Minggu, 24 September 2017

Mengintip hotel yang berusia 1200 tahun di Jepang

Jumat, 26 Agustus 2016 11:59

Hotel tertua di dunia (sumber: Ancient Origins) Hotel tertua di dunia (sumber: Ancient Origins)
Ayo berbagi!

Konsep rumah penginapan sudah ada sejak dahulu kala. Dari masa Yunani kuno, ketika pemandian termal merangkap jadi tempat menginap para musafir setelah perjalanan yang melelahkan hingga vila-vila yang dibangun orang Romawi dimana tersedia fasilitas menginap bagi mereka yang melakukan perjalanan dinas yang panjang. Di Eropa, baru pada Abad Pertengahan mulai muncul akomodasi yang disediakan secara rutin didirikan. Para peziarah dan mereka yang bepergian dapat menemukan tempat istirahat di sejumlah losmen, rumah penginapan dan bahkan rumah sakit yang dibangun oleh ordo-ordo religius.

Kini, tempat-tempat menginap seperti di atas sudah tiada. Untuk mencari hotel yang tertua di dunia, kita harus bepergian ke Negeri Matahari Terbit. Menurut Guiness World Records hotel tertua di dunia adalah Nishiyama Onsen Keiunkan. Hotel ini terletak di Pulau Honshu, Jepang tepatnya di daerah Chobu di Yamanashi Prefecture.Daerah ini terkenal akan pegunungannya, termasuk gunung tertinggi di Jepang yakni Fujiyama (Gunung Fuji). Jarak hotel ke Fujiyama sekitar 2.5 jam dengan kendaraan mobil. 

Image title

Piagam dari Guiness World Records untuk hotel Nishiyama Onsen Keiunkan (sumber: Ancient Origins)

Hotel mata air panas

Hotel Nishiyama Onsen Keiunkan terletak di sebuah lembah di antara sejumlah gunung. Konon hotel tersebut didirikan pada tahun 750 Masehi (yaitu pada tahun kedua Pemerintahan Kaisar Keiun, sehinga dikenal dengan istilah "Keiun-kan" dalam nama tempatnya. Pendirinya adalah pembantu Kaisar yang bernama Fujiwara Mahito. Selain karena usianya, hotel ini juga dikenal karena sumber mata air panasnya (dimana "Onsen" berarti mata air panas dalam bahasa Jepang). Kini hotel tersebut memiliki enam pemandian dialiri air panas dari empat sumber terpisah. Salah satu fasilitas yang ditambahkan di era modern adalah sebuah tempat karaoke. Meskipun demikian, hotel yang terakhir menjalani renovasi pada tahun 1997 ini masih mempertahankan banyak unsur tradisionalnya. 

Image title

Salah satu sumber mata air panas di hotel tertua di dunia (sumber: Ancient Origins)

Hotel Nishiyama kini

Hingga kini hotel Nishiyama Onsen Keiunkan telah dipelihara dalam keluarga Fujiwara Mahito sepanjang 52 generasi. Beragam pengunjung dari latar belakang berbeda telah berkesempatan mengunjungi hotel ini. Di masa lalu, hotel ini sangat populer di kalangan petinggi militer, termasuk kaum samurai, komandan militer dan para shogun. Hal ini dikarenakan ada pendapat bahwa mata air panas ini bermanfaat bagi kebugaran tubuh, termasuk dalam memulihkan otot-otot dan badan yang letih. Di situs hotel tersebut contohnya, sumber mata air panasnya itu dilaporkan mengandung "natrium, kalsium nitrat dan klorida". Dengan kata lain "memiliki kandungan alkalin yang rendah". Menurut informasinya, khasiat air tersebut antara lain mengurangi "gejala sakit pencernaan, nyeri otot, dan sembelit," selain juga berfungsi memutihkan kulit. 

Selain untuk relaksasi fisik, kemungkinan juga Nishiyama Onsen Keiunkan menawarkan sejulah relaksasi mental bagi para pengunjungnya. Karena terletak di alam yang terpencil maka pengunjung dapat lepas sesaat dari penatnya kehidupan metropolis. Meskipun memiliki sejumlah fitur modern, namun salah satu fasilitas yang sengaja tidak disediakan oleh hotel adalah sambungan internet. Konon, tanpa adanya gangguan dari dunia maya tersebut, maka pengunjung akan "dipaksa" untuk relaksasi. 

Image title

Salah satu sudut lain hotel Nishiyama Onsen Keiunkan (sumber: Ancient Origins)

Meskipun merupakan hotel tua, tetapi pemilik hotel terus berupaya memperbarui pengalaman menginap disana. Tahun lalu contohnya, dilalporkan bahwa sebuah sumur dengan kedalaman 888 meter dibuat di sana. Ketika selesai, lebih dari seribu liter air dari sumber mata air panas dialirkan setiap menitnya, menjadikannya salah satu mata air panas paling produktif di dunia. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar