Minggu, 23 April 2017

Demi kuliah gadis Rusia ini lelang keperawanan seharga Rp. 2.2 milyar

Rabu, 28 September 2016 18:39

Ariana, gadis Rusia yang menawarkan keperawanannya (sumber: The Daily Mirror) Ariana, gadis Rusia yang menawarkan keperawanannya (sumber: The Daily Mirror)
Ayo berbagi!

Dalam usahanya mencari pendidikan yang lebih baik di luar negeri, seorang gadis Rusia nekad melepas keperawanannya kepada penawar tertinggi. Nilai pembuka yang dia ajukan adalah 150 ribu EUR (sekitar 2.2 milyar rupiah).

Menggunakan sebuah situs yang biasanya digunakana untuk prostitusi online, Ariana yang baru berusia 20 tahun ini mengatakan dirinya bersedia menjual keperawanannya demi kesempatan kuliah ilmu kedokteran di luar negeri. Seperti dilaporkan oleh The Daily Mirror, dengan menggunakan penawarann paket 2-in-1, seorang pria hidung belang berkantung tebal dapat berkencan dengan dua gadis perawan sekaligus, yaitu jika berani membuat penawaran untuk teman akrab gadis belia itu yang bernama Lolita.  

"Banyak mahasiswi punya kendala selagi kuliah termasuk mencari dana yang cukup untuk membiayainya. Banyak yang harus bekerja selagi kuliah. Saya ingin pindah ke negara lain untuk belajar ilmu kedokteran. Biaya kuliah pastinya akan sangat mahal, selain biaya hidup sehari-hari," kata Ariana. 

Dia mengaku dapat membayangkan betapa beratnya biaya tersebut, dan ingin mencari jalan keluar beban biaya tersebut sehingga dapat berkonsentrasi pada pendidikannya. Ariana pun mengaku tidak memiliki masalah dengan apa yang hendak dilakukannya itu. 

"Hal ini adalah cara termudah untuk mencari uang dalam waktu singkat," ungkapnya.

Dia berkilah dan menjawab cercaan sejumlah kritik yang menganggap apa yang dilakukannya itu akan menciptakan masalah bagi perempuan muda lainnya dalam upaya kesetaraan jender. 

"Saya berharap sedemikan lamanya untuk menemukan cinta sejati saya, tetapi tidak ada yang berhasil. Jadi kenapa saya harus menunggu lebih lama lagi? Mengapa saya harus lepaskan keperawanan saya kepada seseorang yang mungkin akan menyakiti perasaan saya kelak?" 

Ariana mengaku bahwa orang tuanya tidak mengetahui rencananya ini. Dia juga mengaku karena orang tuanya tidak kaya, dan Rusia tidak menawarkan program beasiswa ke luar negeri untuk bidang studi ini, maka dia merasa tidak punya pilihan lain.

Sementara itu, secara diam-diam Ariana masih mengharapakan bahwa pria yang memberikan penawaran tertinggi akan peka terhadap situasi itu. Bahkan dia berharap pria tersebut akan bersedia melanjutkan hubungannya seusai perjumpaan pertama mereka. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar