat Batak bisa semakin menguatkan kerukunan umat dan etnis di provinsi itu. Disampaikan Tengku Erry, Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 memiliki nilai strategis bermakna dukungan moril pengembangan Sumut. </p><p><br></p><p>Pada kesempatan itu juga Wapres Jusuf Kalla bersama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Ketua Umum PSBI Simbolon, Effendi MS Simbolon, Menteri LHK Siti Nurbaya melakukan penaburan benih ikan di Danau Toba.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com