Senin, 16 Juli 2018 | 21:05 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Ahok: Sistem ganjil-genap lebih baik dibanding 3 in 1

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi
Ilustrasi
<p>Pembatasan kendaraan di jalan-jalan protokol Ibu Kota mengalihkan kendaraan menuju ke jalur-jalur alternatif. Jalan-jalan yang paralel dengan Jalan MH. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Rasuna Said dan Jalan Merdeka Barat, kini mulai dipadati kendaraan bersamaan dengan diberlakukannya sistem ganjil-genap.</p><p>Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Rabu (31/8) siang seperti dilaporkan <i>Reporter Elshinta, Johan Sarjono</i> menilai, sistem ganjil-genap masih lebih baik dibanding sistem 3 in 1 meskipun membuat kepadatan di jalan-jalan alternatif. <br></p><p>Menurut Ahok, sistem ganjil-genap memang telah menimbulkan ekses kepadatan di jalan-jalan alternatif.</p><p>Basuki optimis penerapan sistem jalan berbayar elektronik atau <i>electronic road pricing</i> (ERP) akan lebih baik diterapkan. "ERP kini terus disiapkan dan rencananya akan diberlakukan tahun depan," ujarnya. </p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Dewi Rusiana </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 16 Juli 2018 - 20:58 WIB

Olla Ramlan, bakal caleg NasDem dapil IV Jabar

Aktual Dalam Negeri | 16 Juli 2018 - 20:45 WIB

Kementerian Agama agar pastikan penyelenggaraan ibadah haji lebih baik

Aktual Dalam Negeri | 16 Juli 2018 - 20:38 WIB

RI-Gambia kerja sama keprotokoleran untuk KTT OKI

Pemilihan Presiden 2019 | 16 Juli 2018 - 20:27 WIB

Peluang Moeldoko jadi cawapres Jokowi terkendala parpol koalisi

Arestasi | 16 Juli 2018 - 20:08 WIB

Kejaksaan tangkap 130 buron sejak Januari

Politik | 16 Juli 2018 - 19:57 WIB

Nafa Urbach pilih Nasdem karena tanpa mahar

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com