Kamis, 25 Mei 2017

Presiden Erdogan akan tutup akademi militer

Senin, 01 Agustus 2016 02:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
erdogan
AP
Oresiden Recep Tayyip Erdogan menghardik dunia internasional yang mengecam tindakannya dengan mengatakan, 'urusan urusanmu sendiri.'

Presiden Turki mengatakan ingin menutup akademi militer dan menempatkan dinas mata-mata dan kepala staf militer di bawah kontrolnya langsung.

Recep Tayyip Erdogan mengatakan usulan itu akan diajukan kepada parlemen.

Ini merupakan rangkaian langkah terbaru dalam pembersihan besar-besaran yang dilancarkan setelah kudeta yang gagal pada 15 Juli.

Pihak berwenang mengatakan Fetullah Gulen berada di balik kudeta militer yang menewaskan setidaknya 246 orang. Ulama yang berbasis di AS itu berkali-kali membantah tuduhan itu.

"Kita akan memperkenalkan suatu paket konstitusional kecil yang, jika disetujui, akan menjadikan Organisasi Intelijen Nasional (MIT) dan kepala staf militer di bawah kendali presiden," kata Presiden Erdogan kepada televisi A Haber Turki pada hari Sabtu (30/7).

"Sekolah-sekolah militer akan ditutup ... Kita akan mendirikan sebuah universitas pertahanan nasional," katanya.

Erdogan membutuhkan mayoritas dua-pertiga suara agar proposalnya disahkan, karena itu harus mendapatkan dukungan dari partai-partai oposisi.

Turki mengumumkan perombakan militer pada Kamis, termasuk pemberhentian tidak hormat 1.700 prajurit. Sekitar 40% dari jenderal telah dicopot sejak kudeta militer.

Lebih dari 66.000 pegawai negeri telah diberhentikan dari jabatan mereka dan 50.000 paspor dibatalkan, sementara kementerian tenaga kerja sedang menyelidiki pula 1.300 stafnya.

Sejumlah wartawan ditahan dan 142 media diberangus. Erdogan juga memberlakukan keadaan darurat selama tiga bulan di seluruh negeri.

Presiden Erdogan bahkan menyerang negara-negara yang mengkritik tindakannya, menyerukan mereka untuk 'mengurus urusan Anda sendiri.'

Dia menuduh Jenderal Joseph Votel, kepala Komando Sentral AS, berada 'di pihak komplotan kudeta.'

Jenderal Votel menanggapi dengan mengatakan bahwa laporan apa pun yang menyebutkan bahwa ia terlibat dalam kudeta yang gagal itu 'disesalkan dan benar-benar tidak akurat.'

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar