Rabu, 18 Juli 2018 | 23:16 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Pihak Berwenang Swedia akan Interogasi Pendiri WikiLeaks terkait Kasus Pemerkosaan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: VOA Indonesia) Pendiri WikiLeaks Julian Assange berpidato sembari memegang laporan PBB di London, Inggris. (Foto: dok.)
(Courtesy: VOA Indonesia) Pendiri WikiLeaks Julian Assange berpidato sembari memegang laporan PBB di London, Inggris. (Foto: dok.)
<p>Dalam pernyataannya, Ekuador mengemukakan interogasi itu akan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang, tetapi tidak menjelaskan lebih jauh mengenai kapan tanggal tepatnya.</p> <p>Assange selama ini tinggal di kedutaan besar Ekuador di London setelah mendapat suaka politik di negara itu pada tahun 2012. Para jaksa Swedia ingin menginterogasi Assange terkait tuduhan bahwa ia memperkosa seorang perempuan pada tahun 2010.</p> <p>Assange telah berulangkali membantah tuduhan itu dan menyatakan ia takut diekstradisi ke Swedia karena menurutnya pemerintah Swedia akan mengirimnya ke Amerika Serikat untuk menghadapi kemungkinan diadili atas tuduhan spionase, terkait perannya melansir dokumen-dokumen rahasia pemerintah.</p> <p>Ia sebelumnya menawarkan diri untuk diinterogasi di dalam kedutaan besar, tetapi para jaksa Swedia menolak tawaran tersebut hingga belakangan ini.</p> <p>Ekuador menyatakan menawarkan kerjasama memfasilitasi interogasi terhadap Julian Assange dan mengusulkan beberapa langkah lain untuk mencapai solusi yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat, dan untuk memastikan Assange mendapat perlindungan hukum penuh.</p> <p>Dalam pernyataan itu disebutkan, Ekuador mengusulkan kepada Swedia untuk merundingkan kesepakatan mengenai bantuan hukum bersama dalam masalah-masalah kriminal, yang ditandatangani Desember lalu, yang akan memberi kerangka hukum bagi pelaksanaan interogasi.</p> <p>Langkah untuk menginterogasi Assange muncul setelah WikiLeaks baru-baru ini melansir email-email yang diperoleh dari Komite Nasional partai Demokrat (DNC) Amerika, yang tampaknya menunjukkan bahwa organisasi itu lebih mendukung Hillary Clinton daripada pesaingnya, Bernie Sanders.</p> <p>Dokumen-dokumen yang bocor itu menyebabkan pengunduran diri ketua DNC Debbie Wasserman-Schultz dan beberapa petinggi partai lainnya. <em>[uh/ab]</em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 Juli 2018 - 21:46 WIB

Kemkominfo RI minta masyarakat tak percayai informasi hoax

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 21:26 WIB

130 ASN di Kudus cuti Haji

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 21:12 WIB

Wapres: Indonesia terbanyak tangani teroris

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 20:58 WIB

Pertamina bangun masjid dan sekolah di Tapanuli Tengah

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com