Kamis, 21 Juni 2018 | 11:31 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Pemimpin Palestina kecam Trump

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Para pemimpin Palestina pada Senin (26/9) mengatakan Donald Trump merusak harapan solusi dua negara setelah kandidat dari Partai Republik itu mengatakan dia akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel "seutuhnya" bila memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat.</p><p>Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu, Trump mengatakan dia akan mengakui klaim Israel atas Yerusalem timur, yang akan melanggar preseden puluhan tahun dan menempatkan Washington di posisi yang berbeda dengan sebagian besar anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.</p><p>"Pernyataan Trump menunjukkan pengabaian terhadap hukum internasional (dan) kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang sudah lama dijalankan mengenai status Yerusalem," kata Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina, dalam sebuah pernyataan.</p><p>Israel merebut paruh timur Yerusalem selama Perang Enam Hari 1967 dan mencaploknya tahun 1980, menyatakan seluruh Yerusalem sebagai ibu kota Israel terpadu.</p><p>Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.</p><p>Kementerian Luar Negeri Palestina mengeluarkan pernyataan mengkritik Trump dan rivalnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton, menuduh Clinton terlalu mendukung Israel dan mengorbankan warga Palestina.</p><p>Pernyataan sebelumnya yang disampaikan oleh penasehat Trump tentang Israel menunjukkan pengabaian total terhadap solusi dua negara, hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa menurut Kementerian Luar Negeri Palestina.</p><p>"Negara Palestina tidak akan menjadi bahan tawar menawar untuk mendapat suara Yahudi di Amerika Serikat," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Palestina yang dikutip kantor berita AFP.</p><p>Setelah pertemuan dengan Netanyahu di New York, tim kampanye Trump mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa sang kandidat "mengakui bahwa Yerusalem telah menjadi ibu kota abadi orang Yahudi selama 3.000 tahun lebih."</p><p>"Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Trump, akhirnya akan menerima mandat kongres sejak lama untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota tak terbagi negara Israel."&nbsp;</p><p>Amerika Serikat dan kebanyakan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak mengakui pendudukan Israel dan menganggap status akhir Yerusalem akan menjadi masalah kunci dalam perundingan damai untuk penyelesaian dua negara.</p><p>Kongres Amerika Serikat meloloskan satu undang-undang pada Oktober 1995 yang menyeru Yerusalem utuh diakui sebagai ibu kota Israel dan mengesahkan pendanaan untuk memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.</p><p>Namun tidak ada satu pun presiden Amerika Serikat, dari Partai Demokrat maupun Republik, yang menerapkan undang-undang itu, menganggapnya sebagai pelanggaran otoritas cabang eksekutif dari kebijakan luar negeri. (Ant)</p><p>(Der)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 11:15 WIB

Kapolres Langkat nobar debat publik paslon Gubsu di Pospam

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 10:57 WIB

Spanduk kontroversi tamasya Almaidah muncul jelang Pilgubsu 2018

Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 10:44 WIB

Panglima TNI-Kapolri kunjungi korban KM Sinar Bangun

Ekonomi | 21 Juni 2018 - 10:29 WIB

Rupiah Kamis pagi tercatat Rp14.010

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com