Kamis, 21 Juni 2018 | 11:32 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

KPAI : Hati-hati unggah konten di dunia maya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
<p>Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab moral serta hukum dalam mengunggah konten di dunia maya. </p><p> Informasi dari KPAI di Jakarta, Jumat (30/9)&nbsp;menyebutkan, konten yang dimaksud adalah video dan foto yang berkaitan dengan individu dan diunggah di internet serta disaksikan oleh publik, seperti dikutip <i>Antara.</i></p><p> Sebagai tindak lanjut dari pengaduan masyarakat, KPAI melakukan telaahan dan rekomendasi serta penanganan secara cepat atas maraknya video selebgram yang meresahkan. Hasil telaahan menunjukkan adanya indikasi pidana dalam konten yang diunggah.</p><p> Disebutkan pula, KPAI melihat adanya keresahan di tengah masyarakat terkait adanya video yang dibuat Awkarin atau yang bernama lengkap Karin Novilda dan Anya Geraldine. </p><p> Oleh sebab itu KPAI merespons dan mendorong agar video yang tidak baik itu dihentikan, dan diganti dengan video yang sarat dengan nilai positif. </p><p> Desakan KPAI itu bersinggungan dengan maraknya aksi Selebgram Awkarin. Selan itu, Anya Geraldine juga menjadi sosok selebgram yang memproduksi video yang sama. </p><p> KPAI menerima banyak aduan masyarakat yang resah dengan video tersebut karena sarat dengan adegan yang bertentangan dengan norma sosial, di samping banyak juga pornoaksinya.</p><p> Ditegaskan pula bahwa KPAI tidak ingin memasung kreativitas, tetapi lembaga itu ingin menempatkan kreativitas sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Indonesia.</p><p> KPAI telah melakukan pembahasan dengan berbagai pihak, termasuk dengan manajemen Awkarin yang kemudian berkomitmen memproduksi video di dunia maya yang sesuai dengan norma hukum, kesusilaan, adat istiadat, agama dan perundang-undangan yang berlaku.</p><p> Sebelumnya, Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh memberikan arahan untuk tetap berkomunikasi dengan Kementerian Kominfo serta mengirimkan surat untuk berkoordinasi dengan unit Cybercrime Mabes Polri guna mengambil langkah-langkah antisipatif agar video yang bersifat negatif tidak menjadi konsumsi publik, khususnya anak-anak.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 11:15 WIB

Kapolres Langkat nobar debat publik paslon Gubsu di Pospam

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 10:57 WIB

Spanduk kontroversi tamasya Almaidah muncul jelang Pilgubsu 2018

Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 10:44 WIB

Panglima TNI-Kapolri kunjungi korban KM Sinar Bangun

Ekonomi | 21 Juni 2018 - 10:29 WIB

Rupiah Kamis pagi tercatat Rp14.010

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com